Pada Situasi Seperti Ini, Terlarang Membaca Al-Qur'an Secara Jahr

Selasa, 04 Mei 2021 - 17:03 WIB
loading...
Pada Situasi Seperti...
Ilustrasi/Dok, SINDOnews
A A A
MEMBACA Al-Qur'an merupakan langkah awal seseorang bermuamalah dengan Kitabullah. Nabi SAW memerintahkan agar kita rajin membacanya, sebagaimana tertuang dalam sabda beliau:

اقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ…

Bacalah Al-Quran , karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya. [HR Muslim].

Ketahuilah, Allah menjadikan amalan membaca Al-Qur`an termasuk sebagai salah satu yang bernilai ibadah kepada-Nya. Allah memberikan pahala bacaan Al-Qur`an bukan per surat atau per ayat, akan tetapi pahalanya per huruf dari Al-Qur`an yang kita baca.

Baca juga: 5 Keutamaan Tadarus Al-Qur'an yang Jarang Diketahui Umat Islam

Pada Ramadhan seperti saat ini tadarus Al-Qur'an sudah menjadi rutinitas tiap muslim. Nah, karena itu, perlu juga diketahui bahwa membaca Al-Qur’an secara jahr tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Maknanya, perlu mempertimbangkan situasi.

Tadarus di masjid, misalnya. Jangan sampai rutinitas tersebut berpotensi mengganggu orang di sekitar kita seperti orang salat yang memerlukan konsentrasi, orang istirahat yang membutuhkan ketenangan, atau orang sakit yang memerlukan istirahat.

Jika tadarus kita berpotensi mengganggu orang di sekitar kita, sebaiknya kita dapat mengecilkan suara ketika membaca Al-Qur’an. Aktivitas apapun (termasuk tadarus) yang menggangu orang salat dan sejenisnya terbilang perbuatan terlarang.

Sayyid Abdurrahman Ba’alawi dalam kittab Bughyatul Mustarsyidin mengingatkan zikir dan sejenisnya antara lain membaca Al-Quran dengan lantang di masjid tidak makruh kecuali jika menggangu konsentrasi orang yang sedang sembahyang atau mengusik orang yang sedang tidur. Tetapi jika bacaan Al-Quran dengan lantang itu lebih banyak mengganggu (menyakiti orang lain), maka saat itu bacaan Al-Quran dengan lantang mesti dihentikan.

Sama halnya dengan orang yang duduk setelah azan dan berzikir. Demikian halnya dengan setiap orang yang datang untuk salat ke masjid, lalu duduk bersamanya, kemudian mengganggu konsentrasi orang yang sedang sembahyang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Memperbanyak Baca Al...
Memperbanyak Baca Al Quran di Bulan Mulia Zulhijjah, Pahalanya Berlipat-lipat!
Bolehkan Baca Al Quran...
Bolehkan Baca Al Quran Tanpa Tahu Artinya?
Kisah Tadarus Al Quran...
Kisah Tadarus Al Quran : Ada Sahabat Nabi SAW yang Khatam Al Quran hanya dalam Satu Rakaat Salat
5 Keutamaan Tadarus...
5 Keutamaan Tadarus Al Quran dan Dalilnya yang Jarang Diketahui
Tadarus Al Quran di...
Tadarus Al Quran di Bulan Ramadan Dianjurkan Berjamaah, Banyak Keutamaannya
14 Adab Saat Tadarus...
14 Adab Saat Tadarus Al Quran di Bulan Ramadan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Suhu Panas di Prancis...
Suhu Panas di Prancis Mencapai 80 Derajat Celcius, Bisa untuk Goreng Telur!
Kisah Al Zahrawi, Sosok...
Kisah Al Zahrawi, Sosok Ilmuwan Muslim Berjuluk Bapak Bedah Modern
Batu Rosetta Artefak...
Batu Rosetta Artefak Mesir Bertuliskan Bahasa para Dewa
Artikel Terkini
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved