Kisah Menyayat Hati saat 72 Kepala Syuhada Karbala Dibawa ke Kufah
Senin, 15 Agustus 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Thabari dalam "Tarikh Thabari", perkataan Zainab binti Ali cucu Rasulullah SAW, ketika melintasi tubuh Imam Husain:
﴾يا محمداه، يا محمداه! صلى عليك ملائكة السماء، هذا الحسين بالعراء، مرمل بالدماء، مقطع الأعضاء، يا محمداه! و بناتك سبايا، و ذريتك مقتله، تسفى عليها الصبا﴿
﴾قال: فابکت و الله کل عدو و صدیق﴿
"Wahai Muhammad, Wahai Muhammad, para malaikat surga bershalawat kepadamu, Ini adalah Husain tergeletak di padang sahara, berlumuran dengan darah, terpotong anggota badannya! Wahai Muhammad, putri-putrimu menjadi tawanan, keturunanmu terbunuh tertiup angin." Perawi berkata: Demi Allah, kawan dan lawan dibuatnya menangis.
Ali bin Husain berkata, “Saat aku memandang jasad para syuhada yang tersungkur di atas tanah dan tiada seorang pun dari mereka yang bersedia menguburkannya, dadaku penuh sesak dan rasa berat yang tak terhingga telah melingkupiku hingga hampir saja jiwaku melayang. Saat mengetahui keadaanku, bibiku Zainab menenangkanku supaya aku sabar menghadapi semuanya."
"Tiada cara bagiku ‘tuk tak pergi dan tak meninggalkanmu, wahai tubuh yang tercabik-cabik, kuserahkan dirimu pada-Nya."
Ali bin Husain dikenal sebagai Imam Sajjad juga Zainal Abidin, selamat dari perang Karbala dan menjadi tawanan karena dia tidak ikut berperang. Kala itu beliau sedang sakit.
Baca juga: Begini Sikap Ahlussunnah tentang Tragedi Karbala dan Cinta Keluarga Rasulullah SAW
Di sisi lain, pada hari Ahad 12 Muharam 61 Hijriah, di Kufah, Gubernur setempat, Ubaidullah bin Ziyad, mendorong rakyat Kufah untuk hadir dalam pesta perayaan kemenangan.
Rakyat Kufah berdatangan ke lorong-lorong dan pasar untuk melihat para tawanan. Sebagian mereka senang, sebagian lagi benci.
Selama berada di Kufah, para tawanan Karbala berada di antara rakyat berjalan di antara kepala-kepala syuhada Karbala yang ditancapkan di ujung-ujung tombak.
﴾يا محمداه، يا محمداه! صلى عليك ملائكة السماء، هذا الحسين بالعراء، مرمل بالدماء، مقطع الأعضاء، يا محمداه! و بناتك سبايا، و ذريتك مقتله، تسفى عليها الصبا﴿
﴾قال: فابکت و الله کل عدو و صدیق﴿
"Wahai Muhammad, Wahai Muhammad, para malaikat surga bershalawat kepadamu, Ini adalah Husain tergeletak di padang sahara, berlumuran dengan darah, terpotong anggota badannya! Wahai Muhammad, putri-putrimu menjadi tawanan, keturunanmu terbunuh tertiup angin." Perawi berkata: Demi Allah, kawan dan lawan dibuatnya menangis.
Ali bin Husain berkata, “Saat aku memandang jasad para syuhada yang tersungkur di atas tanah dan tiada seorang pun dari mereka yang bersedia menguburkannya, dadaku penuh sesak dan rasa berat yang tak terhingga telah melingkupiku hingga hampir saja jiwaku melayang. Saat mengetahui keadaanku, bibiku Zainab menenangkanku supaya aku sabar menghadapi semuanya."
"Tiada cara bagiku ‘tuk tak pergi dan tak meninggalkanmu, wahai tubuh yang tercabik-cabik, kuserahkan dirimu pada-Nya."
Ali bin Husain dikenal sebagai Imam Sajjad juga Zainal Abidin, selamat dari perang Karbala dan menjadi tawanan karena dia tidak ikut berperang. Kala itu beliau sedang sakit.
Baca juga: Begini Sikap Ahlussunnah tentang Tragedi Karbala dan Cinta Keluarga Rasulullah SAW
Di sisi lain, pada hari Ahad 12 Muharam 61 Hijriah, di Kufah, Gubernur setempat, Ubaidullah bin Ziyad, mendorong rakyat Kufah untuk hadir dalam pesta perayaan kemenangan.
Rakyat Kufah berdatangan ke lorong-lorong dan pasar untuk melihat para tawanan. Sebagian mereka senang, sebagian lagi benci.
Selama berada di Kufah, para tawanan Karbala berada di antara rakyat berjalan di antara kepala-kepala syuhada Karbala yang ditancapkan di ujung-ujung tombak.
Lihat Juga :