Ini Penyebab Mengapa Seseorang Susah Menerima Nasihat
Sabtu, 22 Mei 2021 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Lalu untuk apa Iblis menguasainya? untuk diajarkan kepada anak buahnya agar teori kebahagiaan itu tidak digunakan oleh manusia. Apa yang harus kita lakukan jika seseorang mau menerima nasehat kita atau sebaliknya dia malah mencaci maki kita?
Imam Al-Ghozali menerangkan dalam Kitab Bidayahnya:
ولا تعظن أحدا منهم ما لم تتوسم فيه أو مخايل القبول، وإلا لم يستمع منك وصار خصما عليك، إذا أخطئوا في مسألة، وكانوا يأنفون من التعلم منك، فلا تعلمهم؛ فلا تعلمهم؛ ن فإنهم يستفيدون منك علما ويصبحون لك أعداء، إلا إذا تعلق ذلك بمعصية يقارفونها عن جهل منهم، فاذكر الحق بلطف من غير عنف.
Intinya ketika kita memberikan nasehat ingat kembali ayat ini :
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS Al-Qasas: 56)
Jika yang kita nasehati mau menerima ajakan kita, jangan menjadi ujub berbangga diri dengan berkata: "Aku yang menasehati dia, aku yang memotivasi dia sehingga dia berubah dia hijrah dan lain-lain kerena hal itu akan mejadikan kita sombong."
Jika yang kita nasehati menolak karena kesombonganya bahkan merendahkan dan mencaci kita maka ingatlah ayat di atas. Insya Allah nasihat dan dakwah yang kita sampaikan akan bernilai ibadah di sisi Allah. Dialah Allah yang memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Mengalami Kesulitan Hidup? Begini Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Imam Al-Ghozali menerangkan dalam Kitab Bidayahnya:
ولا تعظن أحدا منهم ما لم تتوسم فيه أو مخايل القبول، وإلا لم يستمع منك وصار خصما عليك، إذا أخطئوا في مسألة، وكانوا يأنفون من التعلم منك، فلا تعلمهم؛ فلا تعلمهم؛ ن فإنهم يستفيدون منك علما ويصبحون لك أعداء، إلا إذا تعلق ذلك بمعصية يقارفونها عن جهل منهم، فاذكر الحق بلطف من غير عنف.
Intinya ketika kita memberikan nasehat ingat kembali ayat ini :
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS Al-Qasas: 56)
Jika yang kita nasehati mau menerima ajakan kita, jangan menjadi ujub berbangga diri dengan berkata: "Aku yang menasehati dia, aku yang memotivasi dia sehingga dia berubah dia hijrah dan lain-lain kerena hal itu akan mejadikan kita sombong."
Jika yang kita nasehati menolak karena kesombonganya bahkan merendahkan dan mencaci kita maka ingatlah ayat di atas. Insya Allah nasihat dan dakwah yang kita sampaikan akan bernilai ibadah di sisi Allah. Dialah Allah yang memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Mengalami Kesulitan Hidup? Begini Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
(rhs)
Lihat Juga :