Kisah Kecerdasan Ahnaf bin Qais dalam Pembebasan Persia
Selasa, 13 Juli 2021 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Umar mempersiapkan perbekalan mereka dan menyiapkan perbekalan pula untuk Ahnaf. Namun Ahnaf berkata, “Demi Allah wahai Amirul Mukminin, tiadalah kami jauh-jauh menemui Anda dan memukul perut onta selama berhari-hari demi mendapatkan perbekalan. Saya tidak memiliki keperluan selain keperluan kaumku seperti yang telah saya katakan kepada Anda. Jika Anda mengabulkannya, itu sudah cukup bagi Anda.”
Rasa takjub Umar semakin bertambah lalu beliau berkata, “Pemuda ini adalah pemimpin penduduk Bashrah.”
Usailah majelis itu dan para utusan beranjak ke tempat menginap yang telah disediakan. Umar bin Khaththab melayangkan pandangan beliau pada barang-barang mereka. Dari salah satu bungkusan tersembul sepotong pakaian. Umar menyentuhnya sambil bertanya, “Milik siapa ini?”
Baca juga: Pesan Sholat Umar bin Khattab Menjelang Izrail Menjemputnya
Ahnaf menjawab, “Milik saya, wahai Amirul Mukminin,” dan seketika itu dia merasa bahwa Umar menganggap barang itu terlalu mewah dan mahal.
Umar bertanya, “Berapa harga baju ini tatkala kamu membelinya?”
Ahnaf menjawab, “Delapan dirham.” Ahnaf tidak pernah mendapati dirinya berdusta kecuali kali ini. Pakaian tersebut dibelinya dengan harga dua belas dirham.
Umar menatapnya dengan pandangan kasih sayang. Dengan halus dia berkata, “Saya rasa untukmu cukup satu potong saja, kelebihan harta yang kau miliki hendaknya Anda pakai untuk membantu muslim lainnya.”
Umar berkata kepada semuanya. “Ambillah bagi kalian yang diperlukan dan gunakan kelebihan harta kalian pada tempatnya agar ringan beban kalian dan banyak mendapatkan pahala.”
Ahnaf tertunduk malu mendengarnya dan beliau tak sanggup berkata apa-apa.
Rasa takjub Umar semakin bertambah lalu beliau berkata, “Pemuda ini adalah pemimpin penduduk Bashrah.”
Usailah majelis itu dan para utusan beranjak ke tempat menginap yang telah disediakan. Umar bin Khaththab melayangkan pandangan beliau pada barang-barang mereka. Dari salah satu bungkusan tersembul sepotong pakaian. Umar menyentuhnya sambil bertanya, “Milik siapa ini?”
Baca juga: Pesan Sholat Umar bin Khattab Menjelang Izrail Menjemputnya
Ahnaf menjawab, “Milik saya, wahai Amirul Mukminin,” dan seketika itu dia merasa bahwa Umar menganggap barang itu terlalu mewah dan mahal.
Umar bertanya, “Berapa harga baju ini tatkala kamu membelinya?”
Ahnaf menjawab, “Delapan dirham.” Ahnaf tidak pernah mendapati dirinya berdusta kecuali kali ini. Pakaian tersebut dibelinya dengan harga dua belas dirham.
Umar menatapnya dengan pandangan kasih sayang. Dengan halus dia berkata, “Saya rasa untukmu cukup satu potong saja, kelebihan harta yang kau miliki hendaknya Anda pakai untuk membantu muslim lainnya.”
Umar berkata kepada semuanya. “Ambillah bagi kalian yang diperlukan dan gunakan kelebihan harta kalian pada tempatnya agar ringan beban kalian dan banyak mendapatkan pahala.”
Ahnaf tertunduk malu mendengarnya dan beliau tak sanggup berkata apa-apa.
Lihat Juga :