7 Orang yang Doanya Mustajab, Nomor 1 Doa Muslim untuk Saudara di Rantau

loading...
7 Orang yang Doanya Mustajab, Nomor 1 Doa Muslim untuk Saudara di Rantau
Salah satu doa yang mustajab adalah doa orang tua terhadap anaknya. Foto/Ilustrasi: Ist
Setidaknya ada 7 orang yang doanya mustajab atau mudah terkabul. Selain orang yang teraniaya, salah satunya adalah doa seorang muslim terhadap saudaranya dari tempat yang jauh.

Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih dalam kitab "Jahalatun Nas fid Du’a" menyebut orang-orang yang doanya mustajab tersebut dengan urutan sebagai berikut:

Baca juga: 4 Hadis Tentang Doa Mustajab

Pertama, doa seorang muslim terhadap saudaranya dari tempat yang jauh. Hal tersebut berdasarkan sebuah hadis dari Abu Darda’ bahwa dia berkata bahwasannya Nabi SAW bersabda.

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ لأَِخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوْكِلُ بِهِ آمِيْنَ وَلَكَ بِمِثْلِ

“Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : “Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan“. (Shahih Muslim)

Imam An-Nawawi dalam kitab "Syarh Shahih Muslim" mengatakan bahwa hadis tersebut menjelaskan tentang keutamaan seorang muslim mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh, jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka tetap mendapatkan keutamaan tersebut.

Oleh sebab itu, sebagian ulama salaf tatkala berdoa untuk diri sendiri dia menyertakan saudaranya dalam doa tersebut, karena selain terkabul dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya.

Selanjutnya, hadis dari Shafwan bin Abdullah bahwa dia berkata: Saya tiba di negeri Syam lalu saya menemui Abu Darda’ di rumahnya, tetapi saya hanya bertemu dengan Ummu Darda’ dan dia berkata: Apakah kamu ingin menunaikan haji tahun ini? Saya menjawab: Ya. Dia berkata : Doakanlah kebaikan untuk kami karena Rasulullah SAW bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang ditugaskan kepadanya, tatkala dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya mengucapkan: Amiin dan bagimu seperti yang kau doakan”.

Shafwan berkata : “Lalu saya keluar menuju pasar dan bertemu dengan Abu Darda’, beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari Nabi. (Shahih Muslim)

Syaikh Al-Mubarak Furi dalam kitab "Mir’atul Mafatih" mengatakan bahwa jika seorang muslim mendoakan saudaranya kebaikan dari tempat yang jauh dan tanpa diketahui oleh saudara tersebut, maka doa tersebut akan dikabulkan, sebab doa seperti itu lebih berbobot dan ikhlas karena jauh dari riya dan sum’ah serta berharap imbalan sehingga lebih diterima oleh Allah.

Baca juga: Hadis-hadis Tentang Doa Mustajab

Kedua, orang yang mustajab doanya adalah orang yang memperbanyak berdoa pada saat lapang dan bahagia. Hal ini sesuai hadis dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَيَكْثُرُ الدَّعَاءَ فِى الرَّخَاءِ

“Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang“. (Sunan At-Tirmidzi)

Syaikh Al-Mubarak Furi dalam "Mir’atul Mafatih" mengatakan bahwa makna hadis tersebut adalah hendaknya seseorang memperbanyak doa pada saat sehat, kecukupan dan selamat dari cobaan, sebab ciri seorang mukmin adalah selalu dalam keadaan siaga sebelum membidikkan panah. Maka sangat baik jika seorang mukmin selalu berdoa kepada Allah sebelum datang bencana berbeda dengan orang kafir dan zhalim sebagaimana firman Allah SWT.

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ

“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya ; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu“. ( QS Az-Zumar/39 : 8)
halaman ke-1
preload video