Mewaspadai 'Ain, Penyakit yang Bisa Mendahului Takdir

Jum'at, 17 September 2021 - 09:11 WIB
loading...
A A A
Misalnya, ketika ia bersin ia menyangka kena ‘ain. Ketika mobilnya mogok, ia menyangka kena ‘ain, ketika keuntungan usahanya turun ia menyangka kena ‘ain, dan semisalnya. Seorang Mukmin harus pertengahan antara ifrath (berlebihan) dan tafrith (meremehkan).

Syaikh Dr. Sulaiman Ar Ruhaili hafizhahullah, mengatakan, ‘ain ada dua:

[1] ‘ain hasidah, yang terjadi karena pandangan hasad (iri; dengki).

[2] ‘ain mu’jabah, yang terjadi karena pandangan kagum. Bahkan seseorang bisa terkena ‘ain karena pandangan kagumnya pada diri sendiri.

Kiat agar kita tidak menjadi penyebab ‘ain bagi orang lain adalah dengan mendoakan keberkahan jika melihat perkara yang mengagumkan pada orang lain.

Baca juga: Inilah Cara Taubat dari Perbuatan Mencuri

Dengan mengucapkan “baarakallahu fiik” (semoga Allah memberkahimu), atau “masyaallah tabaarakallah” (segala sesuatu atas kehendak Allah, semoga Allah memberi keberkahan), atau “masyaallah laa haula wa laa quwwata illabillah tabaarakallah” (segala sesuatu atas kehendak Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah, semoga Allah memberi keberkahan).

Adapun “masyaallah laa haula wa laa quwwata illabillah” ini masih belum cukup. Karena yang Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam adalah dengan mendoakan keberkahan. Boleh saja diucapkan sebagaimana disebutkan dalam surat Al Kahfi ayat 39, namun ini belum cukup untuk mencegah ‘ain.

Cara paling utama mencegah terjadi ‘ain pada diri sendiri adalah dengan banyak tawakal (menggantungkan hati) kepada Allah dan banyak berdzikir. Walaupun terkadang Allah takdirkan sebab-sebab pencegah ‘ain tidak berfungsi sehingga seseorang terkena ‘ain ketika ia sudah banyak berdzikir, namun bukan berarti dzikir itu tidak bermanfaat.

Oleh karena itu Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam pun pernah terkena sihir, padahal beliau adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah. Karena ketika itu Allah takdirkan sebab-sebab pencegah keburukan tidak berfungsi karena suatu hikmah.

Maka hendaknya memperbanyak dzikir , di antaranya dzikir pagi dan sore, membaca Al Qur’an terkhusus membaca ayat kursi di pagi dan sore hari, ini semua akan menjadi tameng dari ‘ain atas izin Allah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hati-hati, Bahaya Rasa...
Hati-hati, Bahaya Rasa Kagum yang Jarang Disadari
Jangan Lewatkan Bahaya...
Jangan Lewatkan Bahaya 'Ain dan Kisah Pemuda Hijrah di Cahaya Hati Indonesia, Sabtu dan Minggu pukul 12.00 WIB, Hanya di iNews
Zikir Pencegah Penyakit...
Zikir Pencegah Penyakit Ain, Yuk Amalkan!
Zikir-zikir Pagi dan...
Zikir-zikir Pagi dan Sore, Pencegah Penyakit Ain
Senang Dikagumi, Dosa...
Senang Dikagumi, Dosa Besar yang Sering Diremehkan Kaum Wanita
Penyakit Ain Itu Nyata,...
Penyakit Ain Itu Nyata, Amalkan Doa Ini untuk Mencegahnya!
Rekomendasi
Ikan Kiamat Raksasa...
Ikan Kiamat Raksasa Naik ke Permukaan Laut Taiwan, Ini Faktanya
Uniknya 4 Robot Pelayan...
Uniknya 4 Robot Pelayan Restoran di Dunia
Dekat dengan Indonesia,...
Dekat dengan Indonesia, Ini yang Akan Picu Lempeng Raksasa Samudra Hindia Pecah
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved