Dalil Keutamaan Dzikir dengan Jemari Tangan Kanan

Rabu, 15 September 2021 - 19:04 WIB
loading...
Dalil Keutamaan Dzikir...
Ternyata, berdzikir dengan jari jemari tangan kanan dianjurkan karena itu sesuai sunnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Foto pinterest
A A A
Ketika berdzikir, sebagian umat muslim biasanya menggunakan tasbih dan ada juga yang menggunakan jari. Dan ternyata, berdzikir dengan jari jemari lebih utama terlebih bila menggunakan tangan kanan, karena dzikir termasuk perbuatan yang baik.

Dari Yusairah seorang wanita Muhajirah, dia berkata :

قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُنَّ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَّقْدِيسِ وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada kami: “Hendaknya kalian bertasbih (ucapkan subhanallah), bertahlil (ucapkan laa ilaha illallah), dan bertaqdis (menyucikan Allah), dan hitunglah dengan ujung jari-jemari kalian karena itu semua akan ditanya dan diajak bicara (pada hari kiamat), janganlah kalian lalai yang membuat kalian lupa dengan rahmat Allah.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud dari hadis Hani bin ‘Utsman dan dishahihkan Adz Dzahabi).

Baca juga: 5 Dzikir Berpahala Besar yang Diajarkan Rasulullah SAW

Salah satu dzikir yang bisa dilakukan dengan jemari tangan (tanpa bantuan alat hitung tasbih) adalah dzikir-dzikir pendek. Misalnya dzikir setelah shalat fardhu.

Kenapa lebih utama dzikir dengan jari jemari dari tangan kanan? Ustadz Ammi Nur Baits, dai dari Dewan Konsultasi Syariah menyebutkan, terdapat hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan,

رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يعقد التسبيح. وزاد محمد بن قدامة -شيخ أبي داود- في روايته لفظ: “بيمينه”

“Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghitung bacaan tasbih dengan tangannya.” Sementara dari jalur Muhammad bin Qudamah – gurunya Abu Daud – terdapat tambahan: “dengan tangan kanannya” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

Berdasarkan hadis ini, sebagian ulama menganjurkan untuk menghitung dzikir dengan jari-jari tangan kanan saja. Hanya saja, sebagian ulama menilai bahwa tambahan ‘dengan tangan kanannya’ adalah tambahan yang lemah. Sebagaimana keterangan Syaikh Dr. Bakr Abu Zaid. Sehingga dianjurkan untuk menghitung dzikir dengan kedua tangan, kanan maupun kiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
6 Adab yang Harus Diperhatikan...
6 Adab yang Harus Diperhatikan Saat Berzikir
17 Pengaruh Zikir Bagi...
17 Pengaruh Zikir Bagi Kehidupan Manusia, Apa Saja?
Doa dan Zikir Setelah...
Doa dan Zikir Setelah Salat Witir Serta Cara Mengamalkannya
Bacaan Zikir Sebelum...
Bacaan Zikir Sebelum Tidur Sesuai yang Diajarkan Rasulullah SAW
Bolehkah Berzikir dengan...
Bolehkah Berzikir dengan Suara Keras? Ini Penjelasan UAS
Keutamaan Berzikir dan...
Keutamaan Berzikir dan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Rekomendasi
Ahli Ungkap Semua Gempa...
Ahli Ungkap Semua Gempa di Jawa Berpotensi Menghancurkan dalam Sekejap Mata
Rumania Bersiap Hadapi...
Rumania Bersiap Hadapi Gelombang Panas, Peringatan Merah Dikeluarkan
Tujuh Matahari Tiba-tiba...
Tujuh Matahari Tiba-tiba Muncul Sekaligus di Langit China
Artikel Terkini
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Infografis
7 Penyakit yang Dapat...
7 Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Cuci Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved