Inilah Keutamaan Membaca dan Menghapal Hadis
Rabu, 06 Oktober 2021 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
2. Mengelokkan wajahnya
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan lebih dari 20 orang shahabat, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyebut sebuah keutamaan agung bagi seorang yang membaca, memahami dan menghafal hadis. Keutamaan tersebut bukan main-main, yakni sebuah doa yang dipanjatkan langsung oleh Baginda Rasul sebuah do’a yang pastilah diijabah oleh Allah Ta’ala.
Doa yang Rasulullah panjatkan tercantum dalam sabda Beliau,
“Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadis dariku, lalu dia memahami dan menghafalnya, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain).” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Ibnu Hibban, dan ath-Thabrani).
Ibnul Qayyim menjelaskan hadis tersebut sebagai berikut, bahwa andaikan tak ada lagi keutamaan mempelajari hadis selain keutamaan tersebut, maka sangat cukup sebagai sebuah keutamaan tersebut. “Seandainya tidak ada keutamaan mempelajari ilmu (hadis) kecuali (dalam hadis) ini, maka cukuplah itu sebagai kemuliaan (yang agung).”
Dalam hadis tersebut menunjukkan pula bagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memuliakan dan mengkhususkan orang-orang yang mempelajari hadis dengan mendoakan mereka. Doa tersebut pun tak diberikan pada selainnya di kalangan umat Islam.
Adapun makna mencerahkan atau mengelokkan rupa yang dimaksud Rasulullah dalam hadis di atas berkaitan dengan kehidupan di akhirat kelak. Sebagaimana dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman,
“Pada hari itu, ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan), ‘Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman, karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.’ Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga). Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Ali ‘Imran: 106-107).
Baca juga: Hati-hati Syuhrah, Pakaian yang Bisa Menyeret Kepada Dosa
Wallahu A'lam
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan lebih dari 20 orang shahabat, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyebut sebuah keutamaan agung bagi seorang yang membaca, memahami dan menghafal hadis. Keutamaan tersebut bukan main-main, yakni sebuah doa yang dipanjatkan langsung oleh Baginda Rasul sebuah do’a yang pastilah diijabah oleh Allah Ta’ala.
Doa yang Rasulullah panjatkan tercantum dalam sabda Beliau,
“Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadis dariku, lalu dia memahami dan menghafalnya, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain).” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Ibnu Hibban, dan ath-Thabrani).
Ibnul Qayyim menjelaskan hadis tersebut sebagai berikut, bahwa andaikan tak ada lagi keutamaan mempelajari hadis selain keutamaan tersebut, maka sangat cukup sebagai sebuah keutamaan tersebut. “Seandainya tidak ada keutamaan mempelajari ilmu (hadis) kecuali (dalam hadis) ini, maka cukuplah itu sebagai kemuliaan (yang agung).”
Dalam hadis tersebut menunjukkan pula bagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memuliakan dan mengkhususkan orang-orang yang mempelajari hadis dengan mendoakan mereka. Doa tersebut pun tak diberikan pada selainnya di kalangan umat Islam.
Adapun makna mencerahkan atau mengelokkan rupa yang dimaksud Rasulullah dalam hadis di atas berkaitan dengan kehidupan di akhirat kelak. Sebagaimana dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman,
“Pada hari itu, ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan), ‘Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman, karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.’ Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga). Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Ali ‘Imran: 106-107).
Baca juga: Hati-hati Syuhrah, Pakaian yang Bisa Menyeret Kepada Dosa
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :