Puasa Asyura dan Sholat Menghadap Baitul Maqdis untuk Tarik Simpati Kaum Yahudi?
Kamis, 28 Juli 2022 - 16:46 WIB
loading...
Baitul Maqdis, kiblat pertama umat Islam. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Kalangan orientalis menganggap setibanya di Madinah, Rasulullah SAW berusaha merekrut orang-orang Yahudi agar masuk Islam. Ini dilakukan dengan mengadaptasi ritual-ritual muslimin agar dalam beberapa segi sesuai dengan ritual-ritual mereka.
Dr Muhammad bin Fariz al-Jamil dalam bukunya berjudul "Nabi Muhammad dan Yahudi Madinah" mengatakan di ranah ibadah, misalnya, salah satu ritual yang dikerjakan Rasulullah dan dianjurkan dilakukan para pengikutnya di Madinah adalah puasa pada hari Asyura.
Baca juga: Puasa Asyura: Benarkah Diadaptasi dari Praktik Yahudi?
Abu Musa al-Asy'ari menuturkan, “Nabi memasuki Madinah dan melihat banyak orang Yahudi mengagungkan hari Asyura”. Maka beliau bersabda: “Kami lebih berhak berpuasa pada hari itu.” Beliau pun memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari tersebut.”
Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas menjelaskan alasan kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura dan penyebab kaum muslimin mengikuti mereka berpuasa pada hari tersebut.
Dia berkata, “Ketika tiba ke Madinah, Nabi mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura”. Saat ditanya mengenai hal itu, mereka menjawab, “Ini adalah hari ketika Allah memenangkan Musa dan Bani Israil atas Firaun. Dan, kami berpuasa untuk mengagungkannya.
Beliau bersabda, “Kami lebih berhak atas Musa dibanding kalian.” Kemudian, beliau memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari itu.””
Baca juga: Sejarah Salat, Awalnya 17 Bulan Menghadap ke Baitul Maqdis Palestina
Selanjutnya, ketika hijrah ke Madinah, Rasulullah sholat menghadap Baitul Maqdis. Al-Bukhari mengutip sebuah riwayat dari al-Bara, bahwa Nabi sholat menghadap ke arah Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan.
Sebenarnya, beliau menghendaki kiblatnya di arah al-Bait (yakni Kakbah). Dan (setelah arah kiblat dialihkan ke Baitullah Kakbah), sholat pertama yang beliau kerjakan adalah sholat Ashar bersama sekelompok orang.
Seorang lelaki dari mereka pun keluar dan melewati orang-orang yang sedang rukuk di sebuah masjid menghadap Baitul Maqdis. Lelaki itu berseru, “Demi Allah, aku baru saja sholat bersama Nabi menghadap ke Mekkah.”
Dr Muhammad bin Fariz al-Jamil dalam bukunya berjudul "Nabi Muhammad dan Yahudi Madinah" mengatakan di ranah ibadah, misalnya, salah satu ritual yang dikerjakan Rasulullah dan dianjurkan dilakukan para pengikutnya di Madinah adalah puasa pada hari Asyura.
Baca juga: Puasa Asyura: Benarkah Diadaptasi dari Praktik Yahudi?
Abu Musa al-Asy'ari menuturkan, “Nabi memasuki Madinah dan melihat banyak orang Yahudi mengagungkan hari Asyura”. Maka beliau bersabda: “Kami lebih berhak berpuasa pada hari itu.” Beliau pun memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari tersebut.”
Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas menjelaskan alasan kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura dan penyebab kaum muslimin mengikuti mereka berpuasa pada hari tersebut.
Dia berkata, “Ketika tiba ke Madinah, Nabi mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura”. Saat ditanya mengenai hal itu, mereka menjawab, “Ini adalah hari ketika Allah memenangkan Musa dan Bani Israil atas Firaun. Dan, kami berpuasa untuk mengagungkannya.
Beliau bersabda, “Kami lebih berhak atas Musa dibanding kalian.” Kemudian, beliau memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari itu.””
Baca juga: Sejarah Salat, Awalnya 17 Bulan Menghadap ke Baitul Maqdis Palestina
Selanjutnya, ketika hijrah ke Madinah, Rasulullah sholat menghadap Baitul Maqdis. Al-Bukhari mengutip sebuah riwayat dari al-Bara, bahwa Nabi sholat menghadap ke arah Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan.
Sebenarnya, beliau menghendaki kiblatnya di arah al-Bait (yakni Kakbah). Dan (setelah arah kiblat dialihkan ke Baitullah Kakbah), sholat pertama yang beliau kerjakan adalah sholat Ashar bersama sekelompok orang.
Seorang lelaki dari mereka pun keluar dan melewati orang-orang yang sedang rukuk di sebuah masjid menghadap Baitul Maqdis. Lelaki itu berseru, “Demi Allah, aku baru saja sholat bersama Nabi menghadap ke Mekkah.”
Lihat Juga :