Salat Memakai Masker, Bagaimana Hukumnya?

loading...
Salat Memakai Masker, Bagaimana Hukumnya?
Salat Memakai Masker, Bagaimana Hukumnya?
Wabah Covid-19 (virus Corona) tidak hanya memporak-porandakan ekonomi, tetapi juga mengganggu aktivitas ibadah. Bagi umat Islam , musibah ini tentu ujian yang sangat sulit karena banyak masjid dan musalla ditutup untuk publik.

Kalau pun ada, para jamaah harus membawa sajadah sendiri, bahkan ada yang membekali dirinya dengan masker (penutup mulut dan hidung) untuk mengantisipasi penularan wabah Covid-19. Pemandangan salat memakai masker pun kini tidak asing lagi di Indonesia.

Muncul pertayaan, bagaimana sebenarnya hukum salat menggunakan masker? Berikut penjelasan Ustaz Muhammad Ajib , pengajar di Rumah Fiqih Indonesia.

Dai lulusan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta Konsentrasi Ilmu Syariah itu mengatakan, bahwa salatnya tetap sah. Sebab, dalam pandangan Mazhab Syafii anggota tubuh yang wajib menempel ke lantai adalah hanya dahi saja. Adapun anggota tubuh lainnya seperti hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua telapak kaki hukumnya tidak wajib, akan tetapi hukumnya sunnah.



"Nah, orang yang pakai masker itu hanya menutupi mulut dan hidung yang mana keduanya adalah sunnah untuk dibuka. Maka hal ini tidak apa-apa dilakukan. Salatnya tetap sah," kata Ustaz Ajib kepada SINDOnews.

Di tengah musibah wabah saat ini, Ustaz Ajib mengajak agar umat Islam mengikuti arahan dan imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebab para ulama di MUI adalah orang-orang yang mumpuni keilmuannya dalam masalah agama. Mereka (para ulama) juga sudah berdiskusi dengan pemerintah dan para ahli medis tentunya.
(rhs)
cover top ayah
وَقَالَ الشَّيۡطٰنُ لَـمَّا قُضِىَ الۡاَمۡرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ الۡحَـقِّ وَوَعَدْتُّكُمۡ فَاَخۡلَفۡتُكُمۡ‌ؕ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيۡكُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُكُمۡ فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِىۡ‌ ۚ فَلَا تَلُوۡمُوۡنِىۡ وَلُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ مَاۤ اَنَا بِمُصۡرِخِكُمۡ وَمَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِىَّ‌ ؕ اِنِّىۡ كَفَرۡتُ بِمَاۤ اَشۡرَكۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ‌ ؕ اِنَّ الظّٰلِمِيۡنَ لَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zhalim akan mendapat siksaan yang pedih.

(QS. Ibrahim:22)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video