3 Hari Sebelum Azab, Kaum Tsamud Terserang Wabah Virus
Rabu, 23 Maret 2022 - 17:38 WIB
loading...
Tiga hari sebelum kaum tsamud ditumpas, Allah menurunkan wabah virus. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Tiga hari sebelum Allah Taala menurunkan azab yang menumpas seluruh kaum Tsamud di era Nabi Shaleh , Allah menurunkan wabah virus. Ada yang berpendapat virus itu sejenis thypus exanthematicus, namun ada juga yang menyebut itu virus sampar (pestis haemorrhagica).
Dalam kitab tafsir al-Lubab fi ‘Ulum al-Kitab karya Abu Hafsh ‘Umar ibn ‘Ali ibn ‘Adil al-Dimasyqi, dijelaskan bahwa tiga hari sebelum dijatuhkannya azab, terjadi perubahan warna wajah yang dialami oleh kaum Tsamud, sebagaimana disampaikan Ibnu Abbas dalam redaksi berikut:
قَالَ اِبْنُ عَبَّاسٍ: لَمَّا أَمْهَلَهُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ، قَالُوْا وَمَا عَلَامَةُ ذَلِكَ؟ قَالَ: تَصْبَحُوْا فِيْ اليَوْمِ الأَوَّلِ وُجُوْهَكُمْ مُصْفَرَّةٌ، وَفِيْ اليَوْمِالثَّانِيْ مُحْمَرَّةٌ، وَفِيْ اليَوْمِ الثَّالِثِ مُسْوَدَّةٌ، ثُمَّ يَأْتِيْكُمْ العَذَابُ فِيْ اليَوْمِ الرَّابِعِ
“Ibnu Abbas berkata: manakala (azab) ditangguhkan selama tiga hari, mereka berkata apa tanda dari hal tersebut? Lalu dijawab: pada hari pertama wajah kalian akan berwarna kuning, pada hari kedua menjadi merah, dan pada hari ketiga berubah menjadi hitam. Kemudian datang azab pada hari keempat” (al-Dimasyqi, 1998: 516)
Baca juga: Kisah Dahsyat Kaum Tsamud yang Tidak Disinggung di Taurat
Nasaruddin Umar dalam bukunya berjudul "Islam Fungsional" mengutip pendapat Dr Opitz menjelaskan jenis epidemi yang menyerang kaum Tsamud tersebut adalah virus sejenis thypus exanthematicus, yang menyebabkan keracunan disertai lautan darah dan kerusakan pembuluh darah, yang menyebabkan penyakit kuning (icterus). Kemudian, pada hari selanjutnya terjadi pendarahan pada seluruh bagian kulit.
Terakhir, pada hari ketiga, kulit kaum Tsamud berubah menjadi berwarna hitam karena virus dalam daging unta tersebut telah menyerang empedu, sehingga mengeluarkan cairan berwarna hitam.
Dalam pendapat lain, justru menolak pendapat yang disampaikan Nasaruddin Umar tersebut. Hal ini dikarenakan para ahli kedokteran menyampaikan bahwa virus jenis thypus exanthematicus baru tersebar di Jazirah Arab sekitar abad ke-6 M, sedangkan peristiwa kaum Tsamud tersebut terjadi pada kurun waktu 1800-1600 SM.
Analisis yang lebih logis adalah peristiwa perubahan warna wajah kaum Tsamud tersebut terjadi akibat dari virus sampar (pestis haemorrhagica).
Menurut ahli kedokteran, virus sampar menyebar melalui perantara daging binatang unta. Virus tersebut membuat penderitanya mengalami perubahan warna wajah menjadi pucat (kuning), kemudian ditambah dengan demam yang tinggi (merah), hingga akhirnya mencapai kondisi yang sangat kritis yang mengakibakan warna wajah menjadi hitam.
Baca juga: Kisah Nabi Shaleh, Tuntutan Kaum Tsamud Sangat Muskil tapi Dikabulkan Allah Taala
Generasi Keempat dari Nabi Nuh
Ibnu Katsir dalam Qashash al-Anbiya’ menjelaskan kaum Tsamud merupakan sebuah kabilah terkemuka suku asli Arab (‘aribah) yang bertempat tinggal di Hijr yang terletak di antara Hijaz dan Tabuk.
Dalam kitab tafsir al-Lubab fi ‘Ulum al-Kitab karya Abu Hafsh ‘Umar ibn ‘Ali ibn ‘Adil al-Dimasyqi, dijelaskan bahwa tiga hari sebelum dijatuhkannya azab, terjadi perubahan warna wajah yang dialami oleh kaum Tsamud, sebagaimana disampaikan Ibnu Abbas dalam redaksi berikut:
قَالَ اِبْنُ عَبَّاسٍ: لَمَّا أَمْهَلَهُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ، قَالُوْا وَمَا عَلَامَةُ ذَلِكَ؟ قَالَ: تَصْبَحُوْا فِيْ اليَوْمِ الأَوَّلِ وُجُوْهَكُمْ مُصْفَرَّةٌ، وَفِيْ اليَوْمِالثَّانِيْ مُحْمَرَّةٌ، وَفِيْ اليَوْمِ الثَّالِثِ مُسْوَدَّةٌ، ثُمَّ يَأْتِيْكُمْ العَذَابُ فِيْ اليَوْمِ الرَّابِعِ
“Ibnu Abbas berkata: manakala (azab) ditangguhkan selama tiga hari, mereka berkata apa tanda dari hal tersebut? Lalu dijawab: pada hari pertama wajah kalian akan berwarna kuning, pada hari kedua menjadi merah, dan pada hari ketiga berubah menjadi hitam. Kemudian datang azab pada hari keempat” (al-Dimasyqi, 1998: 516)
Baca juga: Kisah Dahsyat Kaum Tsamud yang Tidak Disinggung di Taurat
Nasaruddin Umar dalam bukunya berjudul "Islam Fungsional" mengutip pendapat Dr Opitz menjelaskan jenis epidemi yang menyerang kaum Tsamud tersebut adalah virus sejenis thypus exanthematicus, yang menyebabkan keracunan disertai lautan darah dan kerusakan pembuluh darah, yang menyebabkan penyakit kuning (icterus). Kemudian, pada hari selanjutnya terjadi pendarahan pada seluruh bagian kulit.
Terakhir, pada hari ketiga, kulit kaum Tsamud berubah menjadi berwarna hitam karena virus dalam daging unta tersebut telah menyerang empedu, sehingga mengeluarkan cairan berwarna hitam.
Dalam pendapat lain, justru menolak pendapat yang disampaikan Nasaruddin Umar tersebut. Hal ini dikarenakan para ahli kedokteran menyampaikan bahwa virus jenis thypus exanthematicus baru tersebar di Jazirah Arab sekitar abad ke-6 M, sedangkan peristiwa kaum Tsamud tersebut terjadi pada kurun waktu 1800-1600 SM.
Analisis yang lebih logis adalah peristiwa perubahan warna wajah kaum Tsamud tersebut terjadi akibat dari virus sampar (pestis haemorrhagica).
Menurut ahli kedokteran, virus sampar menyebar melalui perantara daging binatang unta. Virus tersebut membuat penderitanya mengalami perubahan warna wajah menjadi pucat (kuning), kemudian ditambah dengan demam yang tinggi (merah), hingga akhirnya mencapai kondisi yang sangat kritis yang mengakibakan warna wajah menjadi hitam.
Baca juga: Kisah Nabi Shaleh, Tuntutan Kaum Tsamud Sangat Muskil tapi Dikabulkan Allah Taala
Generasi Keempat dari Nabi Nuh
Ibnu Katsir dalam Qashash al-Anbiya’ menjelaskan kaum Tsamud merupakan sebuah kabilah terkemuka suku asli Arab (‘aribah) yang bertempat tinggal di Hijr yang terletak di antara Hijaz dan Tabuk.
Lihat Juga :