Umur Nabi Daud Ditulis di Lauhulmahfuz 60 Tahun tapi Wafat di Usia 100 Tahun, Ini Sebabnya

Selasa, 30 November 2021 - 05:15 WIB
loading...
Umur Nabi Daud Ditulis...
Ilustrasi Nabi Daud: Nabi Adam menghibahkan 40 tahun umurnya untuk Nabi Daud (Foto/Ilustrasi: Wikipedia)
A A A
Pada mulanya, Allah SWT sudah menulis di Lauhulmahfuz bahwa umur Nabi Daud as hanya 60 tahun. Atas permintaan Nabi Adam as , Allah mengubah menjadi 100 tahun. Nabi Adam menghibahkan 40 tahun umurnya.

Baca juga: Allah Ta'ala Menyuruh Keluarga Nabi Daud Bekerja Sebagai Rasa Syukur

Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul " Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah " menyampaikan hadis yang diriwayatkan Turmidzi dalam Sunan-nya dari Abu Hurairah ra .

Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, manakala Allah menciptakan Adam, Allah mengusap punggungnya, lalu dari punggung itu berjatuhan seluruh jiwa yang Allah akan menciptakannya dari anak cucunya sampai hari kiamat.

Dan Allah menjadikan di antara kedua mata masing-masing orang kilauan cahaya. Kemudian mereka dihadapkan kepada Adam. Adam berkata, “Ya Rabbi, siapa mereka?”

Allah menjawab, “Mereka adalah anak cucumu”.

Lalu Adam melihat seorang laki-laki dari mereka. Dia mengagumi kilauan cahaya yang memancar di antara kedua matanya. Adam bertanya, “Ya Rabbi siapa ini?”

“Ini adalah laki-laki dari kalangan umat terakhir dari anak cucumu yang bernama Daud,” jawab Allah.

“Ya Rabbi, berapa Engkau beri dia umur?” tanya Adam.

“Enam puluh tahun,” jawab Allah.

“Ya Rabbi, tambahkan untuknya dari umurku empat puluh tahun,” ujar Adam.

Manakala umur Adam telah habis, dia didatangi oleh Malaikat maut. Adam berkata, “Bukankah umurku masih tersisa empat puluh tahun?”

“Bukankah engkau telah memberikannya kepada anakmu Daud?” jawab Malaikat.

Nabi SAW bersabda, "Adam mengingkari, maka anak cucunya pun mengingkari. Adam dijadikan lupa, maka anak cucunya dijadikan lupa; dan Adam berbuat salah, maka anak cucunya berbuat salah."

Menurut Abu Isa ini adalah hadis hasan sahih. Ia telah diriwayatkan tidak dari satu jalan dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

Baca juga: Nabi Dawud Kepincut Isri Orang, Lalu Membunuh Suaminya dengan Cara Begini

Turmidzi juga meriwayatkan dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ketika Allah menciptakan Adam dan meniupkan roh padanya, dia bersin, dia berkata 'Alhamdulillah', dia memuji Allah dengan izin-Nya.

Maka Tuhannya berfirman kepadanya, “Semoga Allah merahmatimu, wahai Adam. Pergilah kepada para Malaikat itu, sebagian mereka yang sedang duduk. Katakanlah, 'Assalamu'alaikum'.”

Mereka menjawab, 'Wa alaikas salamu warahmatihi'. Lalu Adam kembali kepada Tuhannya, dan Dia berfirman, “Sesungguhnya itu adalah penghormatanmu dan penghormatan anak-anakmu di antara mereka.”

Lalu Allah berfirman kepada Adam, sementara kedua tangan-Nya mengepal, “Pilih satu dari keduanya yang kamu kehendaki.”

Adam menjawab, “Aku memilih tangan kanan Tuhanku dan kedua tangan Tuhanku adalah kanan yang penuh berkah.” Kemudian Allah membukanya. Ternyata di dalamnya terdapat Adam dan anak cucunya. Adam bertanya, “Ya Rabbi, siapa mereka?”

Allah menjawab, “Mereka adalah anak cucumu.”

Ternyata umur semua manusia tertulis di antara kedua matanya. Di antara mereka terdapat seorang laki-laki yang paling cerah cahayanya atau termasuk yang paling terang cahayanya. Adam bertanya, “Ya Rabbi, siapa ini?”

Allah menjawab, “Ini adalah anakmu Daud dan Aku telah menulis umurnya empat puluh tahun.”

Adam berkata, “Ya Rabbi, tambahkan umurnya.”

Allah berfirman, “Itu yang telah Aku tuliskan untuknya.”

Adam berkata, “Ya Rabbi, aku memberikan umurku 60 tahun kepadanya.”

Allah berfirman, “Itu urusanmu.”

Baca juga: Kisah Rebutan Anak di Era Nabi Dawud, Hadis Nabi Mengoreksi Taurat

Nabi SAW bersabda, "Lalu Adam diminta tinggal di surga sekehendak Allah, kemudian dia diturunkan darinya. Maka Adam menghitung sendiri umurnya. Manakala Malaikat maut datang, Adam berkata kepadanya, 'Kamu telah tergesa-gesa. Aku telah diberi umur seribu tahun.’

Malaikat menjawab, ’Tidak, tetapi kamu telah memberikan 60 tahun umurmu kepada anakmu Daud.’

Lalu Adam mengingkari, maka anak cucunya mengingkari. Adam lupa, maka anak cucunya lupa. Dia berkata, ’Sejak saat itu diperintahkan untuk menulis dan saksi-saksi."

Turmidzi berkata, "Ini adalah hadis hasan gharib dari jalan ini. Ia telah diriwayatkan bukan dari satu jalan dari Abu Hurairah dari Nabi SAW dari riwayat Zaid bin Aslam dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi SAW.

Hadis ini diriwayatkan oleh Turmidzi dalam Sunan-nya dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Al-A'raf, 4/267. Lihat Shahih Sunan Turmidzi, 3/52, no. 3282. Hadis kedua diriwayatkan oleh Turmidzi di dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Muawwidzatain, 4/453. Lihat Shahih Sunan Tirmidzi, 3/137, no. 3607.

Tentang usia, menurut Syaikh Umar Sulaiman, riwayat pertama lebih sahih. "Adam merasa umur Daud pendek, dia pun memohon kepada Allah agar menambah umur Daud. Allah menyatakan bahwa itulah umur yang ditetapkan untuk Daud. Lalu Adam memberikan sebagian umurnya kepada Daud untuk menggenapinya menjadi seratus," ujarnya.

Baca juga: Kisah Nabi Dawud dan Seekor Ulat yang Dapat Berbicara

Wafatnya Nabi Adam
Abdullah ibn Abbas dan Abu Hurairah menyebutkan bahwa umur Nabi Adam as telah ditulis di Lauh al-Mahfiizh sebanyak 1000 tahun lamanya. Sedangkan ahli Taurat menyebutkan bahwa umur Adam adalah 930 tahun.”

Ibnu Katsir mengatakan Nabi Adam as wafat pada hari Jumat. Waktu itu, para malaikat mendatanginya sembari membawa ramuan pengawet mayat dan kain kafan dari sisi Allah SWT yang diambil dari surga.

Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada putra Adam. Dan sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Ishag, saat Adam wafat, terjadilah gerhana matahari dan bulan, masing-masing selama tujuh hari tujuh malam.“

Wafatnya Nabi Daud
Ibnu Katsir dalam kitabnya "al-Bidâyah wa al-Nihâyah" menyebut Nabi Daud wafat pada usia 100 tahun. Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda:

"Daud adalah seorang nabi yang memiliki rasa cemburu yang tinggi. Saat bepergian, ia selalu mengunci pintu-pintu rumahnya, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa masuk sampai dirinya kembali pulang."

"Pada suatu hari, sang nabi pergi. Semua pintu rumah dikuncinya. Kemudian, istrinya melihat-lihat keadaan rumahnya. Tiba-tiba ada seorang pria yang sedang berdiri di tengah rumah."

Istri nabi pun bertanya kepada orang-orang yang ada di rumahnya, “Dari mana pria itu masuk rumah ini? Sebab rumah ini dalam keadaan terkunci. Demi Allah, terungkaplah kejelekan kalian di hadapan Daud!”

Nabi Daud pun datang, dan melihat ada seorang pria berdiri di tengah rumahnya. Ia langsung bertanya, “Siapakah engkau?”

Pria itu menjawab, “Aku adalah seseorang yang tidak diberikan kerajaan. Namun, tidak ada sesuatu pun yang bisa menghalangiku.”

Daud bertanya lagi, “Demi Allah, berarti engkau malaikat maut. Selamat datang pembawa perintah Allah!”

Kemudian, Nabi menaburkan pasir di tempat ruhnya dicabut, hingga malaikat menyelesaikan tugasnya dan matahari terbit untuknya.

Saat itu, Nabi Sulaiman berkata kepada burung, “Naungilah Dawud!” Maka burung pun menaunginya, hingga bumi pun gelap.

Kemudian, Nabi Sulaiman kembali berkata, “Tahanlah sayap demi sayap.”

Terakhir, Abu Hurairah berkomentar, “Seraya menahan tangan, Rasulullah SAW memperlihatkan kepada kami bagaimana burung itu menaungi Daud dan bagaimana pada hari itu, burung al-Madhrahiyyah yang bersayap panjang mampu menaungi jenazah Daud.” (HR Ahmad).

Di samping seorang nabi dan hamba yang saleh, Daud adalah seorang raja yang agung dan pemimpin yang disegani. Beliau wafat dalam keadaan sehat walafiat. Tak kurang sesuatu apa pun.

Baca juga: Anak Nabi Adam Berjumlah 240 Orang, Syith yang Jadi Penerus
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Sebelum Menjadi Kiblat...
Sebelum Menjadi Kiblat Umat Islam, Kakbah Sudah Dibangun Nabi Adam AS
Perbedaan Nabi dan Rasul,...
Perbedaan Nabi dan Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Dalam Perjalanan Isra...
Dalam Perjalanan Isra Mikraj, Rasulullah SAW Menjadi Imam Salat Para Nabi
Inilah Para Nabi dan...
Inilah Para Nabi dan Rasul yang Bertemu Rasulullah dalam Perjalanan Mikraj
Rekomendasi
Benarkah Kapal Hantu...
Benarkah Kapal Hantu The Flying Dutchman Itu Ada? Ini Penjelasannya
Ilmuwan Ungkap Pemicu...
Ilmuwan Ungkap Pemicu Rusia Diguncang Gempa Bumi Dahsyat
Sel kulit Manusia Diklaim...
Sel kulit Manusia Diklaim Diam-diam Berteriak untuk Berkomunikasi
Artikel Terkini
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Infografis
Makanan Terbaik untuk...
Makanan Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bikin Panjang Umur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved