Marah dengan Cara yang Baik Menurut Islam

Senin, 19 April 2021 - 13:13 WIB
loading...
Marah dengan Cara yang...
Marah dengan Cara yang Baik Menurut Islam/PPPA Daarul Quran
A A A
Marah dengan Cara yang Baik Menurut Islam. Sebagian dari kita mungkin masih menilai bahwa orang yang kuat adalah orang yang mampu menang di dalam perkelahian. Itu merupakan sebuah pandangan beberapa orang.

Namun, dalam agama kita, orang yang kuat bukanlah orang yang mampu menang dalam sebuah perkelahian, melainkan adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika dirinya sedang dilanda amarah.

Dari Abu Hurairah r.a, dari Rasulullah telah bersabda: “Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.”

Baca Juga: Hukum Musafir Menggauli Istrinya di Siang Ramadhan

Jadi, ukuran kekuatan dalam agama Islam bukanlah diukur dari kekuatan fisik semata. Akan tetapi kekuatan di dalam Islam adalah ketika bagaimana seseorang dapat menahan diri ketika ia sedang marah.

Lantas apakah kita tidak boleh marah? Tentu boleh. Marah merupakan suatu hal yang sangat manusiawi. Namun sesuatu yang membedakan antara orang beriman dengan orang yang tidak beriman adalah, bagaimana dia mengatur amarahnya.

Dalam agama Islam, ada beberapa cara dalam mengatur kemarahan:

Pertama, dengan bersegeralah memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala. Karena marah itu sumbernya dari adalah dari setan, maka kita harus bersegera meminta perlindungan dari Allah.

Kedua, tidak melampiaskan kemarahan dengan perkataan dan perbuatan. Ketika kita sedang marah lebih baik diam. Kita harus bisa menjaga lisan, menjaga tangan dan menjaga kaki.

Ketiga, ketika kita sedang marah berusalah untuk menjaga posisi kita. Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadis yang artinya: “kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah.”(HR. Ahmad).

Baca Juga: Menggelorakan Semangat Ibadah hingga Akhir Ramadhan

Sebagian dari kita ada yang ketika sedang marah dalam posisi duduk malah berubah posisi menjadi berdiri, sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, jika kita sedang marah maka duduklah.

Mari kita kondisikan diri agar dapat mengontrol amarah. Mudah-mudahan kita bisa menahan diri dari perbuatan amarah sehingga kita bisa menjadi manusia yang paling kuat. Terlebih pada bulan suci Ramadan. Amarah adalah salah satu hal yang dianjurkan untuk ditahan selama melaksanakan puasa. Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah berikan kesabaran.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sukses Gelar Kajian...
Sukses Gelar Kajian Adem Ramadan, AQUA Bagikan 100.000 Produk dan Takjil untuk Jamaah di Masjid Istiqlal
Apa Hukum Mendiamkan...
Apa Hukum Mendiamkan Teman dalam Islam?
Doa Menghadapi Orang...
Doa Menghadapi Orang Sedang Marah
Pasca Ramadan, Umat...
Pasca Ramadan, Umat Muslim Harus Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Ramadan sebagai Bulan...
Ramadan sebagai Bulan Paling Suci Bagi Umat Islam
Perang Besar dalam Sejarah...
Perang Besar dalam Sejarah Islam di Bulan Ramadan
Rekomendasi
Lebih Dulu Zigot atau...
Lebih Dulu Zigot atau Embrio? Perspektif Al-Quran dan Sains Modern
Keajaiban Sungai di...
Keajaiban Sungai di Bawah Laut: Bukti Nyata Kekuasaan Allah dalam Surah Al-Furqan Ayat 53
Rumania Bersiap Hadapi...
Rumania Bersiap Hadapi Gelombang Panas, Peringatan Merah Dikeluarkan
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Cara Memasak Ikan yang...
Cara Memasak Ikan yang Paling Sehat Menurut Ahli Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved