Inilah Talbis Iblis Terhadap Kaum Khawarij
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 06:52 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi ada seseorang yang belum bisa menerima, walaupun Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah mengucapkan kata-kata itu. Disaat demikian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam didatangi seorang laki-laki yang bermata cekung, menonjol bagian atas kedua pipinya, menyembul dahinya, lebat jenggotnya, menyingsingkan sarungnya, botak kepalanya. Lalu dia berkata: “Wahai Rasulullah, takutlah engkau kepada Allah.”
Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengangkat wajah beliau kearah orang itu dan berkata: “Celaka kamu, bukankah di muka bumi ini orang yang paling takut kepada Allah adalah aku?”
Tidak lama berselang, laki-laki itu pun menjauh. Maka Khalid yang berada di dekat Nabi berkata: “Wahai Rasulullah, bolehkah aku memenggal leher orang itu?” Maka Nabi menjawab: “Tidak, barangkali dia masih mengerjakan sholat.”
Baca juga: Pakar ITB Ingatkan Potensi Tsunami Megathrust Selatan Jawa, Air Laut Bisa Sentuh Istana Negara
Maka Khalid mengatakan: “Sungguh banyak orang yang sholat namun mengucapkan apa yang tidak ada dalam hatinya.” Maka Nabi berkata kepada Khalid: “Aku tidaklah diutus untuk mengoyak hati manusia atau membelah perut mereka.” Kemudian Nabi memandangi laki-laki itu saat dia berpaling, dan Nabi pun berkata:
إنه سيخرج من ضئضئ هذا قوم يقرؤون القرآن لا يجاوز حناجرهم
“Sungguh akan muncul dari anak keturunan orang ini satu kaum, mereka membaca Al-Qur’an tapi bacaan itu tidak melewati kerongkongan mereka.”
Mereka membaca Al-Qur’an tapi tidak mereka pahami. Artinya itu hanyalah bacaan di bibir saja. Ini musibah ketika seseorang mengambil ayat dari Al-Qur’an sebagai dalil atas apa yang dilakukannya namun dia tidak paham terhadap ayat itu. Dia gunakan ayat itu untuk membenarkan perbuatannya dan dia tidak tahu apa maksud dari ayat itu.
Baca juga: Jerman Sebut AS Bertanggung Jawab Atas Situasi di Afghanistan
Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan akibat yang sangat buruk dari menggunakan dalil-dalil syar’i tapi salah dalam memahaminya.
Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengangkat wajah beliau kearah orang itu dan berkata: “Celaka kamu, bukankah di muka bumi ini orang yang paling takut kepada Allah adalah aku?”
Tidak lama berselang, laki-laki itu pun menjauh. Maka Khalid yang berada di dekat Nabi berkata: “Wahai Rasulullah, bolehkah aku memenggal leher orang itu?” Maka Nabi menjawab: “Tidak, barangkali dia masih mengerjakan sholat.”
Baca juga: Pakar ITB Ingatkan Potensi Tsunami Megathrust Selatan Jawa, Air Laut Bisa Sentuh Istana Negara
Maka Khalid mengatakan: “Sungguh banyak orang yang sholat namun mengucapkan apa yang tidak ada dalam hatinya.” Maka Nabi berkata kepada Khalid: “Aku tidaklah diutus untuk mengoyak hati manusia atau membelah perut mereka.” Kemudian Nabi memandangi laki-laki itu saat dia berpaling, dan Nabi pun berkata:
إنه سيخرج من ضئضئ هذا قوم يقرؤون القرآن لا يجاوز حناجرهم
“Sungguh akan muncul dari anak keturunan orang ini satu kaum, mereka membaca Al-Qur’an tapi bacaan itu tidak melewati kerongkongan mereka.”
Mereka membaca Al-Qur’an tapi tidak mereka pahami. Artinya itu hanyalah bacaan di bibir saja. Ini musibah ketika seseorang mengambil ayat dari Al-Qur’an sebagai dalil atas apa yang dilakukannya namun dia tidak paham terhadap ayat itu. Dia gunakan ayat itu untuk membenarkan perbuatannya dan dia tidak tahu apa maksud dari ayat itu.
Baca juga: Jerman Sebut AS Bertanggung Jawab Atas Situasi di Afghanistan
Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan akibat yang sangat buruk dari menggunakan dalil-dalil syar’i tapi salah dalam memahaminya.
Lihat Juga :