Kisah Sufi Ibrahim Khawwas tentang Sifat Murid
Senin, 03 Januari 2022 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
"Tetapi seharusnya sayalah yang melakukannya bagi Tuan," kata pemuda itu.
"Kuperintahkan agar kau memperbolehkanku melindungimu," sahut Sang Guru.
Baca juga: Kisah Sufi Ajaran Guru Hamadani: Minuman Surgawi Bernama Teh
Ketika hari sudah siang, pemuda itu berkata, "Nah, ini hari baru. Perkenankan saya menjadi pemimpin, dan tuan mengikuti." Guru itu setuju.
"Saya akan memperintahkan Tuan agar duduk saja di sini sementara saya kumpulkan belukar!"balas pemuda itu.
"Kau tak boleh melakukan itu," timpal gurunya lagi, "sebab hal itu tidak sesuai dengan syarat menjadi seorang murid, dengan contoh nyata."
Mereka berpisah di gerbang Kota Suci. Ketika bertemu kembali dengan orang bijaksana itu, pemuda itu tidak berani menatap matanya.
"Yang kau pelajari itu," kata sang Guru, "adalah sesuatu tentang sifat murid."
Kisah ini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi. Juga oleh Sapardi Djoko Damono dalam buku Kisah-Kisah Sufi, Kumpulan Kisah Nasehat Para Guru Sufi Selama Seribu Tahun yang Lampau.
Baca juga: Kisah Sufi Abdur-Rahtuan Jami: Si Bebal di Kota Agung
"Kuperintahkan agar kau memperbolehkanku melindungimu," sahut Sang Guru.
Baca juga: Kisah Sufi Ajaran Guru Hamadani: Minuman Surgawi Bernama Teh
Ketika hari sudah siang, pemuda itu berkata, "Nah, ini hari baru. Perkenankan saya menjadi pemimpin, dan tuan mengikuti." Guru itu setuju.
"Saya akan memperintahkan Tuan agar duduk saja di sini sementara saya kumpulkan belukar!"balas pemuda itu.
"Kau tak boleh melakukan itu," timpal gurunya lagi, "sebab hal itu tidak sesuai dengan syarat menjadi seorang murid, dengan contoh nyata."
Mereka berpisah di gerbang Kota Suci. Ketika bertemu kembali dengan orang bijaksana itu, pemuda itu tidak berani menatap matanya.
"Yang kau pelajari itu," kata sang Guru, "adalah sesuatu tentang sifat murid."
Kisah ini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi. Juga oleh Sapardi Djoko Damono dalam buku Kisah-Kisah Sufi, Kumpulan Kisah Nasehat Para Guru Sufi Selama Seribu Tahun yang Lampau.
Baca juga: Kisah Sufi Abdur-Rahtuan Jami: Si Bebal di Kota Agung
(mhy)
Lihat Juga :