Khabbab bin Arats (3): Mengajarkan Al-Quran kepada Fathimah binti Khattab

loading...
Khabbab bin Arats (3): Mengajarkan Al-Quran kepada Fathimah binti Khattab
Di masa-masa dakwah pertama, Khabbab bin Arats tidak merasa cukup dengan hanya ibadah dan shalat semata, tetapi ia juga memanfaatkan kemampuannya dalam mengajar.Ilustrasi/Ist
Khabbab bin Arats ra adalah sahabat Nabi SAW yang mula-mula masuk Islam. Ia termasuk yang mendapat ancaman dan siksaan dari kafir Quraish. Profesinya sebagai pande besi, membuat pedang dan alat tempur lainnya. Di luar itu, dengan gigih ia mengajarkan Al-Quran kepada mereka yang baru masuk Islam. Mereka yang diajar antara lain adalah Fathimah binti Khattab, saudara Umar bin Khattab .

Baca juga: Khabbab bin Arats (2): Nasib Tragis Ummi Anmar Setelah Menyiksa Pande Besi

Di masa-masa dakwah pertama, Khabbab bin Arats tidak merasa cukup dengan hanya ibadah dan shalat semata, tetapi ia juga memanfaatkan kemampuannya dalam mengajar. Didatanginya rumah sebagian temannya yang beriman dan menyembunyikan keislaman mereka karena takut kekejaman Quraisy, lalu dibacakannya kepada mereka ayat-ayat al-Quran dan diajarkannya. la mencapai kemahiran dalam belajar al-Quran yang diturunkan ayat demi ayat dan surat demi surat.

Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan mengenai dirinya, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Barangsiapa ingin membaca al-Quran tepat sebagaimana diturunkan, hendaklah ia meniru bacaan Ibnu Ummi Abdin!" ...,hingga Abdullah bin Mas'ud menganggap Khabbab sebagai tempat bertanya mengenai soal-soal yang bersangkut paut dengan al-Quran, baik tentang hafalan maupun pelajarannya.

Khabbab juga yang mengajarkan al-Quran kepada Fathimah binti Khatthab dan suaminya Sa'id bin Zaid ketika mereka dipergoki oleh Umar bin Khatthab yang datang dengan pedang di pinggang untuk membuat perhitungan dengan Agama Islam dan Rasulullah SAW. Tetapi demi dibacanya ayat-ayat alQuran yang termaktub pada lembaran yang dipergunakan oleh Khabbab untuk mengajar, ia pun berseru dengan suaranya yang barkah: "Tunjukkan kepadaku di mana Muhammad"

Baca juga: Khabbab bin Arats (1): Pande Besi yang Disiksa karena Masuk Islam

Dan ketika Khabbab mendengar ucapan Umar itu, ia pun segera keluar dari tempat persembunyiannya, serunya: "Wahai Umar! Demi Allah, saya berharap kiranya kamulah yang telah dipilih oleh Allah dalam memperkenankan permohonan Nabi-Nya SAW. Karena kemarin saya dengar ia memohon:

"Ya Allah, Kuatkanlah Agama Islam dengan salah seorang di antara dua lelaki yang lebih Engkau sukai: Abui Hakam bin Hisyam dan Umar bin Khatthab ... !"

Umar segera menyahut: "Di mana saya dapat menemuinya sekarang ini, hai Khabbab?"

"Di Shafa," ujar Khabbab, "Di rumah Arqam bin Abil Arqam".

Maka pergilah Umar mendapatkan keuntungan yang tidak terkira, menemui awal nasibnya yang bahagia. (Bersambung)

Baca juga: Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang Mengagumkan
(mhy)
cover top ayah
قُلۡ اِنَّ صَلَاتِىۡ وَنُسُكِىۡ وَ مَحۡيَاىَ وَمَمَاتِىۡ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ
Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. 

(QS. Al-An’am:162)
cover bottom ayah
preload video