Abu Nawas Menciumi Ayam Panggang, Jebakan Baginda Gagal Lagi

Senin, 01 Juni 2020 - 10:17 WIB
loading...
Abu Nawas Menciumi Ayam...
Abu Nawas memang cerdik. Baginda gagal lagi. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Abu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). Baca juga: Abu Nawas Mencari Ibu Angkat, Baginda Tekor Seratus Dinar

Penyakit Raja Harun Ar-Rasyid kepada Abu Nawas kambuh lagi. Ini bukan penyakit flu atau sejenisnya, apalagi covid-19 . Bukan. Penyakit itu adalah penyakit geram, kesal, campur aduk yang ingin selalu membuat Abu Nawas susah. Memang sih, sudah beberapa kali Abu Nawas membuat diri Sultan malu di depan para pejabat kerajaan. Nah, itu sebabnya niat balas dendam Sultan terus membara. Masalahnya, sejauh ini Sultan selalu saja kalah telak melawan Abu Nawas.

Ini kali Sultan hendak membuat jebakan untuk Abu Nawas. Seperti biasa, jika Abu Nawas gagal maka akan mendapatkan hukuman. "Panggil Abu Nawas," titah Paduka Sultan kepada pelayannya.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Cara Mendapat Pengetahuan

Begitu lelaki cerdik ini berada di depannya, Raja Harun Ar-Rasyid langsung mengajak Abu Nawas duduk di meja makan. Mereka duduk menghadapi hidangan yang menggugah selera. Sementara para pejabat istana hanya komat-kamit menahan selera. "Wahai Abu Nawas, di depan mejaku itu ada sepanggang daging ayam yang lezat dan enak dilahap, tolong segera ambilkan," perintah sang raja.

Abu Nawas agak terkaget-kaget juga mendapat perintah itu. Tak biasanya ia disuruh melayani makan baginda raja. Ada apa lagi ini, pikir Abu Nawas. "Mungkin raja ingin menjebakku, aku harus waspada," kata Abu Nawas dalam hati.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu

Abu Nawas menuruti perintah baginda raja. Ia pun mengambil ayam panggang sang raja, kemudian memberikannya kepada paduka. Namun, Baginda Sultan tak langsung menerimanya. Ia bertanya lagi. "Abu Nawas, di tangan kamu ada sepotong ayam panggang lezat, silahkan dinikmati."

Raja memberikan perintah lagi. Abu Nawas tambah bingung. Tapi kalau disuruh makan ayam sudah pasti enak banget. Namun belum lagi Abu Nawas menyantap ayam panggang tersebut, tiba-tiba raja berkata lagi, "Tapi ingat Abu Nawas," ujar Sultan membuat Abu Nawas urung menggigit ayam yang sudah mendekat di mulutnya itu.

Baca juga: Ketika Nasruddin Hoja Tidak Konsisten Lagi

"Dengarkan dulu petunjuknya," ujar Sultan. "Jika kamu memotong paha ayam itu, maka aku akan memotong pahamu dan jika kamu memotong dada ayam itu, maka aku akan memotong dadamu. Tidak hanya itu saja, jika kamu memotong dan memakan kepala ayam itu, maka aku akan memotong kepalamu. Akan tetapi kalau kamu hanya mendiamkan saja ayam panggang itu, akibatnya kamu akan aku gantung," titah sang Raja kepada Abu Nawas.

Abu Nawas pun jadi gelagapan. Ia menjadi bingung dengan petunjuk yang dititahkan rajanya itu. Ia pandangi ayam itu. Jakunnya naik turun karena nafsu makannya yang terganggu. Dalam kebingungannya itu, Abu Nawas semakin yakin jika dirinya dalam perangkap baginda. Ini hanya akal-akalan sang Raja. Tak cuma Abu Nawas saja yang tegang, melainkan semua pejabat kerajaan yang hadir di istana tampak tegang pula.

Baca juga: Baginda Sultan dan Para Menteri Bertelur, Abu Nawas Berkokok
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Lubang Lapisan Ozon...
Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut
Cuaca Panas Ekstrem...
Cuaca Panas Ekstrem Panggang Jerman, Sungai Rhine Terancam Jadi Daratan
Jepang Merevisi Probabilitas...
Jepang Merevisi Probabilitas Gempa Besar di Palung Nankai
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved