Madyan, Kaum Keturunan Nabi Ibrahim yang Kreatif tapi Jahat
Rabu, 29 Desember 2021 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Dalam buku berjudul "Situs-Situs dalam Al-Quran" karya Syahruddin El-Fikri disebutkan gua Syuaib ini terdapat di Bada' yang terletak sekitar 225 kilometer di sebelah barat daya Tabuk. Kawasan ini merupakan oase (wahana) kuno di Jazirah Arabia.
Ptolemus, seorang sejarawan Yunani, menamakan tempat itu dengan Al-Ainiyah. Di kawasan ini, juga terdapat peninggalan-peninggalan purba dari bangsa Nabatea dan lainnya, sebagaimana tertulis dalam ukiran-ukiran Lehyani.
Baca juga: Unta Nabi Shaleh: Badannya Terbuat dari Emas dan Kakinya dari Perak
Seruan Nabi Syuaib
Menurut Ibnu Katsir, kaum Madyan adalah orang-orang serakah yang tidak beriman kepada Allah dan menjalani kehidupan yang buruk. Mereka adalah orang-orang kafir. Suka mengganggu orang-orang yang sedang dalam perjalanan.
Dalam berdagang, mereka memberikan ukuran yang dikurangi, memuji barang-barang mereka melebihi nilai yang sebenarnya, dan menyembunyikan cacatnya. Mereka berbohong kepada pembeli, sehingga bisa dikatakan telah melakukan penipuan.
Nabi Syuaib menyeru Kaum Madyan untuk beribadah hanya kepada Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya. Nabi Syuaib melarang mereka melakukan perbuatan-perbuatan buruk. Sebagian dari mereka beriman kepada Allah, namun kebanyakan dari mereka tetap dalam kekafiran.
Kaum Madyan juga diberi peringatan dengan kejadian yang menimpa kaum Nabi Luth di Kota Sodom. Akan tetapi, kebanyakan dari kaum Madyan tidak menyambut seruan kebenaran dari Nabi Syuaib.
Kemudian Nabi Syuaib berdoa untuk keburukan mereka, dan Allah tidak menolak doa para utusan-Nya, jika utusan-Nya meminta pertolongan dari kejahatan orang-orang kafir.
Akhirnya azab datang. Kaum Madyan dilanda gempa yang dahsyat, diperdengarkan kepada mereka teriakan yang sangat kuat, dan mereka ditimpa naungan yang disangka awan padahal siksa. Allah mengirim kepada mereka percikan-percikan dan lidah api, sehingga mereka hancur binasa.
Baca juga: Azab Kaum Ad dalam Al-Qur'an dan Dialog Mereka dengan Nabi Hud
Ptolemus, seorang sejarawan Yunani, menamakan tempat itu dengan Al-Ainiyah. Di kawasan ini, juga terdapat peninggalan-peninggalan purba dari bangsa Nabatea dan lainnya, sebagaimana tertulis dalam ukiran-ukiran Lehyani.
Baca juga: Unta Nabi Shaleh: Badannya Terbuat dari Emas dan Kakinya dari Perak
Seruan Nabi Syuaib
Menurut Ibnu Katsir, kaum Madyan adalah orang-orang serakah yang tidak beriman kepada Allah dan menjalani kehidupan yang buruk. Mereka adalah orang-orang kafir. Suka mengganggu orang-orang yang sedang dalam perjalanan.
Dalam berdagang, mereka memberikan ukuran yang dikurangi, memuji barang-barang mereka melebihi nilai yang sebenarnya, dan menyembunyikan cacatnya. Mereka berbohong kepada pembeli, sehingga bisa dikatakan telah melakukan penipuan.
Nabi Syuaib menyeru Kaum Madyan untuk beribadah hanya kepada Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya. Nabi Syuaib melarang mereka melakukan perbuatan-perbuatan buruk. Sebagian dari mereka beriman kepada Allah, namun kebanyakan dari mereka tetap dalam kekafiran.
Kaum Madyan juga diberi peringatan dengan kejadian yang menimpa kaum Nabi Luth di Kota Sodom. Akan tetapi, kebanyakan dari kaum Madyan tidak menyambut seruan kebenaran dari Nabi Syuaib.
Kemudian Nabi Syuaib berdoa untuk keburukan mereka, dan Allah tidak menolak doa para utusan-Nya, jika utusan-Nya meminta pertolongan dari kejahatan orang-orang kafir.
Akhirnya azab datang. Kaum Madyan dilanda gempa yang dahsyat, diperdengarkan kepada mereka teriakan yang sangat kuat, dan mereka ditimpa naungan yang disangka awan padahal siksa. Allah mengirim kepada mereka percikan-percikan dan lidah api, sehingga mereka hancur binasa.
Baca juga: Azab Kaum Ad dalam Al-Qur'an dan Dialog Mereka dengan Nabi Hud
(mhy)
Lihat Juga :