Keutamaan dan Manfaat Menjenguk Orang Sakit dalam Islam
Minggu, 21 Agustus 2022 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
2. Akan “menemukan” Allah
Di dalam hadis bahkan disebutkan bahwa Allah kelak pada hari Kiamat akan menegur kita jika kita tidak “menjenguk-Nya” ketika Dia “sedang sakit”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu dalam hadis qudsi bahwa pada hari Kiamat kelak Allah akan bertanya kepada hamba-Nya, “Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi mengapa kamu tidak menjenguk-Ku?” Sang hamba balik bertanya, “Bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?” Allah menjawab, “Bukankah kamu tahu bahwa fulan, hamba-Ku, sedang sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya? Tidakkah kamu tahu jika kamu menjenguknya kamu akan menemukan Aku di sisinya? Wahai anak Adam, Aku meminta makan darimu tetapi mengapa kamu tidak memberi-Ku makan?” Sang hamba menjawab, “Bagaimana aku memberi-Mu makan sedang Engkau Tuhan semesta alam?” Tuhan menjawab, “Bukankah kamu tahu bahwa hamba-Ku, fulan, meminta makan kepadamu tetapi tidak kamu beri? Tidakkah kamu tahu kalau kamu beri dia makan kamu akan menemukan Aku padanya? Wahai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu tetapi mengapa tidak kau beri?” Hamba menjawab, “Bagaimana aku memberi-Mu minum, sementara Engkau Tuhan semesta alam?” Allah menjawab, “Bukankah kamu tahu bahwa fulan, hamba-Ku, meminta minum tetapi tidak kamu beri minum? Tidakkah kamu tahu seandainya kamu beri dia minum kamu akan menemukan itu pada-Ku?” (HR Bukhari).
Dalam bahasa kiasan dapat dikatakan bahwa ada Allah di sisi orang sakit. Ada rahmat Allah sedang turun pada orang sakit. Dengan menjenguk orang sakit, kita sebenarnya sedang menjemput rahmat Allah. Dengan membesuk orang sakit, kita sebenarnya sedang mendekatkan diri kepada Allah.
3. Ada surga pada orang sakit
Perhatikan hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya apabila seorang muslim membesuk muslim lainnya (yang sedang sakit), ia akan tetap memetik buah surga sampai ia pulang.” Menjenguk orang sakit diibaratkan dengan memetik buah surga.
4. Didoakan kebaikan oleh Malaikat
Diriwayatkan dari Abli bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu bahwa ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Tidak ada seorang muslim yang menjenguk saudara muslim pada pagi hari, kecuali tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya sampai sore. Jika ia menjenguknya pada sore hari, tujuh puluh ribu malaikat turun mendoakannya sampai pagi. Ia (orang yang menjenguk) dicatat memiliki kebun di dalam surga.” (HR At-Tirmidzi).
5. Hak seorang muslim dijenguk saudara muslim lainnya
Seorang muslim yang sedang tidak sakit berkewajiban menjenguk saudaranya yang sedang sakit sebisa mungkin. Ini disebutkan dengan sangat jelas dalam hadis Rasulullah yang lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, bahwa kewajiban seorang muslim atas saudaranya yang muslim ada enam yaitu (1) menjawab salam, (2) menjenguk yang sakit, (3) memberi nasihat ketika diminta, (4) mengantarkan jenazahnya jika meninggal dunia, (5) mendatangi undangannya, dan (6) mendoakannya ketika ia bersin.
Baca juga: Larangan Mencela Suatu Penyakit
6. Waktu tepat untuk bersyukur
Kesehatan bisa diibaratkan layaknya mahkota di kepala orang yang sedang sehat namun tidak ada yang bisa melihat mahkota itu kecuali bagi mereka yang sedang sakit. Karena itulah pada saat kita menjenguk orang sakit makan bisa digunakan untuk lebih memperbanyak rasa syukur atas rahmat Allah yang sudah memberikan kesehatan untuk kita.
Di dalam hadis bahkan disebutkan bahwa Allah kelak pada hari Kiamat akan menegur kita jika kita tidak “menjenguk-Nya” ketika Dia “sedang sakit”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu dalam hadis qudsi bahwa pada hari Kiamat kelak Allah akan bertanya kepada hamba-Nya, “Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi mengapa kamu tidak menjenguk-Ku?” Sang hamba balik bertanya, “Bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?” Allah menjawab, “Bukankah kamu tahu bahwa fulan, hamba-Ku, sedang sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya? Tidakkah kamu tahu jika kamu menjenguknya kamu akan menemukan Aku di sisinya? Wahai anak Adam, Aku meminta makan darimu tetapi mengapa kamu tidak memberi-Ku makan?” Sang hamba menjawab, “Bagaimana aku memberi-Mu makan sedang Engkau Tuhan semesta alam?” Tuhan menjawab, “Bukankah kamu tahu bahwa hamba-Ku, fulan, meminta makan kepadamu tetapi tidak kamu beri? Tidakkah kamu tahu kalau kamu beri dia makan kamu akan menemukan Aku padanya? Wahai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu tetapi mengapa tidak kau beri?” Hamba menjawab, “Bagaimana aku memberi-Mu minum, sementara Engkau Tuhan semesta alam?” Allah menjawab, “Bukankah kamu tahu bahwa fulan, hamba-Ku, meminta minum tetapi tidak kamu beri minum? Tidakkah kamu tahu seandainya kamu beri dia minum kamu akan menemukan itu pada-Ku?” (HR Bukhari).
Dalam bahasa kiasan dapat dikatakan bahwa ada Allah di sisi orang sakit. Ada rahmat Allah sedang turun pada orang sakit. Dengan menjenguk orang sakit, kita sebenarnya sedang menjemput rahmat Allah. Dengan membesuk orang sakit, kita sebenarnya sedang mendekatkan diri kepada Allah.
3. Ada surga pada orang sakit
Perhatikan hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya apabila seorang muslim membesuk muslim lainnya (yang sedang sakit), ia akan tetap memetik buah surga sampai ia pulang.” Menjenguk orang sakit diibaratkan dengan memetik buah surga.
4. Didoakan kebaikan oleh Malaikat
Diriwayatkan dari Abli bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu bahwa ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Tidak ada seorang muslim yang menjenguk saudara muslim pada pagi hari, kecuali tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya sampai sore. Jika ia menjenguknya pada sore hari, tujuh puluh ribu malaikat turun mendoakannya sampai pagi. Ia (orang yang menjenguk) dicatat memiliki kebun di dalam surga.” (HR At-Tirmidzi).
5. Hak seorang muslim dijenguk saudara muslim lainnya
Seorang muslim yang sedang tidak sakit berkewajiban menjenguk saudaranya yang sedang sakit sebisa mungkin. Ini disebutkan dengan sangat jelas dalam hadis Rasulullah yang lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, bahwa kewajiban seorang muslim atas saudaranya yang muslim ada enam yaitu (1) menjawab salam, (2) menjenguk yang sakit, (3) memberi nasihat ketika diminta, (4) mengantarkan jenazahnya jika meninggal dunia, (5) mendatangi undangannya, dan (6) mendoakannya ketika ia bersin.
Baca juga: Larangan Mencela Suatu Penyakit
6. Waktu tepat untuk bersyukur
Kesehatan bisa diibaratkan layaknya mahkota di kepala orang yang sedang sehat namun tidak ada yang bisa melihat mahkota itu kecuali bagi mereka yang sedang sakit. Karena itulah pada saat kita menjenguk orang sakit makan bisa digunakan untuk lebih memperbanyak rasa syukur atas rahmat Allah yang sudah memberikan kesehatan untuk kita.
Lihat Juga :