Ilmu Agama, Kunci Bahagia di Dunia dan Akhirat
Jum'at, 09 Juli 2021 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
وَقد تتَعَلَّق الْأَحَادِيث الثَّلَاثَةِ بِأَبْوَابِ الْعِلْمِ بَلْ بِتَرْجَمَةِ هَذَا الْبَابِ خَاصَّةً مِنْ جِهَةِ إِثْبَاتِ الْخَيْرِ لِمَنْ تَفَقَّهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَأَنَّ ذَلِكَ لَا يَكُونُ بِالِاكْتِسَابِ فَقَطْ بَلْ لِمَنْ يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَيْهِ بِهِ وَأَنَّ مَنْ يَفْتَحِ اللَّهُ عَلَيْهِ بِذَلِكَ لَا يَزَالُ جِنْسُهُ مَوْجُودًا حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ
Baca juga: Mendoakan Husnul Khatimah Bagi Orang yang Hidup atau yang Meninggal?
"Dan tiga perkara dalam hadis ini berkaitan dengan bab-bab ilmu, bahkan dengan bab ini secara khusus, yaitu:
(1) Dari sisi penetapan kebaikan untuk orang yang mendalami ilmu agama.
(2) Bahwa pemahaman itu tidak dapat diraih hanya dengan usaha, namun dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya untuk memahami agama.
Baca juga: Pemkot Jakpus Targetkan Sebelum 31 Agustus Seluruh Warga Sudah Divaksin
(3) Bahwa orang yang telah Allah berikan pertolongan untuk memahami agama, maka golongan ini akan senantiasa berada di atas kebenaran sampai datang ketetapan Allah." (Fathul Bari).
Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqolani Asy-Syafi’i rahimahullah juga berkata :
وَمَفْهُومُ الْحَدِيثِ أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِي الدِّينِ أَيْ يَتَعَلَّمْ قَوَاعِدَ الْإِسْلَامِ وَمَا يَتَّصِلُ بِهَا مِنَ الْفُرُوعِ فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ
Baca juga: Pemerintah Tambah 8.100 Unit Konsentrator Oksigen
Baca juga: Mendoakan Husnul Khatimah Bagi Orang yang Hidup atau yang Meninggal?
"Dan tiga perkara dalam hadis ini berkaitan dengan bab-bab ilmu, bahkan dengan bab ini secara khusus, yaitu:
(1) Dari sisi penetapan kebaikan untuk orang yang mendalami ilmu agama.
(2) Bahwa pemahaman itu tidak dapat diraih hanya dengan usaha, namun dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya untuk memahami agama.
Baca juga: Pemkot Jakpus Targetkan Sebelum 31 Agustus Seluruh Warga Sudah Divaksin
(3) Bahwa orang yang telah Allah berikan pertolongan untuk memahami agama, maka golongan ini akan senantiasa berada di atas kebenaran sampai datang ketetapan Allah." (Fathul Bari).
Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqolani Asy-Syafi’i rahimahullah juga berkata :
وَمَفْهُومُ الْحَدِيثِ أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِي الدِّينِ أَيْ يَتَعَلَّمْ قَوَاعِدَ الْإِسْلَامِ وَمَا يَتَّصِلُ بِهَا مِنَ الْفُرُوعِ فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ
Baca juga: Pemerintah Tambah 8.100 Unit Konsentrator Oksigen
Lihat Juga :