Kisah Bijak Para Sufi: Bendungan

Senin, 29 Juni 2020 - 05:55 WIB
loading...
Kisah Bijak Para Sufi:...
Sungai kecil dipenuhi kayu. Foto/ilustrasi/pixabay
A A A
Konon, seorang janda dan lima anak lelakinya hidup di atas sepetak tanah yang diairi. Mereka hidup sederhana dari hasil panen tanah pertanian itu. Tetapi, hak mereka untuk memperoleh air dirampas oleh seorang tuan lalim yang memalang dan menutup bendungan itu. (Baca juga: Kisah-Kisah Sufi Idries Shah: Tiga Orang Darwis )

Si Sulung beberapa kali berusaha memindahkan palang itu, tetapi ia tak cukup kuat, sedangkan adik-adiknya masih kecil. Lagipula, ia tahu bahwa tuan lalim itu selalu bisa menutup kembali bendungannya sehingga upayanya akan sia-sia belaka.

Suatu hari, Si Sulung bertemu ayahnya dalam mimpi. Oleh ayahnya, ia diberi petunjuk tertentu yang menimbulkan harapan. Tak lama kemudian, tuan lalim yang marah atas perilaku pemuda itu menyebarkan berita ke seluruh negeri bahwa ia seorang pembuat onar sehingga membuat masyarakat benci kepadanya. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Berharga dan Tak Berharga )

Pemuda ini menyingkir ke sebuah kota yang jauh. Di sana, selama bertahun-tahun, ia bekerja sebagai pembantu seorang pedagang. Dan waktu ke waktu dikirimnya sejumlah uang kepada ibunya lewat perantaraan para pedagang yang sedang dalam perjalanan. Sebab ia tak ingin keluarganya merasa berhutang budi kepada orang asing dan agar para pedagang itu tidak dicurigai, ia meminta mereka memberikan uang itu kepada adik-adiknya sebagai upah untuk pekerjaan tertentu.

Setelah berpuluh-puluh tahun lewat, Si Sulung pun memutuskan untuk kembali ke rumah ibunya. Ketika ia tiba di rumah, hanya seorang adiknya yang dengan ragu mengenalinya, sebab ia kini tampak jauh lebih tua.

"Kakak tertuaku berambut hitam," kata adiknya. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Waktu, Tempat, dan Orang)

"Tetapi aku lebih tua sekarang," kata Si Sulung.

"Kami bukan pedagang," kata adiknya yang lain. "Bagaimana mungkin orang ini, dengan pakaian dan cara bicaranya, mengaku saudara kita?"

Si Sulung menjelaskan alasannya, tetapi adiknya itu tidak sepenuhnya yakin. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Raja Ingin Menjadi Dermawan )

"Aku masih ingat bagaimana kalian berempat kujagai, dan betapa kalian merindukan air yang muncrat dari lekukan yang melewati bendungan," kata Si Sulung.

"Kami tidak ingat itu," kata mereka, sebab waktu itu mereka masih kecil dan waktu telah menghapuskan banyak hal dari ingatan mereka.

"Namun, aku mengirimi kalian uang, yang mempertahankan hidup kalian sejak bendungan itu ditutup," kata Si Sulung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Objek Misterius Antarbintang...
Objek Misterius Antarbintang Tertangkap Kamera Melintasi Tata Surya
Fenomena Alam Tandai...
Fenomena Alam Tandai 2 Peristiwa Penting di Kerajaan Majapahit
Kerabat Titanoboa, Ahli...
Kerabat Titanoboa, Ahli Akui Ukuran Ular Raksasa Kalimantan Sulit Dipastikan
Artikel Terkini
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Infografis
Empat Penemuan Besar...
Empat Penemuan Besar yang Disesali oleh Para Penemunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved