Mustajabnya Berdoa di 4 Waktu Bulan Ramadhan Ini

loading...
Mustajabnya Berdoa di 4 Waktu Bulan Ramadhan Ini
Seseorang yang berpuasa memiliki waktu mustajab dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selama ia berpuasa, maka itulah waktu dikabulkannya doa. Foto ilustrasi/ist
Di bulan Ramadhan, selain puasa, sholat tarawih atau sholat witir, ada amalan yang sangat dianjurkan yakni berdoa. Karena berdoa di bulan suci ini sangat mustajab , terutama di waktu-waktu yang tepat dikabulkan doa oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Di waktu kapan saja hal tersebut terjadi?

Baca juga: Dilarangnya Tidak Tidur Setelah Sahur, Ini Alasannya!

Muslimah, anjuran berdoa dianjurkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya,"“Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. (Sunan At-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad)

Allah Ta'ala juga berfirman,

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ ذَكَرٍ وَّاُنۡثٰى وَجَعَلۡنٰكُمۡ شُعُوۡبًا وَّقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوۡا‌ ؕ اِنَّ اَكۡرَمَكُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ اَ تۡقٰٮكُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ



“.......Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu“. (QS. Al-Hujurat : 13)

Baca juga: Kesederhanaan Rasulullah SAW Saat Berbuka Puasa

Di bulan suci yang istimewa ini, ada 4 waktu istimewa dan sangat mustajab untuk memanjatkan doa. Kejarlah waktu-waktu tersebut dan isilah dengan berbagai doa dan keinginan. Dinukil dari berbagai sumber, berikut waktu-waktu mustajab tersebut:

1.Waktu sahur

Waktu sahur, termasuk dalam waktu sepertiga malam terakhir yang menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Terkabulnya doa di waktu sahur pun masuk dalam keumuman hadis keutamaan malam yang terakhir.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah bersabda, “Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, ‘Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni’.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Hati-hati Dengan Ucapan yang Paling Dibenci Allah SWT Ini

Allah juga berfirman dalam Al Qur’an Al Karim,

وَبِالۡاَسۡحَارِ هُمۡ يَسۡتَغۡفِرُوۡنَ

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan.” (QS. Adz Dzariyat: 18).

2.Waktu berpuasa

Seseorang yang berpuasa memiliki waktu mustajab dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selama ia berpuasa, maka itulah waktu dikabulkannya doa. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad).

Baca juga: Kemendikbud dan Kemenristek Digabung, Bagaimana Nasib Bambang dan Nadiem?
halaman ke-1
cover top ayah
وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ‌ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

(QS. An-Nur:31)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!