Kenapa Tak Mau Berlama-lama Dalam Shalat?
Senin, 21 Juni 2021 - 08:06 WIB
loading...
Di antara kesalahan fatal yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimah dalam shalat mereka adalah meninggalkan tuma’ninah. Foto istimewa
A
A
A
Berapa banyak di antara muslimah yang mengerjakan shalat sementara pikirannya pergi ke mana-mana! Ada di antara mereka yang pikirannya hanya sibuk memikirkan anak-anak, suami, makanan, cucian, telepon dan lain sebagainya yang bisa menghalangi kenikmatan shalat, sehingga hatinya tidak khusyuk dan badannya tidak tunduk.
Baca juga : Tersenyum dan Lapang Dada, Salah Satu Perilaku Rasulullah yang Wajib Dicontoh
Mereka melakukan banyak gerakan , mengerjakannya dengan cepat sebagaimana burung gagak yang mematuk-matuk. Karena hal tersebut berat bagi hatinya, seolah-olah ada gunung di atas punggungnya. Dia lalai bahwa tuma'ninah adalah salah satu rukun shalat.
Tuma'ninah atau tenang ketika shalat adalah salah satu rukun dari rukun-rukun shalat. Tidak sah shalat apabila tidak tuma'ninah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata dengan orang yang tidak tuma'ninah dalam shalat. Beliau berkata:
إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا
Baca juga: Begini Idealnya Hubungan Suami Istri Menurut Al-Qur'an dan Hadis Nabi
“Jika Anda hendak mengerjakan shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat al Quran yang mudah bagi Anda. Kemudian rukuklah sampai benar-benar rukuk dengan tuma’ninah, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud dengan tuma’ninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk sampai benar-benar duduk dengan tuma'ninah, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud, Kemudian lakukan seperti itu pada seluruh shalatmu” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan dalam sabdanya:
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا.
“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari salat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (HR Ahmad dishahihkan oleh al Albani dalam Shahihul Jami’ 986)
Baca juga : Tersenyum dan Lapang Dada, Salah Satu Perilaku Rasulullah yang Wajib Dicontoh
Mereka melakukan banyak gerakan , mengerjakannya dengan cepat sebagaimana burung gagak yang mematuk-matuk. Karena hal tersebut berat bagi hatinya, seolah-olah ada gunung di atas punggungnya. Dia lalai bahwa tuma'ninah adalah salah satu rukun shalat.
Tuma'ninah atau tenang ketika shalat adalah salah satu rukun dari rukun-rukun shalat. Tidak sah shalat apabila tidak tuma'ninah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata dengan orang yang tidak tuma'ninah dalam shalat. Beliau berkata:
إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا
Baca juga: Begini Idealnya Hubungan Suami Istri Menurut Al-Qur'an dan Hadis Nabi
“Jika Anda hendak mengerjakan shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat al Quran yang mudah bagi Anda. Kemudian rukuklah sampai benar-benar rukuk dengan tuma’ninah, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud dengan tuma’ninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk sampai benar-benar duduk dengan tuma'ninah, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud, Kemudian lakukan seperti itu pada seluruh shalatmu” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan dalam sabdanya:
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا.
“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari salat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (HR Ahmad dishahihkan oleh al Albani dalam Shahihul Jami’ 986)
Lihat Juga :