alexametrics

Habib Ali Masyhur Wafat, Ulama di Yaman dan Indonesia Berduka

loading...
Habib Ali Masyhur Wafat, Ulama di Yaman dan Indonesia Berduka
Ulama kharismatik As-Sayyid Al-Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafizh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim wafat di Kota Tarim. Foto/dok IG penatarim
Kabar duka dari negeri sejuta wali, telah berpulang kerahmatullah ulama kharismatik As-Sayyid Al-Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafizh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim di Kota Tarim Al-Ghanna, Yaman Selatan, Selasa 26 Mei 2020 bertepatan 3 Syawal 1441 H.

Al-Habib Ali Masyhur adalah Mufti Tarim dan Kakanda ulama besar Yaman Al-Habib Umar bin Hafizh. Berpulangnya beliau sungguh sebuah kehilangan besar bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Beliau memiliki jasa yang sangat besar menebarkan syi'ar dakwah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Al-Habib Ali Masyhur juga merupakan ulama yang sangat dihormati dan diteladani oleh semua orang termasuk para ulama dan dai di Indonesia.

"Beliau adalah salah satu guru besar para ulama Hadramaut di zaman ini," kata Sayyid Usamah bin Zaid bin Syeikh Abubakar (Khadim Mufti Tarim) sebagaimana disiarkan akun @habibumar_indonesia melalui Instagram kemarin.(Baca Juga: Kisah Wafatnya Imam Syafi'i di Pengujung Bulan Rajab)



Sayyid Usamah bin Zaid mengatakan, jika seseorang melihat keadaan dan kesederhanaan beliau maka tidak akan percaya dengan martabat beliau, menghargai semua kalangan tanpa pandang bulu dan memberikan kepada semua hak dan martabatnya. Besar, kecil, tua, muda, orang soleh, orang bejat, ulama, penuntut ilmu, tanpa pandang bulu beliau menghormati dan menyayangi semua kalangan dan lapisan.

Beliau tidak mengenal lelah dalam berdakwah dan mengajar, hari hari beliau dipenuhi untuk menghadiri majlis majlis ilmu, dzikir, memecahkan masalah masalah ummat dan banyak majlis majlis kher. Seluruh waktunya dari sejak kecil hingga saat ini hanyalah untuk mengabdi kepada Allah.

Keluarga beliaupun tidak mengetahui kapan waktu istirahat beliau. Seorang hamba yang dekat dengan sang kholiq. Kepedulian beliau kepada ummat yang sangat besar tidak dapat digambarkan. Setiap yang melihat wajah beliau pasti akan meneteskan air mata dan akan memahami bahwa dihadapannya adalah samudra yang luas dan gunung besar yang sangat kokoh.

Beliau adalah mesin yang menjalankan roda kehidupan dan peribadatan serta kegiatan yang dibangun oleh para salaf solihin di seluruh kota Tarim dan sekitarnya. Cukup bagi beliau memiliki seorang adik dan murid utama beliau yang bisa membantu dakwah ke berbagai penjuru dunia yaitu Al-Habib Umar bin Hafizh.

Al-Habib Ali Masyhur selalu mengatakan: "Selalulah merasa kurang dalam membantu Rasulullah dan ummatnya, sehingga kau sampai ke derajat yang tinggi. Jika kau selalu merasa sudah cukup banyak membantu Rasulullah dan ummatnya maka kau tidak akan menemui derajat yang tinggi".

Habib Ahmad bin Novel Sampaikan Duka Cita
Hari Raya Teragung adalah saat di mana seorang hamba menghadap kepada Kekasihnya, Allah Yang Menciptanya, Tuhan Yang Menganugerahkan. Sekalipun semua bersedih ditinggal, namun kebahagiaan dan senyum serta tawa meliputi sanubarinya tatkala Sang Kekasih menyambut kedatangannya penuh dengan keridhoan.

يا أيتها النفس المطمئنة ارجعي إلى ربك راضية مرضية فادخلي في عبادي و ادخلي جنتي

Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas lagi di-ridhai-Nya. Kemudian masuklah ke dalam (jamaah) hamba-hamba-Ku, Dan masuklah ke dalam surga-Ku.

إنا لله و إنا إليه راجعون

"Duka mendalam atas wafatnya Syaikhana Guru kami Mufti Tarim Al 'Allaamah Al-Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Asy Syaikh Abi Bakar bin Salim. Semoga Allah mengangkat derajat beliau dan menjadikannya di ‘Illiyyiin bersama orang-orang yang mendapatkan anugerah Allah dari para Nabi, para shiddiqiin, para syuhada dan para sholihin," tulis Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan, pengasuh Al-Hawthah Al-Jindaniyah yang juga pengajar di Ponpes Al-Fachriyah Tangerang dalam akun IG-nya @ahmad_novel_jindan.(Baca Juga: Apabila Banyak Ulama yang Wafat, Kiamat Semakin Dekat?)
(rhs)
cover top ayah
وَمَا عَلَّمۡنٰهُ الشِّعۡرَ وَمَا يَنۡۢبَغِىۡ لَهٗؕ اِنۡ هُوَ اِلَّا ذِكۡرٌ وَّقُرۡاٰنٌ مُّبِيۡنٌۙ
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,

(QS. Yasin:69)
cover bottom ayah
preload video
KOMENTAR
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak