Seperti Inilah Akal yang Dipuji Dalam Al-Qur'an

Sabtu, 03 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
Seperti Inilah Akal...
Al-Qur’an memuji akal (orang yang memiliki pemahaman agama yang benar) dan orang yang berakal (orang yang bisa memahami petunjuk Allah). Foto ilustrasi/istimewa
A A A
Muslimah, akal merupakan salah satu karunia di antara karunia Allâh yang paling agung . Seseorang yang punya akal sehat akan bisa mengambil manfaat dari wejangan dan petunjuk al-Quran. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS al-Hajj :46)

Baca juga: Perjalanan Ruh Setelah Terpisah Dari Jasadnya

Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan, Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an memuji akal (pemahaman agama yang benar) dan orang yang berakal (orang yang bisa memahami petunjuk Allah). Sebaliknya, banyak ayat Al-Qur’an mencela orang yang tidak punya akal (yang tidak bisa memahami petunjuk Allah dengan pemahamannya).

Bahkan Allah memberitakan di dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang tidak punya akal inilah yang akan menjadi penghuni neraka, karena mereka tidak menggunakan pendengaran dan akalnya untuk memahami petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca juga: Hal-hal yang Boleh Dilakukan Ketika Puasa Ramadhan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang ucapkan penghuni neraka setelah masuk neraka:

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Dan mereka berkata: ‘Seandainya dulu kami di dunia mau mendengarkan dan mau menggunakan akal kami untuk memahami petunjuk Allah, maka mestinya sekarang kami tidak termasuk kedalam penghuni neraka yang menyala-nyala.’” (QS. Al-Mulk: 10)

Penghuni neraka adalah orang yang tidak menggunakan pendengaran dan akalnya untuk memahami dan mendengarkan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca juga: Kenapa Kita Harus Selalu Bersyukur? Ini Alasannya

Maka akal yang dipuji dalam banyak ayat Al-Qur’an, menurut Ustadz Abdullah Taslim MA, dai lulusan Universitas Islam Madinah ini, merupakan alat semua ilmu, sekaligus merupakan penimbang atau pengukur atau penilai untuk mengenal mana yang benar dan mana yang salah dari ilmu tersebut.

Kita mengenal mana pendapat yang kuat dan mana yang lemah, sekaligus akal ini adalah sebagai cermin untuk kita bisa melihat mana yang baik atau indah dan mana yang buruk. Bahkan ada ungkapan yang mengatakan:

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 RI Turun, Pemerintah Pede Ekonomi Segera Membaik

“Akal itu ibaratnya adalah raja pada tubuh manusia, sedangkan anggota badan, ruh manusia, panca indera, gerakan-gerakannya, semua adalah masyarakat. Ketika akal itu lemah, tidak mampu menegakkan dan menjaga rakyatnya, maka akan sampai berbagai macam keburukan kepada rakyatnya tersebut.”

Ada juga ungkapan Arab yang mengatakan:

من لم يكن عقله أغلب خصال الخير عليه، كان حتفه في أغلب خصال الشر عليه

“Barangsiapa yang tidak menjadikan akalnya sebagai sifat kebaikan yang dominan pada dirinya, maka orang seperti ini kecelakaannya adalah pada sifat keburukan yang dominan pada dirinya.”

Baca juga: Soal Tuntutan 6 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: JPU Kebingungan Tuntut Syahganda

Akal yang merupakan tabiat/watak bawaan manusia, inilah yang disebut bapaknya ilmu, pendidik ilmu dan yang menumbuhkan ilmu. Akal atau pemahaman yang diusahakan atau bisa dikembangkan dan ditingkatkan. Ini merupakan anaknya ilmu atau buah dan hasil dari ilmu.

Untuk akal yang jenis pertama, jelas bahwa semua orang punya akal, yakni kemampuan untuk memahami dan mempelajari agama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Permasalahannya apakah semua orang memanfaatkan potensi ini untuk memahami dan menumbuhkan ilmu yang benar pada dirinya? Jawabnya tidak. Karena penghuni neraka mengakui bahwa mereka dahulu di dunia tidak mau mendengarkan dan menggunakan akalnya untuk memahami petunjuk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam.

Baca juga: Libur Panjang Paskah, 24.000 Kendaraan keluar di Tol Merak dan Cilegon Timur

Jadi, akal jenis kedua inilah yang mereka tidak punyai, karena mereka tidak mau memanfaatkannya dalam memahami dan mencari kebenaran. Dan, jika terkumpul dua jenis akal ini pada diri seorang hamba, maka inilah karunia besar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada siapa yang dikehendakiNya.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Pengin Otak Cerdas?...
Pengin Otak Cerdas? Berikut Panduan Syariat yang Bisa Diamalkan!
Mewarnai Sendi-Sendi...
Mewarnai Sendi-Sendi Kehidupan dengan Tauhid
2 Jenis Sifat Akal Manusia...
2 Jenis Sifat Akal Manusia Menurut Al-Qur'an
Rekomendasi
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Diselimuti Gelombang Panas Ekstrem Pekan Ini
Prof Agus Purwanto Ungkap...
Prof Agus Purwanto Ungkap Ini Mengapa Negara Islam Kalah dengan Barat
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Ternyata Bumi Bukan Memiliki 7 Benua
Artikel Terkini
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Infografis
Muslim Harus Tahu, 7...
Muslim Harus Tahu, 7 Keutamaan Zakat dalam Al-Quran dan Hadis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved