Kelak Kita akan Membaca Alquran di Hadapan Allah dan Rasul-Nya

loading...
Kelak Kita akan Membaca Alquran di Hadapan Allah dan Rasul-Nya
Kelak Kita akan Membaca Alquran di Hadapan Allah dan Rasul-Nya
Mengapa umat Islam harus menghafal Alquran? ''Karena kelak, dia akan membaca Alquran di hadapan Allah SWT dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW."

"Saya membayangkan, kelak di akhirat, saya dan para penghafal Alquran akan membaca Alquran di hadapan Allah SWT, di hadapan Rasulullah SAW dan di hadapan para malaikat."

Kita bayangkan, ada seorang bocah yang hafal Alquran 30 juz, lalu diminta membaca dan menghafal Alquran di depan saya. Momen seperti itu, pasti langsung diliput keluarga dan bahkan para wartawan. Mereka yang menyaksikan bocah itu membaca dan menghafalkan Alquran, akan langsung terkagum-kagum dengan bacaan dan hafalan Alquran yang dimiliki sang bocah.

Peristiwa itu saya bayangkan, akan terjadi pada kita yang membaca dan menghafal Alqur'an di hadapan para malaikat. Terkagum-kagum melihat dan mendengar bacaan serta hafalan kita.



Buat mereka yang memiliki hafalan Alquran sedikit, semisal hanya surat-surat pada Juz 'Amma, tentu berada di hadapan Allah SWT dan Rasul-Nya, hanya sebentar. Karena hafalan Alqurannya tidak banyak.
Tapi, untuk orang-orang yang memiliki hafalan Alqurannya banyak, bahkan hafal hingga 30 juz. Pasti orang itu akan sangat lama bersama Allah dan Rasulnya serta para malaikat.

Terus terang, saya membayangkan situasi seperti itu. Betapa nikmatnya kita bisa bersama-sama Allah dan RasulNya karena kita membaca dan menghafalkan firman-firman Allah SWT.

Bayangkan pula, bila yang hafal Alquran dalam keluarga kita, tidak hanya kita sendiri tetapi juga istri, anak, cucu, mantu dan semuanya. Berapa lama kita akan bersama-sama Allah SWT dan Rasul-Nya?

Karena itu, mari kita ajak seluruh keluarga kita, istri, suami, anak, cucu, menantu, mertua dan semua yang ada di keluarga kita untuk membaca dan menghafal Alquran.

Insya Allah, kelak kita akan bisa bersama-sama Allah SWT, bersama Rasulullah SAW serta para malaikat dalam waktu yang sangat lama, karena keluarga kita pun membaca dan menghafalkan Alquran. (Sumber : www.pppa.or.id )
(bbk)
cover top ayah
اِعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا لَعِبٌ وَّلَهۡوٌ وَّزِيۡنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ‌ؕ كَمَثَلِ غَيۡثٍ اَعۡجَبَ الۡكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيۡجُ فَتَرٰٮهُ مُصۡفَرًّا ثُمَّ يَكُوۡنُ حُطٰمًا‌ؕ وَفِى الۡاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيۡدٌ ۙ وَّمَغۡفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَانٌ‌ؕ وَمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الۡغُرُوۡرِ
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

(QS. Al-Hadid:20)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video