3 Pesona Dunia yang Bisa Melumpuhkan Iman Manusia
Rabu, 26 Januari 2022 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Sungguh sebuah musibah besar ketika seorang tidak mampu bersabar saat hidup di dunia dan menggadaikan kenikmatan hakiki demi sesuap nasi, demi mereguk kenikmatan ragawi atau sekadar untuk mendongkrak popularitas semu. Bersabar tidak terjebak dengan godaan dunia. Karena semakin kuat keimanan, ujian juga kian besar.
Dari Mush’ab bin ‘Umair, seorang tabi’in dari ayahnya, ia berkata :
“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?”
Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :
“Para nabi, kemudian yang semisalnya lagi, seorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, ad-Darimi).
Jadi, di dunialah kita bisa merancang rumah surga karena habitat asli seorang mukmin adalah jannah. Sesukses apapun kita di dunia, atau sekaya apapun manusia, ia akan kembali akhirat. Sangat merugilah orang yang terbuai fatamorgana dunia dan menjadikan visi hidupnya bahwa dunia adalah segalanya. Jadikanlah dunia sebagai orientasi menuju akhirat.
Baca juga: Kisah Laki-laki Selamat dari Neraka Berkat Kalimat Lailaha Illallah
Wallahu 'Alam
Dari Mush’ab bin ‘Umair, seorang tabi’in dari ayahnya, ia berkata :
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً
“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?”
Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :
الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ
“Para nabi, kemudian yang semisalnya lagi, seorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, ad-Darimi).
Jadi, di dunialah kita bisa merancang rumah surga karena habitat asli seorang mukmin adalah jannah. Sesukses apapun kita di dunia, atau sekaya apapun manusia, ia akan kembali akhirat. Sangat merugilah orang yang terbuai fatamorgana dunia dan menjadikan visi hidupnya bahwa dunia adalah segalanya. Jadikanlah dunia sebagai orientasi menuju akhirat.
Baca juga: Kisah Laki-laki Selamat dari Neraka Berkat Kalimat Lailaha Illallah
Wallahu 'Alam
(wid)
Lihat Juga :