Cara Bertaubat dari Dosa Memfitnah Orang

Selasa, 22 Februari 2022 - 13:18 WIB
loading...
Cara Bertaubat dari...
Cara bertaubat dari memfitnah orang adalah benar-benar mengakui kesalahan, bertekad tidak mengulanginya lagi, ikhlas dalam taubatnya dan banyak beristighfar pada Allah ta’ala. Foto ilustrasi/ist
A A A
Bagaimanakah cara bertaubat dari dosa memfitnah orang? Karena tanpa kita sadari, seringkali kita menceritakan sesuatu yang belum tentu benar adanya, bahkan cenderung ada fitnah dalam cerita tersebut.

Ada hadis yang menjelaskan perihal ghibah dan tuduhan palsu ( fitnah ). Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu yang berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Tahukah kalian apa itu ghibah? Para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda:Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang ada dalam diri saudaramu yang tidak disukai olehnya. Dikatakan: Bagaimana jika perkataanku tentangnya benar? Beliau menjawab: Jika yang kamu katakan itu benar, maka kamu telah berbuat ghibah, dan jika tidak benar, maka kamu telah membuat-buat kedustaan pada dirinya. (HR Muslim)

Baca juga: Saat Fitnah Menghantam, Berdoalah Seperti Doanya Orang Sedang Tenggelam

Tentang hadis ini, Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I, dai lulusan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta ini menjelaskan, dalam hadis di atas ada pembedaan antara ghibah dan buhtan (tuduhan dusta), ghibah adalah membicarakan orang lain terkait realita yang ada pada pihak yang dibicarakan tatkala yang dibicarakan tersebut tidak ada, dan jika misal dia tahu, maka ia tidak menyukai pembicaraan itu.

"Adapun buhtan adalah membicarakan suatu perkara yang sejatinya tidak benar ada pada pihak yang dibicarakan, ini sama saja menyandarkan sesuatu yang tidak ada pada dirinya, nah ini namanya buhtan (tuduhan dusta), atau dalam bahasa kita sering disebut fitnah,"ungkapnya.

Ustadz Setiawan Tugiyono menerangkan, dua perbuatan tersebut adalah perbuatan yang termasuk dosa besar. Cara bertaubatnya tentunya adalah benar-benar mengakui kesalahan, bertekad tidak mengulanginya lagi, ikhlas dalam taubatnya dan banyak beristighfar pada Allah ta’ala. Namun karena dosa tersebut terkait dengan hak sesama manusia, maka perlu kita melakukan sebaliknya, yakni jika kita dulu menyebarkan image buruk pada yang bersangkutan, maka sekarang kita berbalik menyampaikan kebaikan orang tersebut, memberikan pujian baginya, mendoakan kebaikan padanya.

Bahkan perlu untuk kita menghalalkan dosa tersebut pada korbannya langsung, sebagaimana Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

منْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ مِنْ أَخِيْهِ مِنْ عِرْضِهِ، أَوْ مَالِهِ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ يُؤْخَذَ حِيْنَ لاَ يَكُوْنُ دِيْنَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، وَإِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَجُعِلَتْ عَلَيْهِ


“Barangsiapa yang pernah melakukan kezhaliman terhadap saudaranya baik dari kerhormataannya atau hartanya, maka hendaknya pada hari ini dia meminta halal darinya, sebelum ia diminta ketika tidak mempunyai dinar atau dirham lagi (Hari Kiamat).

Apabila ia mempunyai amal shalih maka diambil kebaikannya setimpal dengan kezhalimannya, dan apabila ia tidak mempunyai kebaikan, maka diambil keburukan orang yang dizhaliminya lalu diberikan kepadanya.” (HR. Ahmad)

Jika memungkinkan untuk dihalalkan dengan meminta maaf, maka itu yang dituntut, namun jika diperkirakan justru ketika kita menyampaikan secara jujur bahwa pernah memfitnah (berbuat buhtan) pada dia malah akan menjadikan mudhorot yang lebih besar, seperti justru dia akan marah tidak terima, malah putus hubungan, maka dalam kondisi ini tidak perlu meminta penghalalan, cukuplah kita mendoakan dia kebaikan dan memperbaiki image-nya di tengah masyarakat.

Baca juga: Doa Penghilang Pikiran Kotor Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Wallahu A’lam.
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bacaan Zikir Bulan Rajab,...
Bacaan Zikir Bulan Rajab, Rabbighfirli Warhamni Watub Alayya Beserta Artinya
Faedah Utama Membaca...
Faedah Utama Membaca Surat Al Kahfi Setiap Jumat : Terhindar dari Kejamnya 4 Jenis Fitnah
Tobat karena Menyembunyikan...
Tobat karena Menyembunyikan Kebenaran Menurut Syaikh Al-Qardhawi
Doa Adalah Salah Satu...
Doa Adalah Salah Satu Kunci Keselamatan dari Fitnah
Makna Dua Tanduk Setan...
Makna Dua Tanduk Setan dan Fitnah dari Arah Timur?
Makna Lafaz Istighfar...
Makna Lafaz Istighfar yang Jarang Diketahui
Rekomendasi
Ilmuwan Ini Ramal Penyebab...
Ilmuwan Ini Ramal Penyebab Kiamat, Salah Satunya karena AI
Fenomena Matahari di...
Fenomena Matahari di Swedia Bisa Dilihat hampr 24 Jam
Alhazen, Fisikawan Muslim...
Alhazen, Fisikawan Muslim Penemu Ilmu Optik yang Spektakuler
Artikel Terkini
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Generasi Muda Diingatkan...
Generasi Muda Diingatkan Bijak Gunakan Gadget dan Media Sosial, Jangan Abaikan Kewajiban
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Infografis
Sepuluh Cara agar Bisa...
Sepuluh Cara agar Bisa Mendapatkan Uang dari Internet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved