Madyan, Kaum Keturunan Nabi Ibrahim yang Kreatif tapi Jahat
Rabu, 29 Desember 2021 - 13:41 WIB
loading...
Kaum Madyan dalah keturunan Nabi Ibrahim yang jahat. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A
A
A
Allah SWT mengutus Nabi Syua'ib AS untuk kaum Madyan, kaum terdidik yang kebanyakan pedagang. Mereka terampil membuat rumah dengan cara menggali dan memahat gunung-gunung. Keterampilan ini mirip dengan kaum Tsamud, tempat Nabi Shaleh AS bertugas.
Sayang sungguh sayang, kaum Madyan amatlah jahat. Ibnu Katsir dalam bukunya "Al-Bidayah Wan-Nihayah" menjelaskan, kaum Madyan adalah sejahat-jahatnya manusia dalam pergaulan sehari-hari. "Mereka menipu dalam takaran dan timbangan. Mereka mengambil lebih dan membayar kurang," tulisnya.
Baca juga: Nabi Syuaib: Pengikut Hanya 3 Orang, Dakwah di Kalangan Pedagang Nakal
Nah, karena itulah Allah SWT mengutus Nabi Syuaib untuk membenahi akhlak mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran, “Dan (Kami telah mengutus) kepada Madyan saudara mereka Syuaib.” (QS al-Araf [7]: 85)
Prof Quraish Shihab di dalam tafsir al-Mishbah menjelaskan Madyan pada mulanya adalah nama putra Nabi Ibrahim dari istri beliau yang ketiga yang bernama Qathura, yang beliau kawini pada akhir usia beliau.
Madyan kemudian kawin dengan putri Nabi Luth. Selanjutnya kata Madyan dipahami dalam arti satu suku keturunan Madyan putra Nabi Ibrahim.
Suku Madyan tinggal di pantai laut Merah sebelah tenggara gurun Sinai, yakni antara Hijaz, tepatnya di Tabuk, Saudi Arabia kini dan Teluk Aqabah. Menurut sebagian sejarawan, populasi mereka sekitar 25.000 orang.
Sedangkan Ibnu Katsir menyebut orang-orang Madyan adalah suku Arab yang tinggal di negara Ma’an, yang sekarang berada di sebagian wilayah Suriah Raya. Lokasi ini dekat dengan kaum Nabi Luth dulu dibinasakan.
Baca juga: Kisah di Zaman Nabi Syuaib: Tanda Hukuman Tuhan
Gua Syuaib
Kaum Madyan terampil membuat rumah di lereng gunung dengan cara memahat dan menggali gunung berbatu itu. Konon, Nabi Syuaib juga memiliki tempat tinggal yang sama dengan yang dimiliki kaumnya, yaitu di gunung-gunung yang digali atau dipahat dan dijadikan rumah atau gua. Gua-gua Syuaib ini terkenal hingga saat ini dan dinamakan dengan Maghayir Syuaib (gua Syuaib).
Sayang sungguh sayang, kaum Madyan amatlah jahat. Ibnu Katsir dalam bukunya "Al-Bidayah Wan-Nihayah" menjelaskan, kaum Madyan adalah sejahat-jahatnya manusia dalam pergaulan sehari-hari. "Mereka menipu dalam takaran dan timbangan. Mereka mengambil lebih dan membayar kurang," tulisnya.
Baca juga: Nabi Syuaib: Pengikut Hanya 3 Orang, Dakwah di Kalangan Pedagang Nakal
Nah, karena itulah Allah SWT mengutus Nabi Syuaib untuk membenahi akhlak mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran, “Dan (Kami telah mengutus) kepada Madyan saudara mereka Syuaib.” (QS al-Araf [7]: 85)
Prof Quraish Shihab di dalam tafsir al-Mishbah menjelaskan Madyan pada mulanya adalah nama putra Nabi Ibrahim dari istri beliau yang ketiga yang bernama Qathura, yang beliau kawini pada akhir usia beliau.
Madyan kemudian kawin dengan putri Nabi Luth. Selanjutnya kata Madyan dipahami dalam arti satu suku keturunan Madyan putra Nabi Ibrahim.
Suku Madyan tinggal di pantai laut Merah sebelah tenggara gurun Sinai, yakni antara Hijaz, tepatnya di Tabuk, Saudi Arabia kini dan Teluk Aqabah. Menurut sebagian sejarawan, populasi mereka sekitar 25.000 orang.
Sedangkan Ibnu Katsir menyebut orang-orang Madyan adalah suku Arab yang tinggal di negara Ma’an, yang sekarang berada di sebagian wilayah Suriah Raya. Lokasi ini dekat dengan kaum Nabi Luth dulu dibinasakan.
Baca juga: Kisah di Zaman Nabi Syuaib: Tanda Hukuman Tuhan
Gua Syuaib
Kaum Madyan terampil membuat rumah di lereng gunung dengan cara memahat dan menggali gunung berbatu itu. Konon, Nabi Syuaib juga memiliki tempat tinggal yang sama dengan yang dimiliki kaumnya, yaitu di gunung-gunung yang digali atau dipahat dan dijadikan rumah atau gua. Gua-gua Syuaib ini terkenal hingga saat ini dan dinamakan dengan Maghayir Syuaib (gua Syuaib).
Lihat Juga :