Kisah Umar Bin Khattab

Dua Versi Tentang Kisah Masuknya Islam Umar Bin Khattab

loading...
Dua Versi Tentang Kisah Masuknya Islam Umar Bin Khattab
Umar orang yang berhati lembut, berperasaan halus dalam arti keadilan. Foto/Ilustrasi/Ist
PADA mulanya, Umar bin Khattab adalah laki-laki Makkah yang paling keras menentang dan memerangi Islam. Ibn Hisyam menuturkan bahwa suatu hari Abu Bakar melihat Umar sedang menghajar seorang budak perempuan supaya meninggalkan Islam. Demikian rupa ia menghajar, karena sudah terlalu banyak ia memukul, hingga ia merasa bosan sendiri.

“Aku memaafkan kau! Kutinggalkan kau hanya karena sudah bosan,” ujar Umar meninggalkan budak itu.

“Itulah yang dilakukan Allah kepadamu,” jawab hamba sahaya itu. Kemudian hamba sahaya itu dibeli oleh Abu Bakar lalu dibebaskan.

Menurut Muhammad Husain Haekal dalam “Umar bin Khattab”, perlawanan Umar terhadap Nabi Muhammad dan dakwahnya bukan karena fanatik atau karena tidak mengerti. “Kita sudah tahu dia termasuk penduduk Makkah yang paling mantap dan paling banyak pengetahuannya,” tulisnya.



Baca juga: Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Pemerintah Harus Serius Pikirkan Nasib Jamaah

Dia pun, lanjut Haekal, sudah mendengar kata-kata Nabi Muhammad yang dipandangnya baik. Akan tetapi sikapnya terhadap dakwah yang baru ini makin menambah sikap keras kepalanya makin menjadi-jadi. Ia menyiksa dan menyakiti kaum Muslimin yang jatuh ke tangannya, sehingga mereka benar-benar merasa tersiksa karena tindakannya yang begitu keras kepada mereka.

Haekal menuturkan, Umar menganggap apa yang dilakukan Rasulullah hanya akan merusak dan menghancurkan tatanan hidup di Makkah. Dia lebih menyukai Makkah dengan segala tata tertibnya serta penduduknya yang hidup tenang, daripada Nabi Muhammad dan dakwahnya yang ternyata memecah belah persatuan Quraisy dan menginjak-injak kedudukan tanah suci itu.



Baca juga: Keputusan Pembatalan Keberangkatan Haji Dilakukan Sepihak oleh Pemerintah
halaman ke-1 dari 11
cover top ayah
وَلۡتَكُنۡ مِّنۡكُمۡ اُمَّةٌ يَّدۡعُوۡنَ اِلَى الۡخَيۡرِ وَيَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ‌ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ‏
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

(QS. Ali 'Imran:104)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video