Cara Memanfaatkan Waktu di Dunia Menurut Pandangan Ulama
Kamis, 21 Juli 2022 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Inilah 4 Waktu yang Memiliki Keberkahan Tapi Sering Diabaikan
7. Hasan Al-Basri
“Hai manusia, sejatinya engkau adalah kumpulan hari-hari. Jika satu hari pergi, maka pergilah satu bagian darimu.” Sedangkan ulama besar Saudi Arabia Asy-Syaikh Husain bin Abdil Aziz Alu Asy-Syaikh, pernah mengatakan, sesungguhnya seorang mukmin yang mendapatkan taufiq adalah seorang yang menjadikan perubahan kondisi-kondisi sebagai kesempatan untuk ingat, merenungkan, dan mengambil pelajaran. Maka iapun menghisab dirinya, ia memperbaiki kondisinya dan meluruskan arah perjalanannya. Maka binasanya hati seseorang tatkala lalai untuk menghisab dirinya dan serta mengikuti hawa nafsunya.
Seorang mukmin mengetahui bahwasanya kehidupan dunia ini diciptakan untuk diisi dengan ketaatan kepada Allah, mentauhidkanNya, dan untuk mewujudkan peribadatan kepadanya. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzaariyaat : 56)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhu ia berkata : Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memegang pundakku lalu berkata : "Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau musafir yang numpang lewat".
Ibnu Umar berkata : "Jika telah sore maka janganlah engkau menunggu pagi, dan jika telah pagi maka janganlah engkau menunggu sore, manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan manfaatkan kehidupanmu sebelum tiba kematianmu", (HR Al-Bukhari)
Maka wajib bagi kita dengan bertambahnya waktu umur kita, bertambah pula ketaatan dan perbuatan kebajikan, hendaknya kita mengisi tahun-tahun untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sedekat-dekatnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : "Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya" (HR Ahmad dan At-Tirmidzi)
Baca juga: Menunda-nunda Shalat, Musibah Besar yang Diremehkan Kaum Wanita
Wallahu A'lam
7. Hasan Al-Basri
“Hai manusia, sejatinya engkau adalah kumpulan hari-hari. Jika satu hari pergi, maka pergilah satu bagian darimu.” Sedangkan ulama besar Saudi Arabia Asy-Syaikh Husain bin Abdil Aziz Alu Asy-Syaikh, pernah mengatakan, sesungguhnya seorang mukmin yang mendapatkan taufiq adalah seorang yang menjadikan perubahan kondisi-kondisi sebagai kesempatan untuk ingat, merenungkan, dan mengambil pelajaran. Maka iapun menghisab dirinya, ia memperbaiki kondisinya dan meluruskan arah perjalanannya. Maka binasanya hati seseorang tatkala lalai untuk menghisab dirinya dan serta mengikuti hawa nafsunya.
Seorang mukmin mengetahui bahwasanya kehidupan dunia ini diciptakan untuk diisi dengan ketaatan kepada Allah, mentauhidkanNya, dan untuk mewujudkan peribadatan kepadanya. Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzaariyaat : 56)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhu ia berkata : Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memegang pundakku lalu berkata : "Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau musafir yang numpang lewat".
Ibnu Umar berkata : "Jika telah sore maka janganlah engkau menunggu pagi, dan jika telah pagi maka janganlah engkau menunggu sore, manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan manfaatkan kehidupanmu sebelum tiba kematianmu", (HR Al-Bukhari)
Maka wajib bagi kita dengan bertambahnya waktu umur kita, bertambah pula ketaatan dan perbuatan kebajikan, hendaknya kita mengisi tahun-tahun untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sedekat-dekatnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : "Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya" (HR Ahmad dan At-Tirmidzi)
Baca juga: Menunda-nunda Shalat, Musibah Besar yang Diremehkan Kaum Wanita
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :