Tiga Tingkatan Orang yang Sabar
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 13:10 WIB
loading...
Sabar dalam ketaatan kepada Allah Taala merupakan tingkatan sabar yang paling tinggi. Foto Dok SINDOnews
A
A
A
Orang-orang yang sabar (Ash-Shabirin) merupakan salah satu karakter penghuni surga. Sabar artinya adalah menahan diri untuk menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya serta tabah menghadapi ujian di atas jalannya.
Baca juga: Cerita Para Sahabat Tentang Keutamaan Orang Sabar
Para ulama membagi sabar menjadi tiga tingkatan , yakni tingkat pertama sabar dalam ketaatan, tingkatan kedua sabar terhadap maksiat dan tingkatan ketiga sabar terhadap musibah. Ustadz Halim Tri Hantoro, SPdi, yang juga pengajar di IAIN Surakarta, dalam salah satu ceramahnya menguraikan tingkatan sabar tersebut sebagai berikut:
1. Tingkatan sabar yang pertama: Sabar dalam ketaatan.
Sabar dalam ketaatan ini adalah tingkatan sabar yang paling tinggi, kenapa? Karena kebanyakan tabiat nafsu manusia itu tidak menyukai ketaatan dan lebih cenderung kepada kemungkaran.
Baca juga: Inilah Talbis Iblis Terhadap Kaum Khawarij
Maka, untuk melakukan ketaatan diperlukan kemauan yang sangat kuat, melewati jalan-jalan yang dipenuhi dengan onak dan duri, ranjau dan segala sesuatu yang bisa menghalanginya dari ketaatan.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
حَفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ
“Dan jalan menuju surga itu dipenuhi dengan sesuatu yang tidak kita senangi.” (HR. Muslim)
Baca juga: Cerita Para Sahabat Tentang Keutamaan Orang Sabar
Para ulama membagi sabar menjadi tiga tingkatan , yakni tingkat pertama sabar dalam ketaatan, tingkatan kedua sabar terhadap maksiat dan tingkatan ketiga sabar terhadap musibah. Ustadz Halim Tri Hantoro, SPdi, yang juga pengajar di IAIN Surakarta, dalam salah satu ceramahnya menguraikan tingkatan sabar tersebut sebagai berikut:
1. Tingkatan sabar yang pertama: Sabar dalam ketaatan.
Sabar dalam ketaatan ini adalah tingkatan sabar yang paling tinggi, kenapa? Karena kebanyakan tabiat nafsu manusia itu tidak menyukai ketaatan dan lebih cenderung kepada kemungkaran.
Baca juga: Inilah Talbis Iblis Terhadap Kaum Khawarij
Maka, untuk melakukan ketaatan diperlukan kemauan yang sangat kuat, melewati jalan-jalan yang dipenuhi dengan onak dan duri, ranjau dan segala sesuatu yang bisa menghalanginya dari ketaatan.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
حَفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ
“Dan jalan menuju surga itu dipenuhi dengan sesuatu yang tidak kita senangi.” (HR. Muslim)
Lihat Juga :