Kisah Khalifah Ja'far al-Mutawakkil Berdebat dengan Perempuan yang Mengaku Nabi
Minggu, 19 Juni 2022 - 18:13 WIB
loading...
Ada perempuan yang mengaku nabi pada masa pemerintahan Khalifah Jafar al-Mutawakkil. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Kisah nabi palsu berjenis kelamin perempuan ini disampaikan Shalih Abdul Hamid dalam bukunya berjudul "Thara‘if minat Turats". Konon ini terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Ja'far al-Mutawakkil, khalifah ke-10 Dinasti Abbasyiah .
Diriwayatkan, ada seorang perempuan yang mengaku sebagai nabi. Mendengar kabar itu, Khalifah Ja'far al-Mutawakkil pun memanggil perempuan tersebut.
“Apakah Anda seorang nabi?” tanya Khalifah al-Mutawakkil.
“Ya,” jawab perempuan ini tegas.
Al-Mutawakkil bertanya lagi, “Apakah Anda beriman dengan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Salam?”
Perempuan itu pun menjawab: “Ya.”
Baca juga: Dendam Perempuan, Nabi Palsu dari Banu Tamim
Al-Mutawakkil berkata, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda:
لَا نَبِيَّ بَعْدِي
‘Tidak ada nabi (laki-laki) setelahku.’ (HR Bukhari-Muslim).”
Wanita itu menjawab, “Benar, tetapi Nabi tidak mengatakan:
لَا نَبِيَّةَ بَعْدِي
‘Tidak ada nabi perempuan setelahku.’”
Diriwayatkan, ada seorang perempuan yang mengaku sebagai nabi. Mendengar kabar itu, Khalifah Ja'far al-Mutawakkil pun memanggil perempuan tersebut.
“Apakah Anda seorang nabi?” tanya Khalifah al-Mutawakkil.
“Ya,” jawab perempuan ini tegas.
Al-Mutawakkil bertanya lagi, “Apakah Anda beriman dengan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Salam?”
Perempuan itu pun menjawab: “Ya.”
Baca juga: Dendam Perempuan, Nabi Palsu dari Banu Tamim
Al-Mutawakkil berkata, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda:
لَا نَبِيَّ بَعْدِي
‘Tidak ada nabi (laki-laki) setelahku.’ (HR Bukhari-Muslim).”
Wanita itu menjawab, “Benar, tetapi Nabi tidak mengatakan:
لَا نَبِيَّةَ بَعْدِي
‘Tidak ada nabi perempuan setelahku.’”
Lihat Juga :