Kisah Bijak Para Sufi: Empat Harta Ajaib
Jum'at, 12 Juni 2020 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Namun, pada suatu hari, ketika darwis lainnya sedang keluar, sekelompok prajurit datang dan menangkap darwis yang membawa piala penyembuh itu. Raja di negeri itu mendengar perihal tabib agung itu, dan memerintahkan agar ia dibawa ke istana untuk mengobati putri raja, yang menderita suatu penyakit aneh.
Darwis itu diantar ke sisi tempat tidur sang putri, dan ia memberinya obat yang biasa diminumnya, tetapi dalam Piala khusus itu. Namun, upayanya gagal. Memang, ia biasanya lebih dahulu mencari tahu cara pengobatan yang tepat dengan melihat ke dalam Cermin Ajaib. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tiga Kebenaran )
Karena putrinya tak kunjung sembuh, raja itu pun memerintahkan agar sang darwis dipaku pada tembok. Darwis itu minta diberi kesempatan untuk berunding dengan kawan-kawannya, tetapi sang raja sudah hilang kesabarannya dan yakin bahwa darwis itu hanya mencoba menipunya agar bisa kabur.
Ketika ketiga darwis lainnya sampai di rumah, mereka melihat pada Cermin Ajaib untuk mencari kawan mereka itu. Melihat darwis yang satu itu dalam bahaya, mereka cepat-cepat terbang dengan Tongkat Ajaib. Mereka berhasil menyelamatkannya tepat pada waktunya. Tetapi, mereka tak dapat menolong putri raja itu, sebab piala itu hilang entah ke mana. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu )
Dari Cermin Ajaib itu tahulah mereka bahwa Piala sang darwis telah dibuang, atas perintah raja, ke samudera yang paling dalam di dunia.
Meskipun mereka memiliki perlengkapan ajaib, dibutuhkan waktu seribu tahun lamanya untuk memulihkan kekuatan ajaib Piala itu. Semenjak peristiwa putri itu, keempat darwis tersebut memutuskan untuk menolong umat manusia secara diam-diam, dan menampilkan kesan bahwa semua hal ajaib yang terjadi bisa dijelaskan lewat akal budi. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Namus Si Agas dan Gajah )
====
Legenda ini menyerupai banyak cerita dari Timur tentang benda-benda ajaib, yang sering dijumpai dalam cerita-cerita rakyat. Beberapa kalangan menganggap kisah ini merujuk secara tersamar pada klaim bahwa Yesus tidak mati disalib. Kalangan lain percaya bahwa kisah ini mengacu pada empat teknik yang dimiliki oleh tarekat-tarekat Darwis Timur utama dan gabungan mereka di bawah Naqshbandi di India dan Khorasan.
Penjelasan Sufi yang lebih lazim adalah bahwa 'Pekerjaan Darwis' terdiri atas empat elemen yang keempatnya harus dilakukan bersama secara rahasia. (Baca juga: Hikayat Mistis: Burung Merak Raja di Bawah Keranjang )
Dinukil dari Idries Shah "Tales of The Dervishes" diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.
Darwis itu diantar ke sisi tempat tidur sang putri, dan ia memberinya obat yang biasa diminumnya, tetapi dalam Piala khusus itu. Namun, upayanya gagal. Memang, ia biasanya lebih dahulu mencari tahu cara pengobatan yang tepat dengan melihat ke dalam Cermin Ajaib. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tiga Kebenaran )
Karena putrinya tak kunjung sembuh, raja itu pun memerintahkan agar sang darwis dipaku pada tembok. Darwis itu minta diberi kesempatan untuk berunding dengan kawan-kawannya, tetapi sang raja sudah hilang kesabarannya dan yakin bahwa darwis itu hanya mencoba menipunya agar bisa kabur.
Ketika ketiga darwis lainnya sampai di rumah, mereka melihat pada Cermin Ajaib untuk mencari kawan mereka itu. Melihat darwis yang satu itu dalam bahaya, mereka cepat-cepat terbang dengan Tongkat Ajaib. Mereka berhasil menyelamatkannya tepat pada waktunya. Tetapi, mereka tak dapat menolong putri raja itu, sebab piala itu hilang entah ke mana. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu )
Dari Cermin Ajaib itu tahulah mereka bahwa Piala sang darwis telah dibuang, atas perintah raja, ke samudera yang paling dalam di dunia.
Meskipun mereka memiliki perlengkapan ajaib, dibutuhkan waktu seribu tahun lamanya untuk memulihkan kekuatan ajaib Piala itu. Semenjak peristiwa putri itu, keempat darwis tersebut memutuskan untuk menolong umat manusia secara diam-diam, dan menampilkan kesan bahwa semua hal ajaib yang terjadi bisa dijelaskan lewat akal budi. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Namus Si Agas dan Gajah )
====
Legenda ini menyerupai banyak cerita dari Timur tentang benda-benda ajaib, yang sering dijumpai dalam cerita-cerita rakyat. Beberapa kalangan menganggap kisah ini merujuk secara tersamar pada klaim bahwa Yesus tidak mati disalib. Kalangan lain percaya bahwa kisah ini mengacu pada empat teknik yang dimiliki oleh tarekat-tarekat Darwis Timur utama dan gabungan mereka di bawah Naqshbandi di India dan Khorasan.
Penjelasan Sufi yang lebih lazim adalah bahwa 'Pekerjaan Darwis' terdiri atas empat elemen yang keempatnya harus dilakukan bersama secara rahasia. (Baca juga: Hikayat Mistis: Burung Merak Raja di Bawah Keranjang )
Dinukil dari Idries Shah "Tales of The Dervishes" diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.
(mhy)
Lihat Juga :