Inilah Anjuran Berhias Ketika Hendak Sholat, Yuk Lakukan!

loading...
Inilah Anjuran Berhias Ketika Hendak Sholat, Yuk Lakukan!
Berhias diri jangan hanya dilakukan ketika kita hendak bepergian atau memenuhi undangan saja, ternyata berhias yang paling dianjurkan justru ketika hendak melaksanakan sholat. Foto ilustrasi/ist
Berhias diri jangan hanya dilakukan ketika kita hendak bepergian atau memenuhi undangan saja, ternyata berhias yang paling dianjurkan justru ketika hendak melaksanakan sholat. Ini merupakan sunnah dengan niat khusyuk atau ketundukannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan untuk mengagungkan-Nya. Bahkan setiap muslim dianjurkan berhias dan berpenampilan sempurna, karena itu merupakan hak Allah Ta'ala.

Sebagaimana firman Allah Ta'ala :
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (QS Al-A'raf 31)

Baca juga: Adakah Pahala Sholat Isyraq Bagi Kaum Wanita?

Dinukil dari buku "Panduan Berbusana Islami" karya Syaikh Abdul Wahab Abdussalam Thawilah dijelaskan, pakaian untuk menghias diri itu minimal menutupi aurat. Seseorang tidak diperkenankan melaksanaan salat atau thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang, meskipun dia salat sendirian di ruangan yang gelap. Bagi muslimah, tidak diperkenankan sholat tanpa memakai kerudung sekalipun dia sholat sendirian di rumahnya, beda halnya jika dia berada di luar sholat.

Dalam sholat , seorang wanita dianjurkan juga lebih mempercantik diri dengan hiasan (pakaian yang pantas), terutama dalam sholat Jumat, sholat jamaah dan sholat Ied. Kadar berhias dalam sholat hendaknya disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat berhias dalam menghadiri pertemuan dan perayaan. Tujuannya, agar seorang muslimah dalam melaksanakan aktivitas ibadah kepada Allah bersama muslim lainnya berada dalam penampilan yang layak. Dengan catatan semua itu tidak dipaksakan dan tidak berlebihan.

Orang yang menafsiri perintah dalam ayat tersebut sebagai kewajiban, berpendapat bahwa yang dimaksud ayat itu adalah menutup aurat. Sementara itu, orang yang menafsirinya sebagai anjuran berpendapat bahwa maksudnya adalah pakaian bagus secara umum, seperti selendang dan pakaian lainnya yang merupakan perhiasan dan untuk kesempurnaan.

Ibnu Umar radhiyallahu'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Apabila salah seorang dari kalian hendak salat, sebaiknya dia mengenakan dua helai pakaiannya karena berhias untuk Allah itu lebih hak dilakukan," (HR ath-Thabarani dan Al-Baihaqi)

Ibnu Umar pernah menegur Nafi' ketika dirinya melaksanakan sholat dan berpakaian kurang sopan. "Bagaimana menurutmu jika engkau menemui orang banyak, apakah penampilanmu seperti ini?

"Tidak,"jawab Nafi'

"Allah lebih pantas engkau hormati dengan penampilanmu,"lanjut Ibnu Umar.

Baca juga: Kewajiban Menuntut Ilmu bagi Muslimah, di Luar atau di Rumah?

Para fuqaha berpendapat, disunnahkan kepada seseorang untuk mengenakan pakaian yang paling bagus--yang tidak menyulitkan- dalam salat, berupa qamish (baju panjang), serban dan rida'(selendang). Jika cukup dengan dua pakaian, sebaiknya berupa qamish dan rida', qamish dan sarung, atau qamish dan celana. Jika cuma satu maka cukup qamish dan dilapisi celana atau sarung.

Bagi muslimah, dianjurkan mengenakan tiga helai pakaian dalam sholat, yakni kerudung yang menutupi kepala dan lehernya, daster atau baju panjang yang menutupi badan dan kedua kakinya, dan jilbab tebal di atas pakaiannya atau mantel yang menutupi pakaiannya.

Aisyah radhiyallahu'anha meriwayatkan,"Ketika melaksanakan sholat, wanita harus mengenaikan tiga helai pakaian yakni pakaian sehari-hari, jilbab dan kerudung". Aisyah pernah menggunakan sarungnya sebagai jilbab. (HR Ibnu Abdi Syaibah)

Ibnu Umar radhiyallahu'anhu meriwayatkan, "Sebaiknya seorang wanita mengenakan semua pakaiannya ketika hendak melaksanakan salat." (HR Ibnu Abi Syaibah).

Untuk pakaian dalam sholat, kesempurnaan bagi lelaki minimal pakaian yang menutupi sebagian besar tubuhnya selain kepala, kedua tangan dan kedua kaki hingga pertengahan betisnya. Sedangkan kesempurnaan bagi perempuan muslimah minimal ialah pakaian panjang yang menutupi semua tubuh termasuk punggung kedua kaki, juga kerudung panjang yang sekaligus bisa dibuat cadar.

Berdasarkan keterangan di atas, maka bagi orang muslim hendaknya berhias atau berdandan sebelum sholat. Persiapkan diri dengan pakaian yang suci, bersih dan baik sebelum melaksanakan salat. Tetapi semua itu dilakukan dengan tujuan ingin mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala serta mengagungkan-Nya, bukan dengan niat untuk pamer atau sombong.

Baca juga: Inilah Waktu-waktu yang Tepat untuk Membaca Shalawat Nabi

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌
Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.”

(QS. Al-Anbiya:87)
cover bottom ayah
preload video