Kisah Nenek Moyang Kaum Anshar yang Mengungsi karena Azab Allah Taala
Senin, 19 September 2022 - 17:16 WIB
loading...
Ratu Balqis adalah ratu Saba, satu wilayah di Yaman. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Kaum Anshar adalah suku Aslam, baik dari kabilah Khazraj maupun Aus. Mereka berasal dari Gassan keturunan Arab negeri Yaman dari Saba. Mereka tinggal di Yasrib atau Madinah setelah Saba runtuh akibat banjir besar yang menimpa negerinya.
Sekadar mengingatkan kaum Anshar adalah sebutan untuk suatu kaum yang menerima hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah. Ibnu Katsir saat menafsirkan surat Saba ayat 15-17 dalam tafsirnya mengetengahkan azab Allah terhadap orang-orang Saba tersebut.
Baca juga: Al-Qur'an Gambarkan 4 Kepribadian Luhur Ratu Balqis
Saba adalah nama raja-raja negeri Yaman dan juga nama penduduknya. Sedangkan Tababi'ah (jamak Tubba' nama julukan Raja Yaman) berasal dari keturunan mereka. Balqis (teman wanita Nabi Sulaiman as) termasuk salah seorang dari raja-raja negeri Yaman.
Nenek moyang kaum Anshar ini dinamakan Gassan karena mereka sewaktu di Yaman tinggal di dekat sebuah mata air yang dinamai Gassan. Menurut suatu riwayat, mata air Gassan ini berada di dekat Al-Musyallal. Hasan ibnu Sabit ra mengatakan dalam salah satu bait syairnya:
إمَّا سَألت فَإنَّا مَعْشَرٌ نُجُبٌ ... الأزْدُ نِسْبَتُنَا، وَالْمَاءُ غَسَّانُ
"Jika engkau bertanya (tentang kami), maka kami adalah golongan keturunan kabilah Azd, yang kakek moyang kami bertempat di dekat mata air Gassan."
Allah SWT dalam surat Saba ayat 15-17 berfirman:
{لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ (15) فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ (16) ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلا الْكَفُورَ (17) }
Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.
(Kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon asl, dan sedikit dari pohon sidr.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. ( QS Saba : 15-17)
Baca juga: Kisah Ratu Balqis yang Demokratis, Ibunya Ternyata dari Bangsa Jin
Ibnu Katsir mengatakan dahulu kala kaum Saba hidup berlimpah dengan kenikmatan dan kesenangan di negeri mereka. Kehidupan mereka sangat menyenangkan, dan rezeki mereka berlimpah, begitu pula tanam-tanaman dan buah-buahannya.
Kemudian Allah SWT mengutus kepada mereka rasul-rasul yang memerintahkan kepada mereka agar memakan rezeki Allah dan bersyukur kepada-Nya dengan cara mengesakan dan menyembah-Nya. Mereka tetap diseru oleh para rasul selama masa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Tetapi mereka berpaling dari apa yang diperintahkan oleh para rasul kepada mereka.
Sekadar mengingatkan kaum Anshar adalah sebutan untuk suatu kaum yang menerima hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah. Ibnu Katsir saat menafsirkan surat Saba ayat 15-17 dalam tafsirnya mengetengahkan azab Allah terhadap orang-orang Saba tersebut.
Baca juga: Al-Qur'an Gambarkan 4 Kepribadian Luhur Ratu Balqis
Saba adalah nama raja-raja negeri Yaman dan juga nama penduduknya. Sedangkan Tababi'ah (jamak Tubba' nama julukan Raja Yaman) berasal dari keturunan mereka. Balqis (teman wanita Nabi Sulaiman as) termasuk salah seorang dari raja-raja negeri Yaman.
Nenek moyang kaum Anshar ini dinamakan Gassan karena mereka sewaktu di Yaman tinggal di dekat sebuah mata air yang dinamai Gassan. Menurut suatu riwayat, mata air Gassan ini berada di dekat Al-Musyallal. Hasan ibnu Sabit ra mengatakan dalam salah satu bait syairnya:
إمَّا سَألت فَإنَّا مَعْشَرٌ نُجُبٌ ... الأزْدُ نِسْبَتُنَا، وَالْمَاءُ غَسَّانُ
"Jika engkau bertanya (tentang kami), maka kami adalah golongan keturunan kabilah Azd, yang kakek moyang kami bertempat di dekat mata air Gassan."
Allah SWT dalam surat Saba ayat 15-17 berfirman:
{لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ (15) فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ (16) ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلا الْكَفُورَ (17) }
Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.
(Kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon asl, dan sedikit dari pohon sidr.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. ( QS Saba : 15-17)
Baca juga: Kisah Ratu Balqis yang Demokratis, Ibunya Ternyata dari Bangsa Jin
Ibnu Katsir mengatakan dahulu kala kaum Saba hidup berlimpah dengan kenikmatan dan kesenangan di negeri mereka. Kehidupan mereka sangat menyenangkan, dan rezeki mereka berlimpah, begitu pula tanam-tanaman dan buah-buahannya.
Kemudian Allah SWT mengutus kepada mereka rasul-rasul yang memerintahkan kepada mereka agar memakan rezeki Allah dan bersyukur kepada-Nya dengan cara mengesakan dan menyembah-Nya. Mereka tetap diseru oleh para rasul selama masa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Tetapi mereka berpaling dari apa yang diperintahkan oleh para rasul kepada mereka.
Lihat Juga :