Kisah Keikhlasan dan Kebersihan Hati Umar bin Khattab yang Berjuluk Al-Faruq
Kamis, 19 Mei 2022 - 16:30 WIB
loading...
Rasulullah SAW bersabda: Allah menempatkan kebenaran di lidah dan di hati Umar. Dialah al-Faruq Foto/Ilustrasi : ArtStation
A
A
A
Umar bin Khattab dikenal tegas dan keras. Apa yang ia lakukan sangat tulus. Ia akan mengatakan apa yang dianggapkan baik. Sikap Umar yang kadang berbeda dengan Rasulullah , didasari perasaan ikhlas memberikan pendapatnya demi kepentingan umum. Tidak untuk kepentingannya sendiri.
Muhammad Husain Haekal dalam buku berjudul "Umar bin Khattab" menilai dalam hal ini Umar merupakan teladan yang baik. Hal itu bisa dilihat tentang sikap Umar terhadap khamar.
"Harapannya agar minuman itu diharamkan hanya karena cintanya demi segala kebaikan masyarakat disertai disiplinnya yang begitu kuat," katanya.
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Emosional Ketika Mendengar Kabar Rasulullah SAW Wafat
Zuhud
Di samping itu, ia termasuk seorang zahid yang paling keras menjauhi harta. Kalau Rasulullah memberikan kepadanya harta hasil rampasan perang yang diperoleh Muslimin, ia berkata: "Berikan kepada yang lebih miskin dari saya." Suatu hari ia berkata demikian kepada Rasulullah, maka kata Nabi: "Terimalah dan simpan kemudian sedekahkan."
Bahkan begitu kuat zuhudnya, ketika ia mendapat bagian tanah di Khaibar, dan ia menemui Nabi Sallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Saya mendapat bagian tanah di Khaibar, yang sebenarnya belum pernah saya mendapat harta begitu berharga, tetapi apa yang harus saya perbuat dengan itu."
"Kalau Anda mau pokoknya wakafkan dan sedekahkan dengan itu."
Umar pun lalu menyedekahkan tanah itu kepada fakir miskin, kaum kerabat, membebaskan hamba sahaya, fi sabilillah dan kepada tamu. Boleh juga orang yang mengurusnya ikut menikmati dengan sepantasnya atau memberikan kepada teman yang tidak ikut memilikinya.
Dan dia berkata: Yang tak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan pokoknya. Inilah yang pertama kali sedekah dilakukan dalam Islam, dan inilah pokok yang pertama yang menjadi sistem wakaf di kalangan Muslimin di mana pun mereka berada.
Tidak heran jika orang yang sudah demikian rupa keadaannya dan zuhudnya akan sangat dihargai dan dihormati oleh semua umat Islam lepas dari wataknya yang begitu keras dan tegar.
Ia juga sangat dicintai dan dihargai oleh Rasulullah sehingga ia memanggilnya dengan Saudaraku. Pernah Umar meminta izin kepadanya akan melaksanakan umrah. Nabi mengizinkan dengan mengatakan: "Saudaraku, jangan lupakan kami dalam doa Anda."
Setiap Umar ingat akan kata-kata ini ia berkata: "Sejak terbit matahari kata ‘Saudaraku’, inilah yang saya senangi."
Baca juga: Kisah Pertentangan Politik Abu Bakar dengan Umar bin Khattab yang Paling Menonjol
Muhammad Husain Haekal dalam buku berjudul "Umar bin Khattab" menilai dalam hal ini Umar merupakan teladan yang baik. Hal itu bisa dilihat tentang sikap Umar terhadap khamar.
"Harapannya agar minuman itu diharamkan hanya karena cintanya demi segala kebaikan masyarakat disertai disiplinnya yang begitu kuat," katanya.
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Emosional Ketika Mendengar Kabar Rasulullah SAW Wafat
Zuhud
Di samping itu, ia termasuk seorang zahid yang paling keras menjauhi harta. Kalau Rasulullah memberikan kepadanya harta hasil rampasan perang yang diperoleh Muslimin, ia berkata: "Berikan kepada yang lebih miskin dari saya." Suatu hari ia berkata demikian kepada Rasulullah, maka kata Nabi: "Terimalah dan simpan kemudian sedekahkan."
Bahkan begitu kuat zuhudnya, ketika ia mendapat bagian tanah di Khaibar, dan ia menemui Nabi Sallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Saya mendapat bagian tanah di Khaibar, yang sebenarnya belum pernah saya mendapat harta begitu berharga, tetapi apa yang harus saya perbuat dengan itu."
"Kalau Anda mau pokoknya wakafkan dan sedekahkan dengan itu."
Umar pun lalu menyedekahkan tanah itu kepada fakir miskin, kaum kerabat, membebaskan hamba sahaya, fi sabilillah dan kepada tamu. Boleh juga orang yang mengurusnya ikut menikmati dengan sepantasnya atau memberikan kepada teman yang tidak ikut memilikinya.
Dan dia berkata: Yang tak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan pokoknya. Inilah yang pertama kali sedekah dilakukan dalam Islam, dan inilah pokok yang pertama yang menjadi sistem wakaf di kalangan Muslimin di mana pun mereka berada.
Tidak heran jika orang yang sudah demikian rupa keadaannya dan zuhudnya akan sangat dihargai dan dihormati oleh semua umat Islam lepas dari wataknya yang begitu keras dan tegar.
Ia juga sangat dicintai dan dihargai oleh Rasulullah sehingga ia memanggilnya dengan Saudaraku. Pernah Umar meminta izin kepadanya akan melaksanakan umrah. Nabi mengizinkan dengan mengatakan: "Saudaraku, jangan lupakan kami dalam doa Anda."
Setiap Umar ingat akan kata-kata ini ia berkata: "Sejak terbit matahari kata ‘Saudaraku’, inilah yang saya senangi."
Baca juga: Kisah Pertentangan Politik Abu Bakar dengan Umar bin Khattab yang Paling Menonjol
Lihat Juga :