alexametrics

Ulama Tarim Ini Ceritakan Mimpi Seorang Saleh Terkait Corona

loading...
Ulama Tarim Ini Ceritakan Mimpi Seorang Saleh Terkait Corona
Ulama Tarim Ini Ceritakan Mimpi Seorang Saleh Terkait Corona
Ada yang menarik dari pengajian rutin malam Jumat di Ponpes Al-Fachriyah Ciledug Tangerang tadi malam (2/4/2020). Ulama dari Tarim Hadhramaut Yaman, Al-Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus menceritakan mimpi seorang saleh terkait virus Corona yang melanda dunia saat ini.

Seperti biasa pengajian malam Jumat di Al-Fachriyah selalu dihadiri banyak ulama dan asatiz. Kali ini tema yang dibahas adalah "Menyikapi Musibah dengan Bertaubat dan Berbagi".

Dalam majelis tersebut, Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus mengatakan bahwa semua yang terjadi di muka bumi adalah kehendak Allah Ta'ala. Hendaknya seorang hamba memiliki rasa takut hanya kepada Allah Ta'ala. Orang yang imannya dan rasa takutnya berkurang kepada Allah akan diberikan ujian.



"Manusia di zaman ini muncul ketakutan. Mereka takut mati akan penyakit Corona. Bukankah Allah Ta'ala sudah mencatat kematian kita. Bukankah Allah sudah mengingatkan kita akan kematian. Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sudah mengingatkan kita akan kematian. Bukankah Rasulullah bilang bahwa kematian kita lebih dekat dari sandal kita," kata Habib Alwi saat ceramah yang diterjemahkan oleh Al-Habib Alwi bin Ahmad bin Syahab (pimpinan Yayasan Al-Fathimiyyah).

Habib Alwi mengemukakan bahwa 1.400 tahun lalu hal ini sudah diingatkan. Umur manusia tidak akan berkurang takarannya dan semuanya akan wafat baik karena penyakit maupun bukan. Tetapi ketahuilah manusia tidak tahu kapan dia meninggal dunia.

"Bagaimana ketika kematian itu datang kita diridhai oleh Allah Ta'ala. Di titik inilah kita arahkan ketakutan kita kepada Allah. Apa yang diarahkan oleh pemerintah dan petugas kesehatan sangat baik, namun itu hanya sebab," terangnya.

Manusia tidak tahu dibalik bala' musibah ini akan ada hikmah yang bisa diambil. Kebanyakan manusia hanya melihat sisi negatif. Kembalilah kepada Allaah Ta'ala nanti semuanya akan dibereskan. Dan kita minta tidaklah masuk malam Nisfu Sya'ban melainkan musibah sudah diangkat.

Adapun kematian pasti akan datang kepada yang hidup entah setahun lagi atau kapanpun, maka sibuklah dengan Allah Ta'ala. Ketahuilah keinginan Allah Ta'ala di atas segalanya. Di waktu ini terlihat hati manusia, siapa yang memiliki perhatian besar dan siapa yang tidak. "Daripada kita sibuk di depan internet siapa yang mati akhirnya kita mati ketakutan, lebih baik kita malam hari menangis di atas sajadah untuk kemaslahatan," kata Habib Alawi.

Habib Alwi menceritakan, ada seorang saleh bermimpi melihat wabah ini dalam bentuk manusia. "Kenapa kamu takuti setiap manusia, apakah kamu tidak takut kepada Allaah subhaanahu wa Ta'ala? Saya hanya bunuh setengahnya. Lalu yang setengahnya mati karena ketakutan," kata Habib Alawi.

Disebutkan dalam ilmu kedokteran bahwa ketakutan akan mempengaruhi manusia. Ada 2 hal yang bisa menyebabkan manusia mati:
1. Rasa takut yang berlebihan.
2. Rasa gembira yang berlebihan.

Karena itu, berpikirlah yang positif agar mendapat yang positif. Semoga Allah Ta'ala menggembirakan semua manusia dengan mengangkat musibah ini.

"Ya Allah, berkat bulan mulia dan malam Nisfu Sya'ban kembalikan keadaan seperti semula, hadirkan rasa takut pada-Mu di dalam diri kami. Ya Allah jagalah Indonesia, Yaman, dan kaum muslimin. Ya Allah, berhentikanlah bala' ini," ucap Habib Alawi memanjatkan doa.

Pada kesempatan itu, Syekh Dr Yasir Asy-Syuhairi (Ulama dari Tarim Hadhramaut, Yaman) berpesan, kalau Allah Ta'ala ingin menurunkan bala' maka bala itu akan disingkirkan karena melihat orang-orang yang duduk di majelis zikir, majelis ilmu. Rasulullah SAW bersabda: "Sayangilah yang di bumi, niscaya yang di Langit akan menyayanginmu." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Sementara Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan (Pengasuh Yayasan Al Hawthah Al Jindaniyah) mengatakan, apa yang disampaikan Habib Alwi Alaydrus sangat menarik bahwa hakikat hati manusia akan nampak yang tersembunyi dengan kejadian semacam ini. Mudah-mudahan kita diperlihatkan hal-hal yang diridhai.

Kemudian Syeikh Dr Yasir menyampaikan pesan yang penuh hikmah di mana beliau menititikberatkan Rahmah dan kasih sayang. Orang-orang yang memiliki jiwa kasih sayang akan dikasihi Allah Ta'ala. Maka Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berpesan tebarkanlah kasih sayang, nanti Allah akan mencurahkan kasih sayangnya.

"Inilah kesempatan besar menebar kasih sayang. Berapa banyak yang sekarang terkena penyakit. Juga terkena dampak ekonomi dan sebagainya. Berapa banyak yang kesusahan buat makan, saat inilah kesempatan kita menebar kasih sayang tanpa pandang bulu," kata Habib Ahmad.

Dalam kajian malam Jumat ini hadir sejumlah ulama di antaranya Al-Habib Jindan bin Novel Salim Jindan (Pimpinan Yayasan Al-Fachriyah); Syekh Dr Yasir Asy-Syuhairi (Ulama dari Tarim Hadhramaut, Yaman); Al-Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus (Ulama dari Tarim Hadhramaut, Yaman), Al Habib Muhammad bin Husein (Ulama dari Tarim Hadhramaut, Yaman); Al-Habib Alwi bin Ahmad bin Syahab (Pimpinan Yayasan Al-Fathimiyyah); KH Ruhuddin (Dewan Guru Yayasan Al-Fachriyah); Ustadz Khodir Ridwan (Dewan Guru Yayasan Al-Fachriyah); KH Bustomi (pendakwah); dan para asatiz lainnya.
(rhs)
cover top ayah
وَزَكَرِيَّاۤ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرۡنِىۡ فَرۡدًا وَّاَنۡتَ خَيۡرُ الۡوٰرِثِيۡنَ‌
Dan ingatlah kisah Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik."

(QS. Al-Anbiya:89)
cover bottom ayah
preload video
KOMENTAR
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak