Ketika Kaum ‘Ad Mengirim 70 Orang Utusan ke Makkah untuk Berdoa di Ka'bah
Senin, 10 Mei 2021 - 04:06 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
Pada zaman tersebut, kaum ‘Ad mendapatkan bencana tidak turun hujan. Beberapa di antara mereka pergi ke Makkah untuk berdoa kepada Allah di Baitul Haram agar pada bulan tersebut diturunkan hujan untuk mereka. Kaum ‘Ad memilih 70 lelaki yang paling saleh di antara mereka untuk berangkat ke Makkah. Mereka membawa kain untuk penutup Ka’bah .
Baca juga: Maqam Ibrahim: Batu Kecil yang Mendapat Penjagaan Khusus dari Allah SWT
Buku “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas yang telah diterjemahkan oleh Abdul Halim menceritakan tatkala mereka menutupi Ka’bah dengan kain tersebut, tiba-tiba datang angin badai. Angin itu menyobekkan kain penutup tersebut dan melemparkannya dari Baitullah. Kemudian mereka mengelilingi Ka’bah, berdoa kepada Allah dan memintakan hujan untuk kaum mereka. Pada saat itu, terdengar ada seseorang yang mengatakan bait-bait syair berikut:
Semoga Allah mencela delegasi kaum ‘Ad yang telah datang kepada kami.
Sesungguhnya kaum ‘Ad adalah penghuni neraka jahanam yang paling jelek.
Mereka mengutus delegasi untuk memintakan hujan, tetapi kenyataannya mereka bakal mendapatkan air yang panas.
Setelah delegasi itu berdoa kepada Allah, Dia mengirimkan tiga awan, yang berwarna putih, merah, dan hitam. Kemudian mereka mendengar seseorang berkata, “Pilihlah salah satu dari ketiga awan itu!”
Baca juga: Antara Yastrib dan Madinah: Awalnya Umat Nabi Nuh Tinggal di Sini
Orang yang paling tua di antara mereka memilih awan yang berwarna hitam. Dia menyangka awan tersebut akan membawa hujan. Lalu Allah menggiring awan tersebut ke negeri mereka. Maka, tatkala mereka melihatnya, mereka bergembira dan berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.”
Wahab bin Munabbih mengatakan, Allah memerintahkan kepada malaikat yang bertugas mengurusi angin untuk membukakan katup angin yang membinasakan dari dasar bumi.
Tatkala kaum ‘Ad melihat awan yang disangka akan membawa hujan tersebut, mereka bergegas lari ke gurun-gurun. Tiba-tiba angin yang membinasakan berputar-putar, mencerabuti pepohonan dari akar-akarnya, dan putarannya menghancurkan apapun yang terkena olehnya. Hal ini terus berlangsung hingga tujuh hari delapan malam tanpa henti.
Ketika kaum ‘Ad melihat hal itu, mereka buru-buru pergi dan masuk ke rumah mereka masing-masing. Tiba-tiba angin datang dan mengeluarkan mereka dari rumah-rumah mereka. Ketika angin kian membesar, mereka keluar menuju gurun-gurun dengan memakai persenjataan. Mereka berdiri dan berkata, “Kami akan menghadang angin dengan kemampuan dan kekuasaan kami.”
Baca juga: Maqam Ibrahim: Batu Kecil yang Mendapat Penjagaan Khusus dari Allah SWT
Buku “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas yang telah diterjemahkan oleh Abdul Halim menceritakan tatkala mereka menutupi Ka’bah dengan kain tersebut, tiba-tiba datang angin badai. Angin itu menyobekkan kain penutup tersebut dan melemparkannya dari Baitullah. Kemudian mereka mengelilingi Ka’bah, berdoa kepada Allah dan memintakan hujan untuk kaum mereka. Pada saat itu, terdengar ada seseorang yang mengatakan bait-bait syair berikut:
Semoga Allah mencela delegasi kaum ‘Ad yang telah datang kepada kami.
Sesungguhnya kaum ‘Ad adalah penghuni neraka jahanam yang paling jelek.
Mereka mengutus delegasi untuk memintakan hujan, tetapi kenyataannya mereka bakal mendapatkan air yang panas.
Setelah delegasi itu berdoa kepada Allah, Dia mengirimkan tiga awan, yang berwarna putih, merah, dan hitam. Kemudian mereka mendengar seseorang berkata, “Pilihlah salah satu dari ketiga awan itu!”
Baca juga: Antara Yastrib dan Madinah: Awalnya Umat Nabi Nuh Tinggal di Sini
Orang yang paling tua di antara mereka memilih awan yang berwarna hitam. Dia menyangka awan tersebut akan membawa hujan. Lalu Allah menggiring awan tersebut ke negeri mereka. Maka, tatkala mereka melihatnya, mereka bergembira dan berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.”
Wahab bin Munabbih mengatakan, Allah memerintahkan kepada malaikat yang bertugas mengurusi angin untuk membukakan katup angin yang membinasakan dari dasar bumi.
Tatkala kaum ‘Ad melihat awan yang disangka akan membawa hujan tersebut, mereka bergegas lari ke gurun-gurun. Tiba-tiba angin yang membinasakan berputar-putar, mencerabuti pepohonan dari akar-akarnya, dan putarannya menghancurkan apapun yang terkena olehnya. Hal ini terus berlangsung hingga tujuh hari delapan malam tanpa henti.
Ketika kaum ‘Ad melihat hal itu, mereka buru-buru pergi dan masuk ke rumah mereka masing-masing. Tiba-tiba angin datang dan mengeluarkan mereka dari rumah-rumah mereka. Ketika angin kian membesar, mereka keluar menuju gurun-gurun dengan memakai persenjataan. Mereka berdiri dan berkata, “Kami akan menghadang angin dengan kemampuan dan kekuasaan kami.”
Lihat Juga :