Kisah Bijak Para Sufi: Khasiat Darah Manusia

Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:19 WIB
loading...
A A A
Ketika hal itu didengar oleh Al-Ghazali, ia berkata, "Suatu pengaruh hanya bisa terjadi lewat cara dan saat yang tepat."

Sama seperti Sufi itu harus menyesuaikan metodenya dengan kebutuhan orang-orang di sekitarnya, demikian pula darwis dapat menghidupkan pengertian rohani seorang bayi, atau orang tercela, bahkan, untuk memahami perihal kebenaran, dengan menggunakan metode-metode yang diketahuinya, yang diberikan kepadanya untuk tujuan tersebut. Bagian terakhir ini merupakan penjelasan Guru Agung Bahaudin.

Baca Juga: Baginda Percaya Nggak Percaya, Abu Nawas Bisa ke Bulan

===
Khwaja Bahaudin menjadi pemimpin Tarekat Para Guru (Khwajagan) di Asia Tengah pada abad keempat belas. Nama keluarganya --yang artinya 'Perencana'-- digunakan sebagai nama tarekat itu. Bahaudin dari Bokhara, konon, mereformasi ajaran-ajaran Para Guru, menyelaraskannya dengan kebutuhan zaman dan mengumpulkan sisa-sisa tradisi dari akarnya.

Ia melalui tujuh tahun sebagai anggota istana, tujuh tahun sebagai pemburu binatang, dan tujuh tahun sebagai tukang batu sebelum ia menjadi seorang guru pengajar. Gurunya adalah Baba Al-Samasi yang Agung.

Baca juga
: Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu Berjenggot yang Pandai Bicara

Para pengelana dari 'Ujung Cina yang lain' tertarik mengunjungi pusat pengajaran Bahaudin. Anggota tarekat itu, yang tersebar sepanjang Turki dan kerajaan India bahkan hingga Eropa dan Afrika, tidak mengenakan jubah khusus, dan pengetahuan tentang mereka lebih sedikit dibandingkan tarekat lainnya.

Bahaudin dikenal sebagai Al-Shah. Beberapa penyair klasik Persia yang terkemuka merupakan anggota Naqshbandi. Beberapa buku penting kaum Naqshbandi adalah The Teachings of El-Shah (Ajaran-ajaran Al-Shah), Secret of Nashbandi Path (Rahasia Jalan Kaum Naqshbandi), dan Tricklings from the Fountain of Life (Aliran Mata Air Kehidupan). Buku-buku tersebut hanya ditemukan dalam bentuk manuskrip.

Maulana ('Guru Agung') Bahaudin lahir dua mil dari Bokhara, dan dimakamkan dekat sana di Qasr-i-Arifin, Benteng Para Bijaksana.

Kisah ini, yang tampil sebagai jawaban atas suatu pertanyaan, berasal dari What Our Master Said (Apa Kata Guru Agung), disebut juga Ajaran-Ajaran Shah. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Api )

Dinukil dari Idries Shah , Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi, diterjemahkan dari Tales of The Dervishes oleh Ahmad Bahar
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Fenomena Alam Ini Ternyata...
Fenomena Alam Ini Ternyata yang Bikin Pendaki di Gunung Everest Ketakutan
Diyakini sebagai Alien,...
Diyakini sebagai Alien, Fakta Baru Ditemukan di Mumi Berjari Tiga
Warga Dilarang Mati...
Warga Dilarang Mati di Kota Ini, Berikut Alasan Ilmiahnya
Artikel Terkini
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Infografis
Alasan Ramalan Kiamat...
Alasan Ramalan Kiamat Para Ilmuwan Selalu Meleset
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved