Jangan Gagal Paham, Begini Hukum Bermaaf-maafan Saat Lebaran
Jum'at, 22 Mei 2020 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
2. Imam Malik pernah ditanya oleh seseorang tentang ucapan seseorang kepada sesama mereka dengan: "Taqabbalallahu minna waminka", beliau menjawab "Saya tidak tahu itu, dan saya tidak mengingkarinya".
3. Imam Ar-Ramli dari Mazhab As-Syafi'i berkata terkait ucapan: "Taqabbalallahu minna waminka: (walaupun hadits/atsar yang ada dhoif), namun gabungan dari semua riwayat itu bisa dijadikan dasar/landasan.
4. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Tidak mengapa bagi seseirang untuk mengucapkan pada hari raya dengan: "Taqabbalallahu minna waminka". Kebolehan saling memberikan ucapan tahni'ah itu bersifat umum saja. Semua kata-kata baik apalagi yang sifatnya doa bisa pakai. Pun begitu dengan tradisi saling meninta maaf juga bagian dari prilaku baik sangat boleh dilakukan bahkan dianjurkan.(Baca Juga: 10 Kebiasaan Rasulullah Dalam Merayakan Idul Fitri)
Allah Ta'ala berfirman: "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh". (QS Al-A’raf: 199)
"Maka maafkanlah dengan cara yang baik". (QS AlHijr: 85)
"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS An-Nuur: 22)
Lalu jika ada yang bertanya kenapa bermaaf-maafan hanya ada di Idul Fitri ? Jawabannya adalah Idul Fitri hanya sebagai momentum saja. Ini hari baik dan bulan yang baik. Biasanya orang-orang dalam kondisi bahagia setelah sebulan penuh beribadah di bulan Ramadhan , maka dalam kondisi seperti ini biasannya orang-orang sangat mudah memaafkan, yang mungkin belum tentu dimaafkan pada hari lainnya. (Baca Juga: Contoh Khutbah Idul Fitri Tersingkat dari Ustaz Abdul Somad)
Wallahu A'lam
3. Imam Ar-Ramli dari Mazhab As-Syafi'i berkata terkait ucapan: "Taqabbalallahu minna waminka: (walaupun hadits/atsar yang ada dhoif), namun gabungan dari semua riwayat itu bisa dijadikan dasar/landasan.
4. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Tidak mengapa bagi seseirang untuk mengucapkan pada hari raya dengan: "Taqabbalallahu minna waminka". Kebolehan saling memberikan ucapan tahni'ah itu bersifat umum saja. Semua kata-kata baik apalagi yang sifatnya doa bisa pakai. Pun begitu dengan tradisi saling meninta maaf juga bagian dari prilaku baik sangat boleh dilakukan bahkan dianjurkan.(Baca Juga: 10 Kebiasaan Rasulullah Dalam Merayakan Idul Fitri)
Allah Ta'ala berfirman: "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh". (QS Al-A’raf: 199)
"Maka maafkanlah dengan cara yang baik". (QS AlHijr: 85)
"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS An-Nuur: 22)
Lalu jika ada yang bertanya kenapa bermaaf-maafan hanya ada di Idul Fitri ? Jawabannya adalah Idul Fitri hanya sebagai momentum saja. Ini hari baik dan bulan yang baik. Biasanya orang-orang dalam kondisi bahagia setelah sebulan penuh beribadah di bulan Ramadhan , maka dalam kondisi seperti ini biasannya orang-orang sangat mudah memaafkan, yang mungkin belum tentu dimaafkan pada hari lainnya. (Baca Juga: Contoh Khutbah Idul Fitri Tersingkat dari Ustaz Abdul Somad)
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :