Kisah Bijak Para Sufi: Khasiat Darah Manusia

Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:19 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Cara Mendapat Pengetahuan

Mereka membujuk raja, yang keberatan, dengan mengatakan, "Yang Mulia tidak punya hak untuk menolak, sebab penolakan itu akan menghancurkan kerajaan ini yang bagaimanapun lebih bernilai daripada semua rakyatnya, apalagi hanya sejumlah anak kecil."

Demikianlah diumumkan ke seluruh negeri bahwa beberapa ratus anak di Byzantium yang berusia kurang dari tujuh tahun harus dibawa ke Konstantinopel untuk dikorbankan buat kesehatan sang raja.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu

Ibu-ibu dari anak-anak yang dirampas itu mengutuk raja, sebab ia telah menjadi monster yang meminta darah daging mereka untuk keselamatannya dirinya. Tetapi, beberapa di antara mereka berdoa agar raja sembuh sebelum tiba waktu penyembelihan anak-anak mereka.

Sang raja sendiri, setelah beberapa waktu lewat, mulai merasa bahwa ia tak boleh mengizinkan pembantaian serupa itu terhadap anak-anak kecil , dengan dalih apa pun. Pergulatan itu menyiksa batinnya siang dan malam hingga ia sampai pada satu tekad, "Aku lebih baik mati dari pada melihat anak-anak tak berdosa itu mati."

Baca juga: Ketika Nasruddin Hoja Tidak Konsisten Lagi

Tak lama setelah raja itu bertekad demikian, rasa sakit yang ia derita mulai berkurang, dan segera saja kesehatannya pulih kembali. Mereka yang berpikiran dangkal seketika menyimpulkan bahwa raja menuai hasil dari tekad baiknya, yang lain, seperti juga mereka yang dangkal, menghubungkan kesembuhan raja dengan doa para ibu tadi, yang menggerakkan kekuatan Ilahi.

Ketika Sufi Al-Arif ditanya tentang hal ihwal kesembuhan penyakit tersebut, ia berkata, "Karena raja tidak mempunyai iman, ia harus memiliki sesuatu yang sepadan. Sesuatu itu adalah gabungan antara tekadnya sendiri dan harapan mulia para ibu yang ingin agar penyakit raja sembuh sebelum waktu tertentu."

Baca juga: Baginda Sultan dan Para Menteri Bertelur, Abu Nawas Berkokok

Dan para pencemooh di antara penduduk Byzantium berkata, "Sungguh suatu takdir istimewa dari Tuhan bahwa sang raja sembuh atas doa-doa suci, sebelum resep dari orang Arab yang haus darah itu dicoba. Tidakkah jelas bahwa orang itu hanya berusaha melenyapkan bunga muda kita, yang jika tidak dilenyapkan akan tumbuh, dan pada suatu hari nanti akan memerangi bangsanya?"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Struktur Zig-Zag Ditemukan...
Struktur Zig-Zag Ditemukan di Medan Magnet Bumi
Ilmuwan Temukan Patrick...
Ilmuwan Temukan Patrick Bintang Laut Pantat Besar di Argentina
Cara Suku Maya Menghitung...
Cara Suku Maya Menghitung Fenomena Alam yang Akan Terjadi Terungkap!
Artikel Terkini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Infografis
Alasan Ramalan Kiamat...
Alasan Ramalan Kiamat Para Ilmuwan Selalu Meleset
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved