Berhias untuk Salat Sangat Dianjurkan

loading...
Berhias untuk Salat Sangat Dianjurkan
Bagi orang yang hendak melaksanakan salat sebaiknya dia berhias dan berpenampilan sempurna. Foto ilustrasi/istimewa

Berdandan atau berhias ketika hendak melaksanakan salat adalah sunnah dengan niat khusyuk/ketundukannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan untuk mengagungkan-Nya. Bahkan setiap muslim dianjurkan berhias dan berpenampilan sempurna, karena itu merupakan hak Allah Ta'ala.

Sebagaimana firman Allah Ta'ala :

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (QS Al-A'raf 31)

Dinukil dari buku "Panduan Berbusana Islami" karya Syaikh Abdul Wahab Abdussalam Thawilah dijelaskan, pakaian untuk menghias diri itu minimal menutupi aurat . Seseorang tidak diperkenankan melaksanaan salat atau thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang, meskipun dia salat sendirian di ruangan yang gelap. Bagi muslimah, tidak diperkenankan salat tanpa memakai kerudung sekalipun dia salat sendirian di rumahnya, beda halnya jika dia berada di luar salat. (Baca juga : Bahayanya Mabuk Cinta dan Perintah Bertaubat )Dalam salat, seorang wanita dianjurkan juga lebih mempercantik diri dengan hiasan (pakaian yang pantas), terutama dalam salat Jumat, salat jamaah dan salat Ied. Kadar berhias dalam salat hendaknya disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat berhias dalam menghadiri pertemuan dan perayaan. Tujuannya, agar seorang muslimah dalam melaksanakan aktivitas ibadah kepada Allah bersama muslim lainnya berada dalam penampilan yang layak. Dengan catatan semua itu tidak dipaksakan dan tidak berlebihan.

Orang yang menafsiri perintah dalam ayat tersebut sebagai kewajiban , berpendapat bahwa yang dimaksud ayat itu adalah menutup aurat. Sementara itu, orang yang menafsirinya sebagai anjuran berpendapat bahwa maksudnya adalah pakaian bagus secara umum, seperti selendang dan pakaian lainnya yang merupakan perhiasan dan untuk kesempurnaan.

Ibnu Umar radhiyallahu'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Apabila salah seorang dari kalian hendak salat, sebaiknya dia mengenakan dua helai pakaiannya karena berhias untuk Allah itu lebih hak dilakukan," (HR ath-Thabarani dan Al-Baihaqi)

Ibnu Umar pernah menegur Nafi' ketika dirinya melaksanakan salat dan berpakaian kurang sopan. "Bagaimana menurutmu jika engkau menemui oarang banyak, apakah penampilanmu seperti ini?

"Tidak,"jawab Nafi'

"Allah lebih pantas engkau hormati dengan penampilanmu,"lanjut Ibnu Umar.

Para fuqaha berpendapat, disunnahkan kepada seseorang untuk mengenakan pakaian yang paling bagus--yang tidak menyulitkan- dalam salat, berupa qamish (baju panjang), serban dan rida'(selendang). Jika cukup dengan dua pakaian, sebaiknya berupa qamish dan rida', qamish dan sarung, atau qamish dan celana. Jika cuma satu maka cukup qamish dan dilapisi celana atau sarung. (Baca juga : Beragam Bacaan Istighfar untuk Meraih Ampunan Allah Ta'ala )

Bagi muslimah, dianjurkan mengenakan tiga helai pakaian dalam salat, yakni kerudung yang menutupi kepala dan lehernya, daster atau baju panjang yang menutupi badan dan kedua kakinya, dan jilbab tebal di atas pakaiannya atau mantel yang menutupi pakaiannya.

Aisyah radhiyallahu'anha meriwayatkan,"Ketika melaksanakan salat, wanita harus mengenaikan tiga helai pakaian yakni pakaian sehari-hari, jilbab dan kerudung". Aisyah pernah menggunakan sarungnya sebagai jilbab. (HR Ibnu Abdi Syaibah)

Ibnu Umar radhiyallahu'anhu meriwayatkan, "Sebaiknya seorang wanita mengenakan semua pakaiannya ketika hendak melaksanakan salat." (HR Ibnu Abi Syaibah).

Untuk pakaian dalam salat, kesempurnaan bagi lelaki minimal pakaian yang menutupi sebagian besar tubuhnya selain kepala, kedua tangan dan kedua kaki hingga pertengahan betisnya. Sedangkan kesempurnaan bagi perempuan muslimah minimal ialah pakaian panjang yang menutupi semua tubuh termasuk punggung kedua kaki, juga kerudung panjang yang sekaligus bisa dibuat cadar. (Baca juga : Sang Penjelajah Dunia dan Ahli Hadis dari Kaum Hawa )

Berdasarkan keterangan di atas, maka bagi orang muslim hendaknya berhias atau berdandan sebelum salat. Persiapkan diri dengan pakaian yang suci, bersih dan baik sebelum melaksanakan salat. Tetapi semua itu dilakukan dengan tujuan ingin mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala serta mengagungkan-Nya, bukan dengan niat untuk pamer atau sombong.

Wallahu A'lam

(wid)
cover top ayah
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اِنۡ كُنۡـتُمۡ فِىۡ رَيۡبٍ مِّنَ الۡبَـعۡثِ فَاِنَّـا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ تُرَابٍ ثُمَّ مِنۡ نُّـطۡفَةٍ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنۡ مُّضۡغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيۡرِ مُخَلَّقَةٍ لِّـنُبَيِّنَ لَـكُمۡ‌ ؕ وَنُقِرُّ فِى الۡاَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلًا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوۡۤا اَشُدَّكُمۡ ‌ۚ وَمِنۡكُمۡ مَّنۡ يُّتَوَفّٰى وَمِنۡكُمۡ مَّنۡ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرۡذَلِ الۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۡۢ بَعۡدِ عِلۡمٍ شَيۡــًٔـا‌ ؕ وَتَرَى الۡاَرۡضَ هَامِدَةً فَاِذَاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡهَا الۡمَآءَ اهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَاَنۡۢبَـتَتۡ مِنۡ كُلِّ زَوۡجٍۢ بَهِيۡجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.

(QS. Al-Hajj:5)
cover bottom ayah
preload video