Isra' Mi'raj dan Dunia Global

loading...
Isra Miraj dan Dunia Global
Isra' Mi'raj dan Dunia Global
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani USA

Pengantar
Berhubung karena lockdown di Kota New York dan banyak kota lainnya di dunia, saya ingin menggunakan waktu ini untuk menulis bersambung tentang Isra' Mi'raj dalam berbagai sudutnya. Minimal saya akan menuliskan 12 pelajaran penting dari peristiwa Isra' Mi'raj ini.

Sebelum saya memasuki aspek-aspek penting dari Isra' Mi'raj, saya ingin merespons kepada pihak-pihak yang berusaha mengaburkan, bahkan membangun keraguan tentang peristiwa agung dalam sejarah Islam ini. Bahkan mereka dengan penuh percaya diri (istilah positif) atau penuh keangkuhan (istilah negatif) mengingkari eksistensi Isra Mi'raj yang telah menjadi konsensus Umat selama ini.

Saya memulai dengan mengutip ayat yang pepuler tentang perjalanan suci Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) ini: "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang Kami telah berkahi di sekitarnya. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha mendengar lagi Maha melihat". (Surah Al-Isra).

Pada umumnya masyarakat awam ketika mendengar kata Isra dan Mi'raj hanya berpatokan kepada satu ayat Al-Qur'an, Surah Al-Isra atau Surah Bani Israil ayat satu. Mereka gagal memahami bahwa Al-Qur'an dalam menyampaikan informasi tentang Al-Haq (kebenaran) tidak memakai rentetan ayat per ayat atau surah per surah. Justru terkadang sebuah masalah hanya menjadi tuntas hanya dengan memahami secara menyeluruh dan sempurna Al-Qur'an itu sendiri.



Belum lagi adanya pihak-pihak yang mencoba merendahkan posisi Sunnah atau hadits-hadits dalam upaya memahami kebenaran. Seolah hadis-hadis karena sekadar diatributkan ke Rasulullah SAW tidak dapat dijadikan sebagai basis kesimpulkan tentang sebuah kebenaran.

Akibatnya dalam hal Isra Mi'raj ada sekolompok manusia yang merasa pintar, kemudian mengingkari kebenarannya. Mereka kemudian memberikan penafsiran-penafsiran seenak hawa nafsunya sendiri berdasarkan analisa otaknya yang sempit. Dengan otak hawa nafsu itu mereka kemudian menafikan kebenaran Isra, apalagi Mi'raj.

Pemikiran hawa nafsu itu mengatakan bahwa Isra itu sendiri sesungguhnya bukan ke Jerusalem. Tapi perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Dan Aqsa yang dimaksud adalah "tempat yang jauh". Maka dalam pemahamannya ayat itu merujuk kepada perjalanan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.



Pendapat ini batal sekaligus batil dalam banyak hal. Pertama, kalau yang dimaksud adalah Hijrah Rasul, maka saat itu belum ada masjid di Madinah. Justeru masjid pertama yang didirikan oleh Rasul di Madinah adalah masjid Kuba. Kedua hijrah bukan dari masjidil haram awalnya. Tapi dari rumah baginda menuju Gua Tsur lalu ke Madinah.
halaman ke-1 dari 5
cover top ayah
يٰۤـاَيُّهَا النَّبِىُّ قُلْ لِّاَزۡوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ يُدۡنِيۡنَ عَلَيۡهِنَّ مِنۡ جَلَابِيۡبِهِنَّ ؕ ذٰ لِكَ اَدۡنٰٓى اَنۡ يُّعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(QS. Al-Ahzab:59)
cover bottom ayah
preload video