Sufisme Pengaruhi Kehidupan Mistik di India
Selasa, 23 Agustus 2022 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
"Tepatnya sejak abad kesembilan hingga abad kedua belas, gerakan-gerakan keagamaan itu muncul dalam kaitannya dengan tokoh-tokoh seperti Sankara, Ramanuja, Ananda Tirtha dan Basava, bukan berkaitan dengan mayoritas sekte-sekte yang dicatat sejarah dan sama sekali tidak berkaitan dengan Hinduisme yang muncul beberapa periode kemudian."
Idries Shah mengatakan ada satu fakta yang perlu diperhatikan para mahasiswa Barat dalam meneliti (kebenaran) klaim bahwa aliran mistik kuno India itu telah memicu gerakan-gerakan mistik di antara orang-orang Hindu.
Meskipun tampak ganjil bagi sebagian besar pengamat, ternyata kepustakaan religius awal dalam Hindu hanya ditulis pada akhir abad kedelapan belas dan awal abad kesembilan belas sebagaimana dinyatakan oleh seorang sarjana Inggris, Sir William Jones.
Menurut Idries Shah, dokumen-dokumen kuno hampir tidak utuh lagi. Manuskrip India tertua itu diperkirakan sebagai sebuah bagian tulisan Budha di atas lembaran-lembaran kulit pohon birch yang ditemukan di Taxila pada akhir abad kelima Masehi.
Sementara itu, dari bahan yang sama, manuskrip Bakhshali diklaim oleh generasi berikutnya sebagai naskah kuno paling awal, meskipun naskah tersebut ternyata ditulis pada abad kedua belas.
Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Warisan
Menurut Idries Shah, bhakti dan gerakan-gerakan reformis dalam Hinduisme yang dipelopori oleh para tokoh seperti Madhva, Ramananda dan Kabir, sebenarnya berdasar pada sejumlah besar pemikiran dan perilaku sufi yang telah diperkenalkan di India setelah penaklukan Islam di sana.
Kabir "telah banyak meluangkan waktu berkumpul dengan para sufi Muslim." Dadu "bahkan menaruh perhatian yang lebih besar pada pengetahuan sufi daripada ajaran para leluhurnya... mungkin karena para sufi di India Barat mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap pemikiran para Pencari Tuhan, baik dalam Hindu maupun Islam, daripada pengaruh para sufi di India Timur," papar Tara Chand, meskipun ia sendiri bukan seorang sufi.
Idries Shah mengatakan ada satu fakta yang perlu diperhatikan para mahasiswa Barat dalam meneliti (kebenaran) klaim bahwa aliran mistik kuno India itu telah memicu gerakan-gerakan mistik di antara orang-orang Hindu.
Meskipun tampak ganjil bagi sebagian besar pengamat, ternyata kepustakaan religius awal dalam Hindu hanya ditulis pada akhir abad kedelapan belas dan awal abad kesembilan belas sebagaimana dinyatakan oleh seorang sarjana Inggris, Sir William Jones.
Menurut Idries Shah, dokumen-dokumen kuno hampir tidak utuh lagi. Manuskrip India tertua itu diperkirakan sebagai sebuah bagian tulisan Budha di atas lembaran-lembaran kulit pohon birch yang ditemukan di Taxila pada akhir abad kelima Masehi.
Sementara itu, dari bahan yang sama, manuskrip Bakhshali diklaim oleh generasi berikutnya sebagai naskah kuno paling awal, meskipun naskah tersebut ternyata ditulis pada abad kedua belas.
Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Warisan
Menurut Idries Shah, bhakti dan gerakan-gerakan reformis dalam Hinduisme yang dipelopori oleh para tokoh seperti Madhva, Ramananda dan Kabir, sebenarnya berdasar pada sejumlah besar pemikiran dan perilaku sufi yang telah diperkenalkan di India setelah penaklukan Islam di sana.
Kabir "telah banyak meluangkan waktu berkumpul dengan para sufi Muslim." Dadu "bahkan menaruh perhatian yang lebih besar pada pengetahuan sufi daripada ajaran para leluhurnya... mungkin karena para sufi di India Barat mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap pemikiran para Pencari Tuhan, baik dalam Hindu maupun Islam, daripada pengaruh para sufi di India Timur," papar Tara Chand, meskipun ia sendiri bukan seorang sufi.
(mhy)
Lihat Juga :