Kisah Kedermawanan Abu Umamah, 3 Dinar Menjadi 300 Dinar

loading...
Kisah Kedermawanan Abu Umamah, 3 Dinar Menjadi 300 Dinar
Kedermawanan Abu Umamah yang memberikan hartanya untuk peminta-peminta layak kita jadikan hikmah. Foto ilustrasi/ist
Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu bernama asli Shudai bin Ajlan, dari suku Bahilah. Beliau termasuk salah satu sahabat Nabi yang memiliki kisah menakjubkan.

Sahabat Nabi yang yang banyak meriwayatkan Hadis Nabi ini wafat pada Tahun 86 Hijriyah. Berikut kisah kedermawanan beliau, 3 Dinar menjadi 300 Dinar.

Baca Juga: Wasiat Sang Dermawan Sa’id bin al-‘Ash Menjelang Wafat

Dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir berkata: "Maula perempuan Abu Umamah menceritakan kepadaku, 'Abu Umamah adalah orang yang suka bersedekah dan senang mengumpulkan sesuatu untuk kemudian disedekahkan. Dia tidak pernah menolak seorang pun yang meminta sesuatu kepadanya, sekali pun ia hanya bisa memberi sesiung bawang merah atau sebutir kurma atau sesuap makanan."

Pada suatu hari, datanglah seorang pengemis kepadanya padahal ia sudah tidak memiliki itu semua, selain uang sebanyak 3 Dinar. Orang itu tetap meminta juga, maka Abu Umamah memberikannya 1 Dinar. Kemudian datang orang lain untuk meminta. Abu Umamah memberinya 1 Dinar. Lalu datang lagi satu orang, Abu Umamah memberinya 1 Dinar juga.

Sudah barang tentu aku marah. Kemudian aku berkata, 'Wahai Abu Umamah, engkau tidak menyisakan untuk kami suatu pun!'

Kemudian Abu Umamah berbaring untuk tidur siang. Ketika Adzan Ashar dikumandangkan aku membangunkannya. Lalu ia berangkat ke masjid. Setelah itu aku bercakap-cakap dengan dia kemudian aku meninggalkannya untuk mempersiapkan makan malam dan memasang pelana kudanya.

Ketika aku masuk kamar untuk merapikan tempat tidurnya, tiba-tiba aku menemukan mata uang emas dan setelah aku hitung berjumlah 300 Dinar. Aku berkata dalam hatiku: 'Tidak mungkin dia melakukan seperti apa yang dia perbuat kecuali sangat percaya dengan apa yang akan menjadi penggantinya.'

Setelah Isya' dia masuk rumah. Dan ketika melihat makanan yang telah tersedia dan pelana kuda telah terpasang ia tersenyum lalu berkata, 'Inilah kebaikan yang diberikan dari sisi-Nya.'

Aku berada di hadapannya sampai ia makan malam. Ketika itu aku berkata, 'Semoga Allah senantiasa mengasihimu, dengan infak yang engkau berikan itu sebenarnya engkau telah menyisihkan simpanan, tetapi mengapa engkau tidak memberitahu aku, sehingga aku dapat mengambilnya.'
halaman ke-1
cover top ayah
وَزَكَرِيَّاۤ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرۡنِىۡ فَرۡدًا وَّاَنۡتَ خَيۡرُ الۡوٰرِثِيۡنَ‌
Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.

(QS. Al-Anbiya:89)
cover bottom ayah
preload video