Kiamat Sudah Dekat, Dajjal Sudah Muncul di Masa Nabi?
Sabtu, 25 April 2020 - 17:45 WIB
loading...
Wallahu’alam, apakah dia Dajjal atau tidak. Ilustrasi/Ist
A
A
A
KIAMAT adalah rahasia Allah Yang Mahakuasa, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Al-Qur'an dan sunnah pun hanya menginformasikan tanda-tandanya. Salah satunya adalah munculnya Dajjal yang mengaku nabi baik pada saat Rasul masih hidup maupun setelah wafat.
Dalam satu hadis disebutkan bahwa jumlahnya sekitar 30 orang. Namun Nabi tidak memerincinya satu per satu. ( Baca juga: Tanda-Tanda Sudah Ada, Benarkah Kiamat Akan Datang Pada Hari Jumat? )
"Hari kiamat tidak akan datang sampai muncul banyak dajjal sang pembohong, (jumlahnya) sekitar 30 orang dan semuanya mengaku sebagai utusan Allah. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)".
Pada masa Nabi Muhammad SAW ada anak bernama Safi Ibn Sayyad. Dia sangat membenci Rasulullah SAW. Banyak orang bilang, anak laki-laki ini, dapat memberitahumu apa yang kau pikirkan. Dia punya kemampuan tertentu.
Tandanya mirip dengan Dajjal. Dia pendek, kakinya melingkar menyerupai huruf O. Sementara itu, kulitnya lebih dekat dengan hitam. Rambutnya ikal menyerupai kribo. Dahinya lebar menggapai luas kepala. Begitu pun dengan jenjang lehernya. Sebelah matanya tertutup. Sebelah lagi bisa melihat dengan bola yang juling. ( Baca juga: 10 Tanda Besar Menjelang Hari Kiamat )
Rasulullah SAW mendengar tentangnya. Suatu hari beliau pergi untuk mencari tahu apakah dia benar Dajjal atau bukan. Beliau pergi bersama Umar bin Khattab RA dan mereka menuju sebuah desa tempat Safi tinggal.
Pada saat itu, Safi sedang duduk, bermain-main dengan sesuatu. Ketika Rasulullah SAW mencoba mendekat, Umar bin Khattab bercerita, beliau pindah dari pohon ke pohon. Rasulullah bersembunyi di balik pepohonan. Beliau mencoba mendekati anak ini dan mencoba mendengar apa yang dikatakannya.
Anak itu mengucapkan sesuatu, beliau ingin mendengar apa yang dikatakannya. Seiring Rasulullah SAW mendekati Safi dengan sangat dekat sampai mendengar perkataannya, tiba-tiba ibu dari anak itu melihat Rasulullah SAW dan ibunya berkata, “Wahai Safi, di sana ada Muhammad.” Dan Safi menengadah dan berhenti berbicara. Safi menjadi sangat marah! Dia sangat membenci beliau SAW. Entah mengapa.
Rasulullah SAW bersabda, “Andai saja ibunya tidak melihatku, aku bisa mendengar sedikit lagi, dan aku akan tahu dia Dajjal atau bukan.” Karena orang-orang berkata bahwa anak itu adalah Dajjal bahwa dia akan muncul dari sana dan dia akan menjadi Dajjal.
Rasulullah SAW berkata pada anak itu, “Aku menyembunyikan sesuatu dalam pikiranku, di dalam dadaku di mana aku ingin agar kau mencoba menebak apakah itu.” Dan anak itu melihat, sedikit mengernyitkan dahi dan berkata, “Ad-Dukh.. Ad-Dukh. Aku hanya bisa mendapatkan Ad-Dukh, Ad-Dukh.” Rasulullah SAW bersabda, “Semoga kekuatanmu tidak bisa melebihi itu!”
Dalam satu hadis disebutkan bahwa jumlahnya sekitar 30 orang. Namun Nabi tidak memerincinya satu per satu. ( Baca juga: Tanda-Tanda Sudah Ada, Benarkah Kiamat Akan Datang Pada Hari Jumat? )
"Hari kiamat tidak akan datang sampai muncul banyak dajjal sang pembohong, (jumlahnya) sekitar 30 orang dan semuanya mengaku sebagai utusan Allah. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)".
Pada masa Nabi Muhammad SAW ada anak bernama Safi Ibn Sayyad. Dia sangat membenci Rasulullah SAW. Banyak orang bilang, anak laki-laki ini, dapat memberitahumu apa yang kau pikirkan. Dia punya kemampuan tertentu.
Tandanya mirip dengan Dajjal. Dia pendek, kakinya melingkar menyerupai huruf O. Sementara itu, kulitnya lebih dekat dengan hitam. Rambutnya ikal menyerupai kribo. Dahinya lebar menggapai luas kepala. Begitu pun dengan jenjang lehernya. Sebelah matanya tertutup. Sebelah lagi bisa melihat dengan bola yang juling. ( Baca juga: 10 Tanda Besar Menjelang Hari Kiamat )
Rasulullah SAW mendengar tentangnya. Suatu hari beliau pergi untuk mencari tahu apakah dia benar Dajjal atau bukan. Beliau pergi bersama Umar bin Khattab RA dan mereka menuju sebuah desa tempat Safi tinggal.
Pada saat itu, Safi sedang duduk, bermain-main dengan sesuatu. Ketika Rasulullah SAW mencoba mendekat, Umar bin Khattab bercerita, beliau pindah dari pohon ke pohon. Rasulullah bersembunyi di balik pepohonan. Beliau mencoba mendekati anak ini dan mencoba mendengar apa yang dikatakannya.
Anak itu mengucapkan sesuatu, beliau ingin mendengar apa yang dikatakannya. Seiring Rasulullah SAW mendekati Safi dengan sangat dekat sampai mendengar perkataannya, tiba-tiba ibu dari anak itu melihat Rasulullah SAW dan ibunya berkata, “Wahai Safi, di sana ada Muhammad.” Dan Safi menengadah dan berhenti berbicara. Safi menjadi sangat marah! Dia sangat membenci beliau SAW. Entah mengapa.
Rasulullah SAW bersabda, “Andai saja ibunya tidak melihatku, aku bisa mendengar sedikit lagi, dan aku akan tahu dia Dajjal atau bukan.” Karena orang-orang berkata bahwa anak itu adalah Dajjal bahwa dia akan muncul dari sana dan dia akan menjadi Dajjal.
Rasulullah SAW berkata pada anak itu, “Aku menyembunyikan sesuatu dalam pikiranku, di dalam dadaku di mana aku ingin agar kau mencoba menebak apakah itu.” Dan anak itu melihat, sedikit mengernyitkan dahi dan berkata, “Ad-Dukh.. Ad-Dukh. Aku hanya bisa mendapatkan Ad-Dukh, Ad-Dukh.” Rasulullah SAW bersabda, “Semoga kekuatanmu tidak bisa melebihi itu!”
Lihat Juga :