Siti Sarah, Wujud Kecantikan Dunia dan Akhirat

Selasa, 23 Juni 2020 - 14:02 WIB
loading...
A A A
Sarah kemudian bertemu dengan Fir'aun . Melihat kecantikannya, timbul nafsu dalam diri Fir'aun . Berkali-kali sang raja ingin menyentuh Sarah, namun tangannya terasa lumpuh. Fir'aun tak mampu bergerak. Tangannya terpaku di dada.

Fir'aun kemudian berkata pada Sarah, "Aku berjanji tak akan mengganggumu. Mohonlah kepada Tuhanmu agar melepaskan tanganku. Sungguh, aku tidak akan menyakitimu." Sarah kembali berdoa, "Ya Allah, jika benar yang ia katakan, lepaskanlah tangannya."

Allah Ta'ala mengabulkan doanya. Tangan sang raja pun terlepas dan ia sembuh dari kekakuan tubuhnya. Namun, ia mengingkari janjinya. Ia kembali mendekati Sarah setelah tangannya dapat kembali bergerak. Kejadian yang sama pun terulang hingga tiga kali.

Fir'aun akhirnya menyerah. Ia justru ketakutan dengan kemampuan Sarah membentengi diri. Ia menuduh Sarah adalah makhluk halus serupa setan yang melakukan tipu daya. Fir'aun segera memanggil pengawalnya dan berkata, "Kau bukanlah membawa seorang wanita, melainkan membawa setan."

Si pengawal diperintahkan membawa kembali Sarah ke rumahnya. Sebelum pulang, raja memberikan seorang budak kepada Sarah sebagai hadiah. Budak itu cantik seperti Sarah. Ia adalah Siti Hajar. Saat tiba di rumah, Ibrahim bertanya kepada Sarah, "Apa yang terjadi?" Lalu, Sarah menjawab, "Allah telah menolak tipu daya raja kafir itu dan ia memberiku seorang pelayan wanita."

Itulah Sarah, yang namanya disebutkan di Al-Qur'an agar sejarah hidupnya menjadi teladan tertinggi bagi seluruh wanita di seluruh zaman dan tempat, panutan di semua sifat mulia yang menjadikannya kebahagiaan dalam taat kepada Allah sebagai simbol kehidupan rumah tangga. (Baca juga : Inilah 'Mandi Wajib' yang Harus Dilakukan Muslimah )

Siti Hajar yang Tegar

Kehadiran Siti Hajar dalam kehidupan Nabi Ibrahim Alaihissalam, berkat istrinya Sarah . Dari berbagai sumber yang ada disebutkan bahwa Hajar adalah wanita yang kulitnya berbulu, memakai celak, rambutnya keriting, cantik, berbahasa Arab dan berketurunan Arab. Hajar juga seorang wanita cerdas, kepribadiannya bening dan bersinar, serta sangat pemalu.

Siti Hajar pada awalnya merupakan budak yang membantu Sarah, istri Nabi Ibrahim Alaihissalam. Ia didatangkan dari tanah Kan’an untuk menemani Nabi Ibrahim, dalam perjalanan panjang dari Mesir menuju Makkah. Pada saat itu, Sarah belum juga hamil sementara ia sudah semakin menua. Cintanya kepada suami membuatnya berpikir untuk bisa memberikan seorang anak laki-laki sebagai penerus perjuangan.

Maka, ia pun meminta kepada Siti Hajar untuk menjadi madunya, menikah dengan suaminya. Ia ingin Siti Hajar bisa memberikan seorang putra kepada Nabi Ibrahim. Apalagi ia juga sering merasakan suaminya sangat rindu untuk memeluk seorang anak.

Namun, Sarah tetaplah seorang perempuan yang memendam cemburu. Dan, ketika Siti Hajar, madunya, melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ismail, Sarah pun diliputi rasa cemburu itu. Ia pun berjanji tidak akan mau tinggal dengan Hajar dan anaknya dalam satu atap.

Kemudian pada waktu itu datanglah perintah dari AllahSubhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Ibrahim agar membawa istri keduanya, Siti Hajar , dan bayinya, Ismail, ke tanah Makkah. Maka, mereka pun berangkat untuk menempuh perjalanan jauh. Ibrahim dan istrinya bergantian menggendong bayi yang baru lahir hingga tiba di tanah Makkah.

Pada waktu itu Makkah sangat tandus. Tak ada pohon, tidak ada air, dan sepi dari manusia. Saat itu mereka melihat ada bukit berwarna merah, di atasnya terdapat bekas rumah tua dari dahan-dahan kayu yang sudah mengering. Juga ada bekas kantong air penampung hujan. Di sanalah, seperti diriwayatkan dua sejarawan terkenal, al Thabari dan Ibnu al Atsir , Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan bayinya Ismail.

Siti Hajar pun merengek sambil menangis agar suaminya tidak meninggalkan dia dan bayinya di tempat sepi dan menyeramkan itu. Namun, Nabi Ibrahim tak peduli. ‘’Kemana engkau akan pergi dan meninggalkan kami di padang pasir yang tidak ada manusia dan bahkan kehidupan ini? Apakah Allah yang memerintahkan kamu wahai suamiku?’’Siti Hajar bertanya kepada suaminya. Tanpa menengok lagi kepada istrinya, Nabi Ibrahim pun menjawab singkat, ‘’Iya!’’

Tak ada lain yang bisa diperbuat Siti Hajar . Akhirnya ia pun berkata lirih penuh penyerahan diri kepada Allah Ta'ala, ‘’Kalau begitu, Tuhan pasti tidak akan membiarkan kami.’’

Siti Hajar tampaknya yakin betul dengan janji Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam diam, tanpa melihat lagi suaminya, ia pun menengadahkan wajahnya ke langit dan berdoa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
8 Sikap yang Bisa Mendatangkan...
8 Sikap yang Bisa Mendatangkan Cinta Allah SWT, Kaum Muslimah Wajib Tahu!
Kisah Muslimah dalam...
Kisah Muslimah dalam Surat At Tahrim : Ketika Allah SWT Menegur Istri-istri Nabi SAW
Inilah 4 Wanita Penghuni...
Inilah 4 Wanita Penghuni Surga beserta Alasannya
Kisah Nenek Nabi Isa...
Kisah Nenek Nabi Isa Alaihissalam, Wanita Penyabar yang Selalu Ingin Mengabdi kepada Allah
Kisah Masyitah Pelayan...
Kisah Masyitah Pelayan Putri Firaun
Wanita Ini Memiliki...
Wanita Ini Memiliki Kecantikan Separuh Keindahan Dunia, Siapa Dia?
Rekomendasi
Menembus Langit Asia,...
Menembus Langit Asia, Dwidayatour Jadi Saksi Pertama Aurora yang Memesona
Fenomena Aneh, Ribuan...
Fenomena Aneh, Ribuan Capung Serbu Pantai Rhode Island AS
Ancaman Serius Matahari...
Ancaman Serius Matahari terhadap Bumi Akan Terjadi Besok
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Daftar Aset dan Kekayaan...
Daftar Aset dan Kekayaan Organisasi Islam Muhammadiyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved