Hidup di Alam Kubur Bagai Berada dalam Ruangan Terpisah yang Terbuat dari Kaca

Sabtu, 19 Februari 2022 - 07:12 WIB
loading...
Hidup di Alam Kubur Bagai Berada dalam Ruangan Terpisah yang Terbuat dari Kaca
Kehidupan di alam kubur bagaikan keberadaan dalam suatu ruangan terpisah yang terbuat dari kaca. (Foto/Ilustrasi: Ist)
A A A
Alam kubur juga disebut alam barzakh . Dari segi bahasa, "barzakh" berarti "pemisah". Para ulama mengartikan alam barzakh sebagai "periode antara kehidupan dunia dan akhirat". Keberadaan di sana memungkinkan seseorang untuk melihat kehidupan dunia dan akhirat.

Prof Quraish Shihab dalam buku berjudul Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat menggambarkan kehidupan di sana bagaikan keberadaan dalam suatu ruangan terpisah yang terbuat dari kaca.

Ke depan penghuninya dapat melihat hari kemudian, sedangkan ke belakang mereka melihat kita yang hidup di pentas bumi ini.

Di sisi lain, menurut Quraish, harus dipahami bahwa kubur yang dimaksud di sini bukannya sebidang tanah tempat jasad mereka dikuburkan, tetapi satu alam yang kita tidak tahu persis bagaimana keadaannya.

Hadits-hadits Nabi pun -dengan kualitas yang beraneka ragam- menurut Quraish, amat banyak yang berbicara tentang alam barzakh, sehingga amat riskan untuk menolak keberadaan alam itu hanya dengan menggunakan satu atau dua ayat yang sepintas terlihat berbeda dengan keterangan-keterangan tersebut.

Hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan: "Bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

قَالَ رَسُولُ الله ِصَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( إِنَّمَا الْقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّار ِ )) [رواه الترمذي وضعفه الألباني].

"Sesungguhnya kubur itu tak ubahnya, bagaikan taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka".

Menurut Muhammad Ahmad al-‘Amari dalam bukunya berjudul "Ada Apa Di Hari Kiamat", walaupun hadits tersebut dikatakan lemah oleh para ulama maknanya sahih. Hal itu sebagaimana yang telah di tunjukkan oleh al-Qur'an serta hadits sahih lainnya dari Nabi SAW

Allah Ta'ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ وَحَاقَ بِ‍َٔالِ فِرۡعَوۡنَ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ ٤٥ ٱلنَّارُ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡهَا غُدُوّٗا وَعَشِيّٗاۚ وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدۡخِلُوٓاْ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ أَشَدَّ ٱلۡعَذَابِ


"Dan Fir'aun beserta kaumnya (mereka) dikelilingi oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras". ( QS Ghaafir : 45-46).

Selanjutnya, Nabi SAW juga biasa dalam do'anya berlindung kepada Allah dari azab kubur. Sebuah hadis sahih yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa pernah pada suatu hari ada seorang wanita Yahudi berkunjung ke rumahnya, kemudian di sela-sela pembicaraanya, wanita tersebut menyebut masalah azab kubur. Maka Aisyah mengatakan padanya semoga Allah melindungimu dari azab kubur.

Tatkala Rasulullah datang, maka Aisyah menanyakan kepada beliau tentang azab kubur. Dan beliau menjawab; 'Ia, azab kubur itu ada'.

قَالَتْ عَائِشَةُ رَضَيَ اللهُ عَنْهَا :(( فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ صَلَّى صَلَاةً إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ)) [رواه البخاري]

Aisyah mengatakan: "Tidak pernah saya melihat Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan sebuah salat melainkan pasti meminta perlindungan kepada Allah dari azab kubur".

Selain itu, beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam juga menekankan umatnya agar berlindung dari azab kubur. Diriwayatkan dari Aisyah bahwasannya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam menyuruh umatnya agar mereka berlindung dari azab kubur.

Muhammad Ahmad al-‘Amari juga menyebut adanya hadis sahih yang mengabarkan pada kita sebagian orang yang mendapat azab kubur.

Dalam sebuah hadits yang sahih dari Rasulullah, mengabarkan kepada kita beberapa orang yang akan mendapat adzab kubur, di antaranya; hadisnya Abu Ayub Radhiyallahu 'anhu. Diriwayatkan darinya, beliau menceritakan:

((خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ , قَدْ وَجَبَتْ الشَّمْسُ فَسَمِعَ صَوْتًا فَقَالَ يَهُودُ تُعَذَّبُ فِي قُبُورِهَا)) [رواه البخاري]
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1600 seconds (10.177#12.26)