Duka Umar bin Abdul Aziz Ketika Diangkat Menjadi Khalifah
Selasa, 16 November 2021 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Ini adalah surat dari hamba Allah, Sulaiman pemimpin kaum Muslimin, kepada Umar bin Abdul Aziz. Aku sudah menunjuk Anda sebagai penggantiku untuk menjadi khalifah, dan Anda akan digantikan oleh Yazid bin Abdul Malik. Wahai manusia, dengarkanlah dia dan patuhilah; takutlah pada Allah dan hindari perselisihan, agar musuh tidak mengambil keuntungan dari kalian.”
Mendengar ini, secara bersamaan Umar bin Abdul Aziz dan Hisham bin Abdul Malik mengucapkan, “Innalillahi wa innailaihi rajiun”. Satu ucapan yang sama, tapi dengan dua alasan yang berbeda.
Umar bin Abdul Aziz langsung menangis dan terpaku di tempat duduknya.
Baca juga: Surat 'Nasehat' al-Hasan al-Bashri untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Mengetahui bahwa sejak lama Umar memang menolak jabatan tersebut, Raja’ bin Haywah yang membacakan wasiat tersebut bergegas mendatangi Umar dan menggangkat tangannya untuk dibai’at, kemudian Raja’ menarik paksa Umar bin Abdul Aziz ke atas mimbar.
Surat wasiat Sulaiman demikian mengikat. Yang menolaknya berarti mati. Hisham bin Abdul Malik – ketika mendengar nama Umar yang muncul – berkata, bahwa ia tidak akan mematuhi Umar sebagai khalifah.
Mendengar ini, Raja’ langsung menjawab, “kalau begitu, aku akan memenggal leher mu!”. Dan Hisham langsung terdiam.
Ketika berada di atas mimbar, Umar bin Abdul Aziz meminta Hisham sebagai orang yang pertama kali membai’atnya, dan Hisham pun datang membai’atnya, kemudian diikuti oleh seluruh yang hadir.
Umar bin Abdul Aziz didulat menjadi khalifah pada bulan Safar 99 H, di Dabiq, salah satu tempat di Suriah.
Baca juga: Umar bin Abdul Aziz Minta Nasehat Si Burung Merak Ini
Mendengar ini, secara bersamaan Umar bin Abdul Aziz dan Hisham bin Abdul Malik mengucapkan, “Innalillahi wa innailaihi rajiun”. Satu ucapan yang sama, tapi dengan dua alasan yang berbeda.
Umar bin Abdul Aziz langsung menangis dan terpaku di tempat duduknya.
Baca juga: Surat 'Nasehat' al-Hasan al-Bashri untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Mengetahui bahwa sejak lama Umar memang menolak jabatan tersebut, Raja’ bin Haywah yang membacakan wasiat tersebut bergegas mendatangi Umar dan menggangkat tangannya untuk dibai’at, kemudian Raja’ menarik paksa Umar bin Abdul Aziz ke atas mimbar.
Surat wasiat Sulaiman demikian mengikat. Yang menolaknya berarti mati. Hisham bin Abdul Malik – ketika mendengar nama Umar yang muncul – berkata, bahwa ia tidak akan mematuhi Umar sebagai khalifah.
Mendengar ini, Raja’ langsung menjawab, “kalau begitu, aku akan memenggal leher mu!”. Dan Hisham langsung terdiam.
Ketika berada di atas mimbar, Umar bin Abdul Aziz meminta Hisham sebagai orang yang pertama kali membai’atnya, dan Hisham pun datang membai’atnya, kemudian diikuti oleh seluruh yang hadir.
Umar bin Abdul Aziz didulat menjadi khalifah pada bulan Safar 99 H, di Dabiq, salah satu tempat di Suriah.
Baca juga: Umar bin Abdul Aziz Minta Nasehat Si Burung Merak Ini
(mhy)
Lihat Juga :